GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI

GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI
Ep_26..Bunuh Aku Saja Brengsekk


__ADS_3

Di saat mereka sedang bergulat dan Zethon yang hampir menang,di saat bersamaan suara yang sangat Zethon kenal menginterupsi semua nya.


"Berhenti lah jika kau masih ingin anak mu selamat" ujar seseorang yang berada tepat di arah samping di mana Zethon dan dua orang yang sedang berkelahi dengan nya.


Zethon menghentikan pukulan nya setelah membuat dua pria yang dia lawan tak berkutik..dia berbalik ke samping nya dan melihat seorang laki-laki yang amat dia kenal di masa remaja nya.


Laki-laki itu sedang mencengkram kerah belakang seragam putra nya Zonash dan di tambah sebuah pistol yang tertempel di kepala Zonash,hal itu membuat jiwa iblis Zethon meronta-ronta ingin segera mematahkan tangan siallan itu.


"Daddy huhuhu" tangis Zonash pecah saat melihat sang ayah yang kini berada di depan nya.


"Zo,hey don't cry..Daddy akan menolong mu tapi kau harus tenang sayang..you strong boy" kata Zethon menenangkan Zonash yang terlihat sangat ketakutan.


Zonash mengangguk mengerti dengan apa yang sudah Daddy nya katakan..dia diam namun air mata nya kian mengalir dari pelupuk nya dan itu semua terlihat oleh mata Zethon.


Zethon sangat sesak melihat air mata deras dari sang putra,sungguh ingin sekali dia hantamkan pria siallan itu ke dasar bumi.


"Hahaha rupanya kau tak berkutik brengsekk..kelemahan mu adalah anak mu hahaha..lucu sekali seorang Zethon Raamsey penerus dari tuan Benny Raamsey tak berkutik jika berhadapan dengan anaknya" ejek pria itu membuat Zethon mengepalkan tangan nya erat mencoba menahan gejolak amarah yang sejak tadi sudah meluap di dadanya.


"Lebih baik kau bunuh aku saja brengsekk,dasar pengecut" ejek Zethon dengan tatapan penuh amarah yang dia layangkan pada pria itu.


Sedangkan Mark sendiri,dia sudah berada di pintu belakang dengan beberapa anak buah nya yang mengikuti dirinya.. Mark sudah bersiap untuk segera memenggal kepala pria itu yang sudah berani-berani nya menculik cucu kesayangan nya.


"Tenang saja setelah ini kau akan menyusul putra kebanggaan mu ini hahahaha" balas pria itu namun masih di tanggapi tenang oleh Zethon karena dia tidak bisa gegabah dalam bertindak.

__ADS_1


Salah sedikit saja maka nyawa Zonash lah taruhan nya..bisa saja dia membekuk pria siallan itu,tapi pistol yang di pegang oleh pria itu tepat menempel di kepala putra nya.


"Apa maumu siallan..lepaskan anak ku dan ambil kah nyawa ku" kata Zethon mencoba mengulur waktu.


"Bersujud di kaki ku dan cium kaki ku maka akan ku lepaskan anak ku ini hahaha satu lagi,mengajukan kalah karena hanya itu yang ku inginkan" ujar pria itu dengan tawa renyah nya menatap remeh Zethon.


"Siallan kau Ferzzo,aku akan membunuhmu aku bersumpah" kata Zethon masih berusaha tenang.


Zethon memberikan kode pada Zonash di saat Ferzzo lengah yang hanya di mengerti oleh mereka berdua.. Zethon memberikan pertanyaan pada Zonash dan Zonash pun menjawab pertanyaan ayah nya dengan senyum yang hanya mereka berdua yang tau.


Di saat kedua nya sedang saling mengirim kode,pria yang masih menyandra Zonash marah dan menembakkan peluru ke atas langit-langit gedung itu karena merasa tidak di hiraukan peringatan dari nya.


Di saat itu juga Zethon menggunakan kesempatan yang pria itu berikan dan segera Mark di belakang nya pun mencengkram erat dan kuat leher pria itu setelah cucu nya berhasil lepas.


Mark sudah mencengkram erat leher pria itu dan menyuruh Zethon fokus pada Zonash karena kini Zonash tengah ketakutan.


"Oh god boy,sorry Daddy bersalah maafkan Daddy" kaya Zonash sambil menggendong putra nya dan dia dekap erat tanpa menyakiti nya.


"Zo takut dad,uncle itu jahat Daddy hiks, Zo di pukul dad hiks hiks sakit" kata Zonash sambil menangis dan menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Zethon.


"Sssttt tenang ya,Daddy akan pukul dia sampai kaki dan tangan nya patah..maafkan Daddy ya kita pulang tapi kita harus ke rumah sakit dulu" kata Zethon menenangkan putra nya yang tengah menceritakan apa yang dia alami.


Zonash mengangguk dan memeluk Zethon semakin erat..Zethon jangan di tanya..dia kini tengah menahan gejolak amarah yang dia pendam sedari awal dia berangkat dari rumah.

__ADS_1


Di tambah lagi dengan cerita putranya yang mengaku di pukul oleh bajjingan itu..sungguh dia saja tidak pernah sekalipun memukul bahkan memarahi putranya,berani sekali bajjingan sepertinya memukul putranya.


'Akan ku buat kau menderita Ferzzo,bahkan sampai kau tak berani membayangkan nya' batin Zethon menatap penuh amarah.


Mereka menuju rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Zonash yang sepertinya memiliki trauma pada kejadian hari ini..Mereka sampai di rumah sakit dan dengan segera Zethon membawa Zonash menuju ruangan Gerald paman nya.


Sesampainya di ruangan Gerald,Zethon langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan membuat Gerald berdecak kesal karena dia sedang menerima pasien lansia.


"Oh god ingin sekali aku hajar anak ini,nyonya kita bertemu dua hari lagi saja atau saya ke rumah anda saja karena saat ini saya memiliki pasien yang sangat menyebalkan..sekali lagi maafkan saya nyonya" kata Gerald tersenyum paksa melihat ke arah Zethon yang sangat ingin dia suntik rabies.


"Ada apa tiba-tiba kau kemari dan muncul seperti jelangkung?" tanya Gerald menatap kesal pada keponakan nya anak dari Nelsy saudara nya.


"Tolong periksa anakku,dia habis di culik dan jangan banyak tanya dulu" kata Zethon langsung pada intinya.


"Ck,tidak ibu tidak anak..sama saja" decak kesal Gerald saat merasa dia tidak memiliki harga diri di depan keponakan dan saudaranya itu.


"Uncle diamlah dan cepat periksa putraku" tekan Zethon yang merasa Gerald sangat lamban.


"Iya iya.. menyebalkan" jawab Gerald lalu memeriksa keadaan Zonash yang tampak ketakutan.


Beberapa saat kemudian,Zonash telah selesai di periksa dan kini dia berada di gendongan Zethon tengah terlelap karena lelah tidak tidur sejak siang tadi dan ketakutan saat masih berada di gudang penyekapan.


"Jadi bagaimana keadaan putraku uncle?" tanya Zethon pelan sambil mengusap punggung Zonash.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja tapi untuk lebih memastikan nya lagi seperti nya ajak putra mu berbicara dari hati ke hati karena anak sekecil dia tidak berani mengungkapkan apa yang dia rasakan..bisa saja trauma itu semakin besar jika tidak segera di atasi dan untuk itu,berikan dukungan dan selalu temani dia agar dia tidak merasa sendirian" jelas Gerald menyarankan.


__ADS_2