GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI

GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI
Ep_31..Ngidam Bercerai


__ADS_3

Gress dan keluarga kecil nya kini sudah kembali ke rumah mereka sendiri..Zonash langsung terlelap karena lelah selama dalam perjalanan dia bercerita panjang lebar dan itu menguras tenaga nya.


Bukan hanya bercerita saja,tapi menyanyi lagu yang dia suka yang di setel oleh sang ayah dan itu membuat nya senang hingga menggoyangkan badan nya ke sana dan kemari.


Tingkah nya itu tentu saja membuat kedua orangtuanya gemas bukan main tapi mereka hanya bisa tertawa saja melihat nya..asalkan Zo mereka bahagia maka mereka juga akan bahagia.


Zonash di angkat oleh Zethon dengan perlahan sementara barang-barang di bawa oleh pelayan yang menyambut mereka..Gress di bantu bibi pelayan melangkah karena Gress masih lemas takut terjatuh kata Zethon.


"Baby istirahat dulu ga,aku ke kamar Zo" kata Zethon lalu menuju kamar putra nya di lantai dua.


Gress sendiri hanya mengangguk lalu di tuntun ke lantai atas oleh bibi pelayan.. sesampai nya di lantai atas,Gress berbaring karena tubuh nya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi.


"Apa nyonya butuh sesuatu?" tanya bibi pelayan.


"Bisa minta tolong potongkan buah untuk saya bi,buah yang agak asam tidak apa-apa" kata Gress menyebutkan keinginan nya.


"Baik nyonya,apa ada lagi?" balas sang bibi menyanggupi.


"Emm,tidak ada bi terimakasih" balas Gress tersenyum manis.


"Baiklah kalau begitu,saya permisi ke dapur nyonya" pamit sang pelayan dan di angguki oleh Gress.


Setelah kepergian sang pelayan,Gress memejamkan mata nya dan mencoba merilekskan perut nya yang mual karena jauh dari Zethon.


Seperti nya anak kedua nya ini sangat manja dengan sang ayah..apakah perempuan,tapi jika laki-laki lagi ya tidak apa-apa tetap di syukuri.


Apapun gender nya,anak adalah anugrah yang harus kita jaga karena setiap anak pasti membawa kebahagiaan tersendiri bagi orang tua nya.


Kadang ada yang ingin anak pertama nya laki-laki dan memang rata-rata seperti itu,tapi takdir tidak ada yang tau karena anak adalah titipan dari sang kuasa.

__ADS_1


Apapun jenis kelamin nya sambut lah ia dengan bahagia.


"Baby,kau sedang apa hm..kenapa melamun?" ujar Zethon mengejutkan Gress karena sejak tadi setelah kepergian sang pelayan Gress rupa nya melamun.


"Hahh..sorry Honey hanya melamun tentang jenis kelamin anak kita..apa kau akan bahagia jika anak kedua kita laki-laki lagi?" tanya Zethon menelisik raut wajah Zethon.


"Oh my gosh baby..apapun jenis kelamin anak kedua kita nanti,aku pasti akan sangat amat bahagia karena apapun itu dia tetap lah anak ku,benih yang ku semai di rahim mu,dan juga darah daging ku sendiri..sungguh sangat menyakitkan jika aku tidak mensyukuri apa yang telah Tuhan beri untuk ku..don't worry baby aku akan sangat bahagia apapun jenis kelamin anak kita nanti" kata Zethon menjelaskan bahwa dia akan menerima apapun jenis kelamin anak mereka nanti.


"Thank you honey,I love you" kata Gress terharu dengan sikap Zethon.


"I love you more baby" balas Zethon lalu dia peluk Gress dan dia sembunyikan wajah Gress di dada nya.


Saat mereka sedang asik berbincang,tampak pintu kamar mereka di ketuk dari luar..Zethon bangun dan berjalan menuju arah pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamar mereka.


"Bibi,ada apa?" tanya Zethon menatap bibi di depan pintu.


"Maaf tuan,saya membawakan pesanan nyonya" kata bibi.


Zethon membawa masuk nampan itu kedalam kamar mereka dan meletakkan nya di atas meja nakas dekat ranjang..setelah nya,dia kembali lagi untuk mengunci pintu kamar mereka karena dia tidak mau waktu nya di ganggu saat sedang bersama Gress.


"Baby ayo di makan" kata Zethon lalu mengambil garpu dan piring yang sudah berisi potongan buah itu.


Gress mengangguk dan menunggu Zethon menyuapkan potongan buah itu untuk nya..dia menerima suapan Zethon dengan binar bahagia.


"Honey,aku ingin sesuatu" ujar Gress dengan mata kucing nya.


"Apa baby..jika aku bisa maka aku akan mengabulkan nya" ujar Zethon dengan sabar menantikan apa yang Gress inginkan.


"Aku takut ngidamku akan membuat mu marah" kata Gress dengan tatapan takut karena ngidam nya kali ini benar-benar aneh.

__ADS_1


"Memang apa baby?" tanya Zethon.


"Aku mau bercerai" kata Gress dengan takut-takut.


"Whatttt..apa baby kau tak salah bicara bukan?" pekik Zethon terkaget-kaget mendengar kata-kata yang terucap dari bibir aduhai Gress.


"Hiks..maaf..tapi ini kemauan baby hiks" tangis Gress pecah saat mendengar suara memekik Zethon yang dia kira marah pada nya.


Zethon masih diam mencoba mencerna apa yang tadi Gress katakan..bercerai..oh tuhan apakah anak nya provokatif hingga meminta ibu nya untuk berpisah dari nya.


Apa yang harus dia lakukan.


"Honey kau marah hiks..hiks..huwaaaaa kau marah huhuhu" tangis Gress makin nyaring saat Zethon tak menjawab pertanyaan nya dan hanya diam saja.


Zethon tersadar dari kebingungan nya dan langsung menenangkan istri nya.


"Sssttt bukan marah sayang,maaf maafkan aku..aku hanya terkejut mendengar kata-kata mu tadi baby..sorry aku tidak bisa mengabulkan ngidam aneh mu ini karena aku tak mau berpisah dengan mu dan anak-anak..minta lah hal lain yang mampu ku penuhi tapi tidak untuk perceraian meski pun itu ngidam mu semata" jelas Zethon mencoba memberikan pengertian pada Gress.


"Huhuhu aku hiks..juga tidak mau bercerai hiks" kata Gress masih sesenggukan dalam pelukan Zethon.


Zethon menghela nafas nya panjang mencoba mengerti akan hormon kehamilan yang sedang merasuki pikiran Gress nya..dia akan bersabar dan mencoba untuk mendapatkan jalan tengah nya.


'Tidak akan pernah aku mau bercerai dari istri ku..astaga kenapa anak kedua ku ini sangat provokatif sih' batin Zethon ingin menjitak anak kedua nya yang masih dalam kandungan.


Setelah beberapa saat kemudian,Gress sudah lebih tenang dan tangis nya juga sudah mereda..Zethon menghapus air mata Gress dan ingus nya sekalian dengan tisu yang terletak di atas nakas.


"Sudah nangis nya?" tanya Zethon menatap lekat kedua manik indah sang istri.


Gress mengangguk dengan sisa sesenggukan yang masih awet.

__ADS_1


"Sorry baby, aku tidak mungkin menceraikan mu hanya untuk menuruti ngidam sesaat mu ini..pernikahan bukan lah sebuah mainan yang bisa dengan mudah nya mengucap kata talak..aku menikahi mu dan mengambil tanggung jawab ayah mu karena aku memang mencintai mu setulus hati baby..susah payah aku mendapatkan diri mu masa aku harus melepaskan mu hanya untuk memenuhi ngidam mu..no and never will baby" jelas Zethon memeluk Gress.


__ADS_2