GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI

GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI
Ep_24..Masih Mencari


__ADS_3

"Halo,cari dan temukan putra ku..dia di culik oleh seseorang" kata Zethon pada seseorang di balik sambungan telepon.


"......."


"Aku ingin anakku segera di temukan, kerahkan semua jaringan yang kalian miliki dan bawa si biaddab itu hidup-hidup" balas Zethon dengan kemarahan yang benar-benar sudah pada level teratas.


Setelah mengatakan hal itu,Zethon memutuskan sambungan telefon lalu mulai melajukan mobil nya menuju rumah..dia yakin keluarga nya sudah tau mengenai hal ini,dan dia juga tau bahwa mereka pasti akan merahasiakan hal ini dari Gress yang tengah hamil.


Tidak mungkin keluarga mereka mengatakan hal buruk ini pada Gress,karena bisa mempengaruhi kondisi Gress dan janin mereka.


Yang harus dia lakukan adalah,segera menemukan keberadaan putra nya dan menghabisi si bajjingan itu dengan tangan nya sendiri.


Sampailah Zethon di rumah,dia di sambut oleh mertua nya Mark dengan tatapan mata yang tak bisa dia baca..dia siap menerima konsekuensi nya jika sang mertua menghajar dirinya.


Zethon keluar dari mobil nya dan berjalan menuju Mark yang masih diam menatap kedatangan nya di teras rumah mewah itu.


"Dad,apa daddy sudah tau?" tanya Zethon setelah berbasa-basi sebentar.


"Hm,ke ruang kerja Daddy" balas Mark dengan nada datar nya lalu berbalik tanpa menunggu jawaban Zethon.


Setelah Mark berjalan masuk kedalam rumah,Zethon menghela nafas nya panjang dan mengusap wajah nya yang benar-benar sedang bingung dan panik lalu mulai mengikuti sang mertua.


"Hufttt Daddy harap kau baik-baik saja boy,Daddy janji akan menemukan mu sesegera mungkin" gumam Zethon lalu berjalan masuk kedalam rumah dan menuju ruang kerja sang mertua.


Saat Zethon sampai di ruang keluarga,dia melihat Nelsy mertua nya dan Gress sedang duduk dan berbincang.


Mereka melihat kedatangan nya dan Gress bangkit menghampiri Zethon lalu memeluk nya dan menghirup aroma tubuh Zethon..entah kenapa dia suka sekali menghirup aroma Zethon sepulang dari kantor.

__ADS_1


"Honey,mana Zo?" tanya Gress celingukan mencari keberadaan putra tampan nya.


"Hm,I..itu sayang emm Zo dengan Daddy Benny katanya mau jalan-jalan" kata Zethon berbohong.


"Oh ya sudah lah tidak apa-apa..mandi lah dan tinggalkan baju ini di atas ranjang,aku suka mencium bau mu sepulang dari kantor dan ini bukan kemauan ku tapi baby" kata Gress menyuruh Zethon mandi dan meninggalkan baju nya bekas pakai dia tas ranjang .


Zethon terkekeh kecil namun dalam hati nya dia ingin menangis karena putra nya belum ada kabar dimana dia berada..melihat wajah bahagia Gress dia jadi tidak tega jika harus memberitahu hal ini.


Dia tidak mau senyum sang istri hilang dan berganti menjadi tangis pilu yang mampu menyayat hati dan jiwa nya..dia tidak mau Gress sedih dan malah akan berdampak pada kehamilan nya.


Saat ini yang bisa dia lakukan hanya lah mencari keberadaan putra nya dan menghabisi si dalang..dia janji ini adalah keteledoran untuk pertama dan terakhir mereka.


"Istirahat lah,aku ke ruang kerja Daddy dulu,ada urusan..jangan nakal oke" ujar Zethon lalu pamit pada ibu mertua nya dan istri nya.


Zethon bergegas menuju ruang kerja sang ayah mertua nya..dia deg-degan dan gugup dengan apa yang akan ayah mertua nya katakan karena dia tau dirinya juga ikut bersalah dalam penculikan Zonash.


Sampai lah dia di depan ruang kerja Mark, Zethon menghela nafas panjang lalu dia ketuk pintu itu dan tak lama kemudian,terdengar suara sahutan dari dalam.


"Dad" panggil Zethon pelan dan semakin mendekati Mark.


Zethon kini berdiri di belakang Mark dan menanti apa yang akan mertua nya katakan..Mark berbalik dan menatap tajam Zethon lalu dia berucap.


"Duduk" titah Mark pada Zethon lalu dia pun duduk di sofa sebrang.


Zethon duduk di sebrang Mark,dia agak gugup karena bukan dia tidak tau siapa Mark,dia tau bahwa mertua nya itu adalah seorang PSYCHOPATH yang tak kenal ampun di masa muda nya.


Ya dia telah mencari tau tentang keluarga istri nya,semua nya..termasuk Gian si next hungry lion menggantikan mendiang Reyhan Jade Wilson yang telah berpulang di usia nya yang menginjak 85 tahun.

__ADS_1


"Jadi apa kau sudah melakukan sesuatu untuk menemukan Zonash?" tanya Mark membuka percakapan.


"Sudah dad, Zeth mengerahkan semua orang kepercayaan Zeth untuk mencari keberadaan Zo" balas Zethon mantap meski dia sedikit gugup.


"Bagus..apa kau tau siapa yang berani menculik cucu kesayangan ku?" tanya Mark masih dengan nada yang datar dan dingin.


"Maaf dad, Zeth belum ada siapa orang itu tapi Zeth akan berusaha untuk segera bisa menemukan orang itu" jawab Zethon tegas karena dia benar-benar akan menemukan orang itu.


"Hm,kau butuh bantuan Daddy?" tanya Mark masih sama seperti di awal.


"Boleh dad,bukan kah semakin banyak maka semakin besar peluang kita menemukan Zo?" ujar Zethon mengangguk mantap.


"Good,Daddy anggap ini adalah kesalahan pertama dan terakhir mu Zeth..tidak ada yang kesekian kali..apa kau paham?" kata Mark dengan tatapan entah lah karena Zethon sendiri tak mampu membaca nya.


"Baik dad"


#


"DIAM KAU BOCAH SIALLAN" bentak seseorang yang sangat kesal mendengar tangis anak yang dia culik.


"Huhuhu mommyyyyyy, daddyyyyyy huhuhu Zo takut hiks hiks" tangis Zo kian pecah saat dia mendengar bentakan orang yang menculik nya.


"Jika kau tak mau diam maka akan ku bunuh ayah dan ibu mu..apa kau mau HAHHH???" ancam orang itu pada Zonash yang mana membuat Zonash terdiam langsung tak mau membuat kedua orangtuanya kenapa-kenapa.


Zonash menggelengkan kepala nya sebagai tanda bahwa dia tidak mau ayah dan ibu nya kenapa.


"Bagus jika kau mau diam..jangan khawatir jika nanti Daddy dan mommy mu datang aku akan mengirim kalian ke tempat yang sangaaaaat indah..kalian akan bersama selama nya di sana" ujar orang itu sambil menatap tajam Zonash yang tampak sekali ketakutan namun masih berusaha menahan air mata nya dan juga suara tangis nya agar tak membuat orang itu marah lagi.

__ADS_1


Orang itu pun meninggalkan Zonash sendirian di ruangan yang lembab dan juga gelap hanya di sinari cahaya dari celah tembok yang retak di beberapa sisi.


"Mommy,Daddy Zo takut hiks..jemput Zo mom,dad Zo takut huhuhu" tangis Zo kembali terdengar saat orang itu sudah pergi dari ruangan dimana dia berada.


__ADS_2