Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Kabur


__ADS_3

"Apa kalian bodoh...?!"


"Ma..maaf tuan...tapi wanita yang anda minta kami cari memang benar-benar sudah tidak ada di gedung ini"


"Bukankah dia karyawan mess disini?!"


"Memang betul tuan,tapi sepertinya wanita itu sudah pergi sejak dini hari,tidak ada apapun selain peralatan dari kantor.."


"Sial....!!"


Praakkk...!!


Para bawahan Kay hanya bisa menahan diri dengan diam saat tuan mereka sedang kumat seperti ini.


Kay yang mempunyai kepribadian buruk dengan amarahnya yang meluap-luap tak jarang melemparkan benda apa saja yang berada di sekitarnya,seperti sekarang.


Darah segar mengalir melewati alis tebal milik Jon,bodyguard setia Kay dengan tubuh yang besar dan kekar.


Jon sudah lama bekerja dengan tuannya itu,lelaki berkepala plontos itu tak mengernyit sedikitpun walau dahinya kini sudah berlumuran darah.


"Cepat cari wanita itu sampai ketemu...! aku tidak mau mendengar laporan gagal kali ini..."


Jon dan para bawahannya langsung menunduk hormat,kemudian melenggang pergi meninggalkan Kay yang masih emosi disana.


"Sial..sial...!! kemana wanita itu pergi...?!"


Dia tidak boleh kehilangan jejaknya...! kalau wanita itu melaporkannya pada media bisa hancur reputasinya.


Meski Kay sendiri bisa mengatasi hal itu sendiri jika itu sampai terjadi,tapi tetap saja perusahaan akan tetap mengalami kerugian,dan yang paling penting keluarganya tidak ada yang boleh tahu..terutama Zivanya.


Mantan kekasihnya itu tidak boleh mendengar kasus dirinya memperk*sa gadis OG di perusahaannya sendiri.


Meskipun Zivanya ada di luar negeri tapi tidak menutup kemungkinan dia bisa mendengar berita tersebut.


"Aku harus menemukannya...bagaimanapun caranya itu!",gumamnya sembari memijit kepalanya yang merasa pusing.


Kay tidak pernah merasa sefrustasi ini,tadi malam baru saja ia menghabiskan malam yang panas dan penuh gairah.


Tapi tak disangkanya ia langsung ditinggalkan begitu saja oleh wanita itu tanpa satu katapun.


Selama hidupnya wanita yang selalu mengejarnya dan tunduk di bawah kuasanya,tapi apa sekarang?


Wanita yang hanya OG itu bahkan meninggalkannya setelah mereka bercinta semalaman,dan itu mengusik ego sang Kaylan,lelaki sempurna yang bisa mendapatkan apapun selama hidupnya.

__ADS_1


"Akan kubuat pelajaran untukmu kucing kecil...!",geramnya sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Saat ini ia sungguh marah,Kay merasa sangat direndahkan saat wanita itu tiba-tiba meninggalkannya seolah tidak ingin melihat lagi keberadaanya.


***


Clara meremas tas yang berisi beberapa baju dan peralatan yang ia punya dari pemberian lembaga tempat ia mengungsi dulu.


Tubuhnya menggigil dibawah halte dipinggiran kota yang entah dimana itu.


Clara hanya menyeret kakinya sejauh yang ia bisa,ia harus kabur dari tempat terkutuk itu.


Tempat dimana semuanya yang ia miliki telah direnggut secara paksa.


Hingga akhirnya kakinya merasa sudah sangat lelah,tubuhnya sudah tidak bisa diajak kompromi dan akhirnya memilih beristirahat disebuah halte yang sepi.


Bibir dan wajah gadis itu terlihat sangat pucat,angin yang disertai gerimis kecil menambah tubuhnya yang kurus itu menggigil hebat.


Tak ada siapapun yang bisa menolong karena memang tempat itu jauh dari keramaian,daun-daun kering berjatuhan dengan sangat tidak sopannya bertebaran menempel di beberapa titik tubuhnya,membuat Clara terlihat seperti gembel dengan rambut yang sudah acak-acakan.


Melihat gerimis mulai deras,Clara memilih berjalan lagi,ia harus menemukan tempat untuk bermalam hari ini,setidaknya ia tidak boleh kehujanan jika ingin tetap hidup.


Jalanan yang sepi membuatnya tak perlu menengok ke kiri dan kekanan,sampai akhirnya selang beberapa detik berlalu suara deru mobil terdengar semakin mendekat dengan begitu kencangnya dan...


Tubuh kurus yang sedang menggigil akibat kedinginan itu terpental cukup jauh dari tempatnya berjalan tadi.


Suara benturan terdengar semakin keras akibat kesunyian yang sebelumnya tercipta.


Tuhan...sungguh tidak adil...


Kenapa dia harus mengalami semua takdir ini?


Meskipun Clara tahu tidak seharusnya ia mencaci dan mengeluh pada Tuhannya,tapi rasanya ia sungguh sudah tidak kuat.


Ia memilih pergi dari pulau tempat ia paling sengsara disana dan berharap mempunyai hidup baru yang bahagia.


Tapi apa...?


Hari pertamanya kerja ia sudah keilangan segalanya,kerormatan yang ia jaga sepenuh hati hilang direnggut oleh atasannya sendiri dan sekarang ia tertabrak mobil ditengah gerimis.


Bahkan alam pun mendukung kesengsaraannya,langit mendung dan air langit yang berjatuhan menimpa kulitnya yang pucat.


Clara tersenyum memandang langit yang mulai buram diatasnya.

__ADS_1


Apa ini akhirnya...? apa aku akan mati seperti ini...?


Tapi aku tidak mau...Teo...


Masih ada lelaki itu yang harus ia temui,Clara masih mempunyai mimpi yang belum terwujud,ia ingin bertemu Teo...!


Tapi tubuhnya yang sedang lemah itu tak bisa menahannya lagi,rasa pusing yang menyergap mulai merayapi kepalanya.


Nyeri diseluruh tubuhnya mulai menyebar seperti parasit membuat saraf-sarafnya tak bisa bekerja dengan baik,terutama kakinya.


Hingga akhirnya kelopak matanya mulai menutup,sampai saat itu Clara mendengar suara teriakan seseorang yang mulai memanggilnya,mendekat.


...


Bau yang sangat menyengat langsung masuk kedalam hidungnya,membuat Clara menyipitkan wajah.


Itu sebuah bau yang sangat aneh dan juga asing baginya...baru kali ini dirinya mencium bau seperti ini dan itu mengusik kenyamanannya.


Dari dulu hidupnya hanya itu-itu saja,semuanya tentang hal mencari makan dan bertahan diri.


Tak ada waktu untuk bergaul dengan teman sebaya sembari mempelajari hal-hal tentang kota dan segala gaya hidupnya.


Seperti saat ini,Clara tidak tahu ia sedang ada dimana,tapi satu hal yang dapat ia pastikan,ia tidak mati.


Matanya menangkap sebuah selang menyambung kearah lengannya,dan rasa sakit saat mencabut selang itu dari kulitnya,rasa nyeri langsung menyerang.


Darah segar langsung keluar dan mulai menyembul dari balik kulitnya,menimbukan baju berwarna biru yang dikenakannya bercampur warna merah segar.


Aku dimana...?!


Clara ingin kabur...ia tidak boleh berada disana terlalu lama,apalagi ia tak tahu siapa yang menemukannya.


Ditatapnya ruangan yang sangat luas itu,ruangan yang di dominasi warna putih dengan beberapa kursi besar yang berada tak jauh dari tempat dirinya sekarang.


Tubuhnya secara refleks langsung bergetar hebat saat otaknya yang kecil itu membayangkan hal-hal tentang lelaki itu.


Bagaimana jika lelaki itu...bossnya telah menemukannya? dan sekarang ia sedang dikurung ditempat ini...?


Secara implusif Clara langsung melompat dari atas ranjang dan berniat langsung berlari,ia harus kabur sebelum orang itu menemuinya.


Tapi sayang,sebuah suara dari arah pintu terdengar saat dirinya sudah mulai mendekat.


Clara terkejut bukan main sampai ia memundurkan langkahnya tanpa persiapan,membuat badannya yang masih belum stabil langsung jatuh terduduk diatas lantai.

__ADS_1


Matanya melotot melihat pria yang sedang menatapnya dari arah pintu tanpa bisa melakukan apapun lagi.


__ADS_2