GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI

GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI
Ep_33..Meredam


__ADS_3

"BERANI NYA KAU MEMBENTAK ISTRIKU HAHH,KAU MAU MATI RUPANYA" teriak Zethon tak terima karena Gress di bentak oleh dokter muda tidak tau diri itu.


Dokter itu pun diam tak berani membantah ataupun menjawab,dia ketakutan melihat wajah kelam Zethon yang sangat menakutkan bagi nya.


Gress mengatur nafas nya yang benar-benar memburu..dia harus menahan diri untuk tidak menghajar dokter siallan itu untuk menenangkan Zethon yang kini sedang mode ngamuk.


Gress mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang yang akan membantu menyelesaikan semua kekacauan yang terjadi di ruangan itu,juga tentu nya memecat dokter siallan itu dari rumah sakit keluarga besar nya.


"Uncle datang lah ke ruangan edelweis sekarang juga" ujar Gress lalu memutuskan sambungan telepon sepihak.


Setelah memutuskan sambungan telefon,Gress menyimpan kembali ponsel nya di dalam tas nya lalu dia menenangkan Zethon yang masih sangat murka akibat ulat dari dokter siallan itu.


"Honey, sudah sayang kasihan baby" bujuk Gress pada Zethon sambil mengusap-usap punggung nya.


Zethon benar-benar tidak bisa menerima bahwa istri yang sangat dia cintai di bentak oleh orang lain yang tidak memiliki ikatan apapun.


Orang tua Gress saja tidak akan seperti dokter siallan itu jika marah,sungguh dada Zethon bagaikan di remas saat mendengar bentakan dan tatapan nyalang dokter itu pada istri nya.


"Honey,hey look at me.. Aku baik-baik saja please jangan seperti ini" ujar Gress masih membujuk Zethon dan kini dia memeluk Zethon dari depan berharap agar amarah yang masih ada di dada Zethon segera mereda.


Tak berapa lama kemudian,pintu ruangan itu pun terbuka dan terlihat seorang pria yang tak lagi muda namun masih berkarisma masuk kedalam ruangan itu,dia terkejut melihat ruangan yang dia tau adalah ruangan dokter kandungan jadi seperti kapal pecah.


Tampak dua keponakan nya tengah berpelukan,lebih tepat nya Gress memeluk Zethon yang tampak sedang emosi.


Sedangkan tak jauh dari kedua keponakan nya,tampak seorang dokter wanita yang masih seumuran Gress lebih tua sedikit terlihat begitu ketakutan.


'Seperti nya baru terjadi gempa' batin Gerald adik Grace yang tak lain adalah saudara dari Nelsy ibu Gress.


"Ada apa ini,kenapa bisa seperti ini?" tanya nya menatap dua keponakan nya dan dokter muda itu secara bergantian.

__ADS_1


"Do..dokter Gerald" ucap dokter muda itu terkejut melihat Gerald pemilik rumah sakit tempat nya bekerja mendatangi ruangan nya.


"Dokter Vluchya,bukan kah kau baru mulai bekerja hari ini,lalu apa apa ini kenapa ruangan mu sangat berantakan bahkan alat rumah sakit sampai rusak seperti itu?" tanya Gerald lagi kini dengan tatapan datar nya seakan menuntut jawaban.


Dokter yang di ketahui bernama Vluchya itu gelagapan,dia tidak tau harus memberikan alasan apa untuk mempertahankan karir nya di rumah sakit bergengsi itu.


"Ma..maaf dokter,I..itu pasien itu mengamuk saat saya akan melakukan prosesi USG pada istri nya" kata dokter Vluchya menjelaskan secara singkat.


"Mengamuk,memang kenapa sampai bisa mengamuk?" tanya Gerald lagi dan kini menatap dua keponakan nya.


"Uncle bereskan dia dan jangan sampai dia bekerja di rumah sakit manapun baik swasta maupun rumah sakit terkenal sekalipun" jelas Gress membuat wajah dokter Vluchya memerah padam karena marah.


"HEY KAU" benarkah dokter Vluchya tentu membuat Gerald marah.


"Berani sekali kau memebntak keponakan ku hahh?" pekik Gerald membuat dokter Vluchya menegang kaku saat mengetahui bahwa pasien nya adalah keponakan dari pemilik rumah sakit tempat nya bekerja.


#


"Maafkan uncle sayang,uncle tidak tau jika ada dokter yang modelan seperti itu di rumah sakit ini" kata Gerald saat mereka sudah selesai dengan urusan dokter itu dan kini mereka berada di ruangan Gerald.


"Sudah lah uncle,ini bukan kesalahan uncle juga kan..sebaik nya lebih pastikan kenyamanan pasien karena rumah sakit ini akan terlihat lebih baik lagi dengan review baik dari para pasien nya" jelas Gress menyarankan.


"Benar kata istri ku uncle..lebih perhatian lagi dengan kenyamanan pasien..uncle tidak mau kan anak atau istri uncle mendapatkan penanganan seperti istriku tadi?" timpal Zethon membenarkan istri nya.


Memang kenyamanan bagi seorang pasien harus menjadi prioritas utama rumah sakit,karena tanpa pasien rumah sakit sebesar apapun tidak akan ada arti nya.


"Baiklah uncle akan membuat pengumuman baru nanti.. terimakasih saran kalian..ya sudah sini biar uncle periksa saja" kata Gerald.


"Enak saja" pekik Zethon tidak suka.

__ADS_1


"Cih dasar bucin bin posesif, persis seperti mertua mu" kata Gerald geleng-geleng kepala melihat sikap posesif Zethon yang persis seperti Mark.


Beberapa saat kemudian, Gress selesai di periksa oleh perawat wanita yang tidak lain adalah asisten dari Gerald sendiri.


Perawat itu masih muda,namun pendiam dan hanya fokus pada pekerjaan nya saja tanpa perduli dengan apapun..sistem Gerald itu sudah akrab dengan keluarga Gerald sendiri.


Apalagi Zya,istri Gerald..mereka sudah seperti ibu dan anak yang selalu membuat siapapun iri jika melihat kedekatan mereka,bahkan Gerald sendiri ingin menjodohkan putra sulung nya yaitu Gerrard Zack


Wilson atau yang biasa di panggil Zack dengan asisten nya itu.


"Baiklah uncle,kami permisi dulu bye" pamit Zethon dan Gress pada Gerald lalu keluar dari ruangan Gerald sendiri.


"Sama-sama, hati-hati di jalan" balas Gerald lalu tersenyum dan kembali melanjutkan lagi pekerjaan nya yang tinggal sedikit.


Di ruangan itu hanya ada Gerald dan suster asisten nya..Gerald membuka catatan di depan nya lalu mulai memeriksa nya..sedangkan suster asisten nya itu tengah membereskan ranjang yang tadi di gunakan oleh Gress untuk pemeriksaan.


"Sus,kata istri ku kau di suruh ke rumah nanti malam,apa kau mau?" ujar Gerald sambil mengoreksi data di depan nya.


"Ke rumah keluarga anda dokter,tapi untuk apa?" tanya sis suster sopan.


"Aku tidak tau,jika kau menolak biar nanti aku bilang istri ku saja tidak usah di pikirkan" kata Gerald melihat si suster asisten nya itu dan tersenyum hangat.


"Emm baiklah dokter,mungkin saja istri anda butuh sesuatu nanti malam saya akan datang" akhirnya si suster itu pun mau untuk ke rumah Gerald karena dia memang akrab dengan Zya.


Gerald mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaan nya..sedangkan di sisi lain di rumah keluarga Gerald sendiri,tampak Zya sedang duduk dan di depan nya tampak putra sulung nya yang baru kembali dari perjalanan bisnis nya.


"Apa kau sudah memikirkan hal itu baik-baik Zack?" tanya Zya memastikan agar tidak ada yang terlewat oleh nya.


"Iya mom,Zack mau mencoba nya tapi tolong buat Zack sendiri yang melakukan pendekatan dengan nya..Zack hanya ingin mengenal dia tanpa paksaan dari kalian dan Zack tidak mau dia terpaksa karena melihat siapa kalian" jelas Zack putra dari pasangan Gerald dan Zya dengan dewasa nya.

__ADS_1


__ADS_2