GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI

GADIS BAR-BAR PUJAAN HATI
Ep_7..Entahlah


__ADS_3

Gress dan Zeth saat kini sedang berada di ruang makan di villa itu.. Gress masih diam tak mengatakan apapun.


Zethon sendiri sangat tau perasaan Gress saat ini..dia membiarkan Gress dulu karena dia tau Gress saat ini masih butuh waktu untuk mencerna semua yang sudah terjadi pada nya.


Selesai dengan sarapan,kini Zethon memutuskan untuk pulang saja karena suasana nya masih belum jelas..Gress pun hanya mengangguk saja saat Zethon mengajak nya pulang.


Selama dalam perjalanan mereka berdua hanya diam sambil fokus pada apa yang tengah mereka lakukan..Zethon fokus menyetir juga berpikir untuk segera menikahi Gress.


Sedangkan Gress,dia sedang berpikir untuk membalas perbuatan Brandon pada nya dan juga berpikir apa yang harus dia katakan pada keluarga nya nanti.


Dia tau bahwa Zethon akan mempertanggung jawabkan perbuatan nya,tapi dia belum mengatakan bahwa dia bukan keluarga asli dari bibi pelayan.


Dia tak mau kebohongan nya terbongkar dan malah akan membuat Zethon menganggap nya hanya berpura-pura saja..dia memang sudah nyaman dengan Zethon karena dia adalah pria pertama yang mau berteman dengan nya tanpa perduli status nya.


"Gress" panggil Zethon membuyarkan lamunan Gress.


"Hah..i..iya ada apa?" jawab Gress sedikit terlonjak kaget.


"Apa kau benci dan marah pada ku?" tanya Zethon sambil menoleh sebentar ke arah Gress.


"Hah.. maksud mu?" tanya Gress belum konek.


"Kau membenci ku karena kejadian malam kemarin?" ujar Zethon sekali lagi.


"Hufttt..aku tidak marah dan juga tidak benci..aku hanya marah pada pria bajjingan itu saja Zeth dan aku juga butuh waktu untuk bisa menerima kenyataan ini" jelas Gress mengutarakan kegundahan nya sejak tadi.


"Baiklah..aku paham dan aku minta maaf sekali lagi..sungguh aku qkan bertanggung jawab atas semua yang telah ku lakukan pada mu" kqta Zethon dengan mantap menatap Gress sejenak.


"Hm I know" balas Gress lalu kembali menyandar kan kepalanya.


#


"Masuk lah besok aku akan kemari lagi untuk melamar mu pada nenek mu..siap atau tidak aku akan tetap ke sini dan kau..jangan coba-coba lari atau aku akan memakan mu lagi dan ku penjarakan kau dalam istanaku.. understand baby" kata Zethon membuat Gress mengangkat alis nya sebelah lalu terheran-heran melihat Zethon yang sudah tancap gas menuju rumah nya sendiri.

__ADS_1


"Dia menyebalkan tapi juga sangat perhatian..ishhh apa-apaan kau Gress,jika mommy dan Daddy tau habis lah kau" gumam Gress lalu memasuki rumah kecil yang dia tinggali selama ini.


Gress masuk dan melihat ayah nya sedang duduk di ruang tamu sambil mengobrol dengan bibi dan suami nya.. Gress terkejut dengan kedatangan ayah nya yang sangat tiba-tiba itu..untung saja tadi Zeth tidak mampir kalau mampir bisa jantungan Gress.


"Dad..you here?" ujar Gress masih terkejut.


"Hay princess..kau darimana kenapa pulang jam segini hm?" tanya Mark sambil memeluk Gress dan di balas oleh Gress.


"Aku habis dari pesta kelulusan dad dan aku menginap di villa teman ku..kau datang jam berapa kenapa pagi sekali?" jawab Gress jujur.


"Daddy datang jam 8 tadi.. bagaimana sekolah mu..apa kau mau melanjutkan nya ke perguruan tinggi di luar negeri?" tanya Mark lalu mendidikan Gress di sofa bersebelahan dengan nya.


"Entah lah dad..aku masih belum tau harus bagaimana" jawab Gress yang memang kini tengah bingung.


"Hmm apa kau mau bekerja saja seperti Kaka mu Greyson?" tanya Mark memberi pendapat.


"Aku kan belum pernah terjun langsung dad..nanti yang ada kantor mu bangkrut bagaimana?" ujar Gress.


"Hahaha astaga Princess ku ini sangat menggemaskan..tidak akan sayang" kata Mark sambil tertawa.


Dan mereka pun mengobrol sejenak sebelum Mark pulang ke mansion kembali.. sebenarnya Mark sangat merindukan putri tercinta nya itu,tapi dia tidak boleh egois dengan keinginan nya.


Gress memiliki niat yang baik karena ingin hidup mandiri dan tidak menggunakan nama besar orangtua dan keluarga nya untuk bertahan hidup di dunia luar..dia patut mengacungi jempol putri nya itu karena berani mengambil langkah ini.


"Bi,apa daddy bertanya macam-macam tentang keseharian ku?" tanya Gress setelah sang ayah pergi dari rumah itu.


"Tidak nak..Daddy mu hanya merindukan mu dan berharap semoga kau bisa segera kembali ke rumah" kata bibi pelayan menjelaskan.


"Hmmm begitu..baiklah jangan bicara yang aneh-aneh ya bi nanti Daddy memaksa Gress pulang..Gress sudah betah di sini" kata Gress lalu memeluk bibi pelayan yang sudah dia anggap nenek nya sendiri.


Gress pun memutuskan untuk masuk ke kamar nya..dia hanya ingin memikirkan langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya setelah ini..Daddy dan keluarga nya yang lain belum tau pasal diri nya yang sudah tak lagi suci.


Entah apa yang akan terjadi nanti jika Zethon benar-benar datang dan melamar nya..dia pasti akan menerima nya,tapi bagaimana dengan kedua orangtua nya dan juga keluarga nya.

__ADS_1


"Arghhh aku benar-benar bingung..ck semua gara-gara Brandon siallan itu" gumam Gress lalu menenggelamkan wajah nya pada bantal.


#


"Apa dad..siang ini..Daddy jangan ngawur" kata Zethon yang terkejut karena ayah nya mengatakan akan ke luar negeri siang ini.


"Daddy tidak sedang bercanda nak..Daddy harus berangkat nanti jam 11 siang ini..nanti Daddy akan kabari jadwal mu" kata sang ayah lalu memeluk sang putra dan keluar dari rumah menuju mobil yang sudah siap menyambut nya.


"Baiklah Daddy hati-hati di jalan kabari Zeth kalau sudah sampai" kata Zethon lalu melambaikan tangan nya pada sang ayah.


"Baiklah kau juga hati-hati jaga diri mu" kata sang Daddy lalu mobil itu pun meninggalkan pelataran rumah.


Zethon pun masuk kedalam rumah nya dan menuju kamar..nya untuk membersihkan diri..padahal dia belum mengatakan pada sang ayah kalau dia ingin melamar dan menikahi Gress.


"Hufttt..baiklah semoga Daddy tidak lama di sana jadi aku bisa segera menikahi Gress ku" kata Zethon lalu mengguyur tubuh nya di bawah pancuran shower.


Malam pun menjelang..ayah Zethon pun sudah mengabarkan bahwa dia sudah sampai di negara tujuan nya..Zethon senang dan meminta sang ayah untuk segera kembali karena dia ada sesuatu yang ingin dia katakan.


Sang ayah Hanay mengiyakan saja dan berusaha semampu nya agar pekerjaan nya segera selesai..dia juga penasaran dengan apa yang ingin putra semata wayang nya itu katakan.


Menjelang tengah malam tiba-tiba ponsel Zethon berdering..Zethon membuka mata nya dan meraba-raba keberadaan ponsel nya..dia mengambil ponsel nya dan menggeser tombol hijau di layar nya.


"Hmm" jawab Zethon karena dia masih ngantuk.


"......."


"Apaaaaaa..jangan bercanda" kata Zethon dengan mata nya yang melotot terkejut.


"......."


"Baik saya segera kesana" kata Zethon lalu bangun dan bersiap.


Zethon telah siap dengan semua yang dia perlukan tentu yang penting-penting saja yang dia bawa.. dia segera memesan tiket pesawat menuju negara dimana sang ayah berada malam itu juga.

__ADS_1


Sepanjang jalan Zethon sangat gelisah dan tidak bisa berbuat apapun selain bersabar dan berdoa demi kebaikan semua.


__ADS_2