
Setelah selesai di rumah sakit,kini Zethon dan Zonash memilih untuk mengambil pakaian di rumah lama Gress yaitu rumah di mana Gress tumbuh menjadi gadis dewasa.
"Daddy apa uncle itu tidak menyakiti Daddy dan mommy?" tanya Zonash dengan mata yang menatap sekeliling jalan yang dia lewati depan dan belakang.
"Sssttt,..tenang sayang ada Daddy di sini..dia tidak akan bisa menyakiti kita selama Daddy ada di sini tenang lah hm?" ujar Zethon menahan gejolak sesak yang kian menghimpit dada nya setelah melihat sikap Zonash yang seperti nya sedikit trauma.
"Tapi dad,uncle itu bilang jika Zo tidak menurut maka mommy dan Daddy akan di sakiti.. Zo tidak mau kalian kenapa-kenapa" jelas Zonash dengan mata masih menatap waspada ke sana ke mari.
"Hey Zo,kau adalah anak mommy dan Daddy yang hebat..kau kuat sayang tembaga lah dan tidur lah karena sebentar lagi kita akan kembali ke rumah" ujar Zethon menenangkan Zonash yang masih terlihat waspada dan sedikit takut.
"Daddy jangan kemana-mana, Zo tidak mau uncle itu kembali lagi" kata Zonash memegang tangan Zethon erat dan dia peluk.
Zethon mengecup kening Zonash dan dia pangkuan bocah tampan itu dengan pelukan hangat nya..pakaian seragam yang di kenakan nya sudah lusuh dan kotor,sungguh ingin sekali sekarang ini dia cabik-cabik tubuh bajjingan itu.
Apa yang harus dia katakan pada Gress nanti,apakah dia akan jujur dengan kondisi Zonash yang sedang tidak baik-baik saja..ya tuhan dia sungguh bimbang karena memikirkan kondisi Gress dan calon anak nya juga anak nya yang habis di culik.
Zethon hanya bisa pasrah jika nanti Gress marah dan mengamuk pada nya.. Nelsy,ibu mertua nya juga sudah mendiamkan nya dan Mark karena menyembunyikan hal besar ini dari nya.
Kemarahan Gress lebih besar dari Nelsy karena Gress sedang dalam pengaruh hormon kehamilan yang tidak menentu..dia nanti mungkin akan di diamkan oleh Gress sebagai tindak balasan dari ketidak jujuran nya.
__ADS_1
"Pak tolong ambilkan pakaian tidur untuk anak saya,saya akan menunggu di mobil saja" kata Zethon pada sang supir karena dia tidak tega membangunkan Zonash.
"Baik tuan"
Sang supir pun keluar dari mobil dengan menutup pintu mobil secara perlahan takut membuat tidur tuan muda kecil nya terganggu..sedangkan Zethon,dia membuka pakaian yang Zonash kenakan dan dia sekarang tubuh putra nya menggunakan tisu basah sampai bersih.
Zethon melakukan nya sangat pelan karena putra nya itu sedang tidur nyenyak dan dia tidak mau mengganggu tidur sang putra.
Hatinya kian memanas saat melihat lebam di tulang pipi yang tampak membiru,dan dia baru menyadari nya karena saat di ruangan Gerald dia hanya memperhatikan penjelasan Gerald paman nya mengenai kondisi Zonash saja.
'Shittt' umpat Zethon pelan dengan tangan mengepal erat menahan geram pada pria brengsekk itu.
"Maafkan Daddy sayang,Daddy lalai menjaga mu hingga kau mendapatkan hal yang tidak pernah sekalipun terlintas di benak Daddy..maaf,Daddy janji ini adalah kali pertama dan terakhir hal buruk terjadi pada mu" ujar Zethon pelan sambil mengusap wajah Zonash yang tampak begitu lelah.
"Maaf taun sedikit lama karena saya harus mencari bedak dan yang lain nya juga" kata sang supir tidak enak hati pada Zethon yang menunggu nya di mobil.
"Tidak apa-apa pak,santai saja dan terimakasih" balas Zethon tersenyum kecil lalu dia pun mulai menaburkan bedak dan minyak telon yang sudah di bawakan oleh sang supir pada tubuh Zonash.
Setelah selesai dengan urusan pakaian Zonash,kini mereka pun mulai berbalik arah menuju rumah mertua nya dimana di sana Gress sudah menanti kedatangan mereka.
__ADS_1
Hari Zethon cemas sejak dalam perjalanan tadi,karena dia harus menyiapkan jawaban dari pertanyaan Gress nanti..hufttt semoga saja dia bisa menjelaskan dengan kepala dingin dan juga bisa mengatasi mood Gress nanti.
Sesampai nya mereka di kediaman Mark,Zethon turun sambil menggendong Zonash yang tampak lelap dalam tidur nya..sang supir membantu membukakan pintu untuk Zethon agar memudahkan Zethon membawa Zonash keluar dari mobil.
"Terimakasih pak, istirahat lah" kata Zethon lalu berjalan menuju pintu utama dan membuka nya di bantu supir tadi lalu sang supir pun menutup kau kembali dan pergi memarkirkan mobil menuju garasi.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan rupa nya orang rumah belum ada yang tidur karena menunggu kedatangan nya..wajah Nelsy dan Mark tampak lega karena melihat Zonash terlelap.
Mark mengambil alih tubuh Zonash dan membawa nya ke kamar bocah itu di ikuti Nelsy di belakang nya..sedangkan Zethon tampak meneguk ludah nya kasar saat melihat tatapan penuh ketajaman yang Gress layangkan pada nya.
"Sorry baby" kata Zethon memulai percakapan di antara mereka.
"Apa kesalahan mu?" tanya Gress dengan nada suara yang sangat dingin di telinga Zethon.
"Maaf karena aku membohongi mu mengenai keadaan Zonash..ak__" belum sempat Zethon menyelesaikan ucapakan nya,Gress lebih dulu menampar keras pipi Zethon hingga tangan Gress gemetaran.
PLAKKKK....
"Semudah itu kau menyembunyikan hal penting ini dari ku Zeth,kau anggap aku apa di hidup mu hahh..aku ibu nya,aku bisa merasakan apa yang tengah putra ku alami hiks..kau pikir aku bodoh hahh tidak tau apa yang kau dan Daddy rahasiakan sejak siang tadi.. Aku yang melahirkan Zonash dan membesarkan nya dengan kedua tangan ku sendiri Zeth..aku hidup bersama nya di pengasingan hanya berdua selama bertahun-tahun hiks,dan kau dengan mudah nya membohongi ku demi kebaikan ku?" ujar Gress murka kepada Zethon dan melampiaskan segala amarah nya.
__ADS_1
Zethon hanya diam mendengarkan apa yang sedang Gress keluarkan dari hati nya..dia tak akan memotong ucapan Gress dan dia juga menerima segala serangan dari Gress.
"Kau pikir aku akan tenang memikirkan putra ku yang entah dimana dan bersama siapa saat itu..aku cemas Zeth,aku hampir saja mencari nya dan mengikuti kalian jika mommy tidak mencegah ku.. Aku sangat takut putra yang ku lahir kan dengan bertaruh nyawa dalam bahaya dan kenapa-kenapa,kau egois Zeth,kau sangat egois..pergilah jangan temui aku dulu sebelum aku yang meminta nya,sungguh aku tak mau menyakiti hati mu" lanjut Gress pada keputusan akhir nya karena dia memang tidak mau Zethon sakit hati jika mendengar ucapan kasar nya.