
Tak terasa sudah 3 bulan berlalu begitu cepat.. Zethon,pria itu kini sudah semakin pulih dan kaki nya juga sudah mulai bisa di gerakan meskipun harus perlahan.
Pengobatan masih terus berlanjut sampai kaki Zethon bisa normal kembali..pekerjaan ayah nya pun di handle oleh orang kepercayaan sang ayah.
Prioritas utama ayah Zethon adalah kesembuhan sang anak..tiada yang lebih berharga selain anak nya apalagi ini sudah lama dan dia tau pasti bahwa sang anak pasti merindukan gadis pujaan hati nya.
"Apa kau sudah siap son?" tanya ayah Zethon lalu mendorong kursi roda Zethon menuju mobil.
"Siapa dad" kawan Zethon lalu tersenyum kecil.
Dia memang sudah tidak sabar untuk bisa segera melihat sang pujaan hati dan meminang nya untuk menjadi istri nya..nanti jika dia sudah bisa berjalan setidak nya dia tidak terlalu merepotkan Gress nanti nya.
Zethon dan ayah nya kini sudah berada di dalam pesawat..mereka akan menuju negara X dimana 4 tahun lama nya sudah mereka tinggal.
Sepanjang perjalanan menuju negara X,Zethon begitu gugup dan sangat gelisah..dia terus berpikir keberadaan Gress apakah masih di rumah nenek nya atau..ah dia tidak suka dengan pikiran nya.
Dia juga khawatir kalau Gress hamil karena seperti yang kita tau bahwa dia pernah tidur bersama nya di malam pesta kelulusan..asal kalian tau,dia bermain berkali-kali karena efek obat yang Gress konsumsi sangat lama.
Mungkin jam 3 baru lah efek obat itu mereda dan tenaganya juga Gress sudah hampir hilang..dia selalu menembak di dalam karena harapan nya Gress bisa hamil anak nya dan dia akan menikahi Gress.
Sekarang di usia nya yang baru menginjak 23 tahun,dia sudah sangat siap untuk membina rumah tangga dengan Gress wanita yang sangat dia cintai.
Sampai lah mereka di negara x..mereka bergegas menuju jemputan yang sudah bersiap di sana sejak 20 menit sebelum Zethon dan ayah nya sampai di negara x.
Mereka menuju rumah yang telah lama tak mereka huni sejak mereka di negara lain.. Zethon tersenyum karena bisa melihat negara kelahiran nya lagi, dia sudah tidak sabar untuk bisa segera bertemu dengan Gress wanita pujaan hati nya.
"Selamat datang kembali tuan besar,tuan muda" sapa sang supir pada kedua majikan nya yang telah lama tak dia jumpai.
"Terimakasih.. bagaimana kabar kalian maaf pergi tanpa pamit saat itu" balas ayah Zethon.
__ADS_1
"Tidak apa-apa tuan,kami paham..kami baik-baik saja tuan dan kami juga sangat bersyukur karena kami masih bisa melihat anda sekalian lagi" kata sang supir tampak sangat bersyukur.
"Terimakasih"
Mereka pun menuju rumah yang telah lama mereka tinggalkan..banyak kenangan yang tersisa di rumah itu termasuk kenangan saat Zethon meninggalkan negara ini tanpa pesan apapun.
"Welcome home again son" kata sang ayah sambil mendorong kursi roda Zethon.
"Welcome back too dad" balas Zethon tersenyum kecil.
"Ayo ke kamar mu kau butuh istirahat" kata sang ayah lalu mendorong kursi roda Zethon ke kamar di lantai bawah.
Sebenar nya Zethon sudah bisa berjalan,namun belum di perbolehkan oleh sang dokter karena bisa membuat cidera tulang di kaki nya kembali aktif.
Setidak nya tunggu sampai dokter memperbolehkan nya menggunakan kaki nya..jika untuk sekedar berdiri untuk melatih otot kaki nya sebentar,dokter masih mengijinkan nya.
Asal ada pendamping yang bisa mengawasi nya..resiko yang dia terima juga tidak lah kecil..itu bisa berdampak kelumpuhan permanen jika tidak patuh dengan aturan sang dokter.
Dia harus mencari keberadaan Gress nya yang sudah dia tinggalkan selama 4 tahun ini..dia sangat merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi.
Dia bagaikan pria pengecut yang lari dari tanggung jawab nya.
"Maafkan aku Gress..aku seperti pengecut yang lari dari tanggung nya" gumam Zethon sambil memandangi pemandangan malam di kamar nya.
Zethon hanya termangu di depan jendela sambil melihat malam yang penuh bintang hari ini..dia membayangkan wajah cantik Gress yang selalu dia ingat di benak nya.
Bahkan saat dia hilang ingatan mu wajah Gress lah yang pertama kali dia ingat..wajah penuh senyuman manis nya yang selalu menari-nari di otak nya.
Dalam koma nya,Zethon pun seakan melihat Gress yang sedang tersenyum melihat ke arah nya..ternyata dia tidak bisa melupakan sekecil pun bagian Gress dari diri nya dan hati serta otak nya seakan mendukung nya untuk tidak melupakan gadis nya.
__ADS_1
#
"Sayang kau kenapa..hey anak mommy kenapa hm?" tanya Gress pada sang putra Zonash.
"Mom,Zo ingin Daddy" kata Zonash dengan wajah sendu nya.
Deg......
Bagaikan sebuah pukulan bagi Gress setelah dia mendengar kata-kata sang anak..ya dia tau pasti putra nya itu akan menanyakan hal ini pada nya suatu hari nanti.
Terbukti hari ini Zonash menanyakan tentang sosok ayah pada nya..apa yang harus dia katakan pada putra nya,dia tidak lah lagi bisa membohongi putra yang cenderung lebih cerdas dari nya.
Zonash bisa di katakan anak genius yang cenderung bisa berpikir dewasa,namun kadang dia juga bisa menjadi anak-anak pada umum nya.
"Zo mommy mau Daddy?" tanya Gress tersenyum manis meski hati nya tengah menangis.
"Zo ingin Daddy mom..apa Zo punya Daddy?" ujar Zonash semakin membuat Gress tak lagi mampu menahan tangis nya.
"Zo punya Daddy..tapi mommy tidak tau Daddy Zo dimana karena kami kehilangan kontak saat Zo masih dalam perut mommy hiks..maaf ya boy mommy tidak bisa menemukan keberadaan daddy" kata Gress lebih memilih jujur dari pada sang anak nanti berpikir yang aneh-aneh.
"Jadi Zo punya Daddy..kemana Daddy pergi mom biar Zo cari" kata Zonash semakin besar keinginan nya untuk mencari sang Daddy.
"Mommy juga tidak tau boy..maafkan mommy yang kehilangan jejak nya" kata Gress lalu memeluk sang putra.
"Mommy tidak salah.. Zo sayang mommy,jangan menangis mom Zo nanti sedih" kata Zonash lalu mengusap lembut punggung Gress.
Mereka berpelukan dengan pikiran yang berbeda-beda..Zonash ingin menemukan keberadaan ayah nya dan dia ingin bertanya nanti jika mereka sudah bertemu.
Dia ingin bertanya kenapa ayah nya meninggalkan nya dengan mommy nya..apakah Daddy nya tidak menginginkan kehadiran nya hingga tidak kau bertanggung jawab.
__ADS_1
Jika benar begitu,lebih baik dia tidak usah memiliki Daddy saja..dia masih memiliki kakek dan paman yang selalu ada untuk nya dan itu sudah cukup jika memang pikiran nya tepat.
'Zo tidak akan memaafkan Daddy jika memang Daddy tidak menginginkan kami' batin Zonash.