Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Terenggut


__ADS_3

Clara berlari dengan cepatnya,gadis itu bahkan tak menghiraukan sapaan rekan kerjanya.


Meski tubuhnya kecil tapi sungguh ia berlari bagai atlet maraton atau seperti kelinci.


Braakk...!


Ditutupnya pintu kamarnya dengan sangat keras,kamar mess yang baru ia tempati satu hari itu ia kunci rapat-rapat.


Clara bodoh! apa yang kau lakukan??!


Bisa-bisanya ia mengalami hal seperti itu di hari pertama ia bekerja!


Memergoki bosnya yang sedang bercinta di dalam ruangan dan sampai ketahuan.


Apa aku akan dipecat? bagaimana ini?


Gadis itu bergetar ketakutan,ingatan tentang tuan Kay yang memarahinya dengan tatapan yang tajam membuatnya bergidik ngeri.


Padahal ia sudah diberitahu jangan sampai mencari gara-gara dengan tuan Kay,tapi malah ia langsung berurusan dengan orang itu.


Jika aku dipecat,apa yang harus kulakukan...


Dia telah menolak tinggal di pengungsian dan memilih langsung bekerja,jika ia ditendang dari perusahaan ini kemana ia akan tinggal?


Hanya perusahaan ini yang menyediakan tempat mess untuk ditinggali secara gratis,bahkan gajinya juga sangat besar walaupun hanya bekerja sebagai OG.


Sekarang aku harus lebih berhati-hati lagi..


Setelah menenangkan fikiran dan hatinya,Clara beranjak keluar dari kamarnya dan langsung pergi ke pantri terlebih dahulu,ia akan menyelesaikan pekerjaan di dapur saja.


Untuk bagian ruangan presdir ia akan melakukan perkerjaannya nanti malam,disaat Tuan Kay sudah pulang dan ia tak harus bertemu dengan orang itu lagi.


***


Waktu terus berjalan,hari semakin larut dan satu persatu pegawai kantor Pramanta itu mulai pergi meninggalkan kursi kerjanya masing-masing.


Ruangan setiap difisi yang tadinya ramai kini berubah menjadi sepi dan lenggang.


Jadwal kerja di perusahaan ini dimulai pukul sepuluh pagi dan pulang tujuh malam.


Clara bertugas membersihkan lantai paling atas yaitu lantai khusus pemilik perusahaan ini tuan Kaylan setiap waktu istirahat dan waktu malam.


Karena ia tinggal di bagian belakang perusahaan jadi Clara ditugaskan bekerja juga di malam hari saat jam bekerja sudah selesai.

__ADS_1


Tangannya yang mungil itu mengangkat ember dan beberapa alat kebersihan menuju lantai atas.


Dipencetnya dengan hati-hati tombol lift yang menurutnya sangat ajaib itu.


Clara masih awam dan juga masih merasa sangat takjub dengan benda bernama lift itu.


Sebuah benda yang bisa mengantarnya kesuatu tempat tertinggi ditempat ini tanpa harus merasa kelelahan.


Diang tadi ia sudah diajarkan oleh rekan kerjanya,dan ini sudah kedua kali ia menaiki lift itu,tapi tetap saja itu tak bisa mengurangi rasa takjubnya.


Tuan Kay bernar-benar orang yang luar biasa..


Pria itu adalah pemilik perusahaan ini sekaligus salah satu usahawan muda yang berpengaruh di negeri ini,itu yang Clara dengar dari ketua tim.


Meski Clara telah melihat hal yang tidak senonoh dari diri tuan Kay siang tadi,tapi ia tak bisa membantah jika lelaki itu memang luar biasa.


Ting...!


Suara lift yang berhenti langsung menyadarkan Clara dari lamunannya,ia segera melangkahkan kaki mulai menapaki lantai paling atas gedung yang terasa dingin itu.


Gelap dan senyap,itulah keadaan yang ia rasakan saat ini.


Teman-temannya bekerja dilantai bawah secara acak,hanya dirinya sendiri yang membersihkan lantai itu.


Ia sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri bahkan semenjak ia kecil,jadi untuk hal seperti ini Clara tak merasa terbebani.


Saking asyiknya bekerja Clara tak menyadari ada sepasang mata yang sedang menatapnya dengan tatapan yang intens.


Tubuhnya meliuk-liuk memaju mundurkan pel terlihat begitu seksi bagi lelaki itu.


Kay menatap Clara dengan tatapan yang sulit diartikan.


Anak rambut Clara yang menjuntai menghiasi wajah manisnya membuat Kay susah menelan salivanya.


Butiran-Butiran keringat bermunculan di dahinya dan dengan sangat tidak sopan keringat itu mulai meluncur di leher wanita itu membuat Kay tidak bisa menahannya lagi.


Lelaki itu langsung menarik tangan Clara dengan kasar kemudian menggendong wanita itu membawanya kedalam ruang kerjanya.


Clara sangat terkejut saat merasa ada seseorang yang menariknya dengan kasar dan langsung membawanya seperti karung.


Bugh...!


Clara mendesis saat merasa tubuhnya jatuh begitu keras di sebuah sofa,belum hilang keterkejutannya itu Clara tambah terkejut saat merasa sesorang mulai menindihnya.

__ADS_1


Matanya melebar saat melihat tuannya Kay berada di atasnya,menatapnya dengan tajam bagai predator yang melihat mangsanya.


A..apa...?!


Kay yang melihat kesempatan saat gadis dibawahnya itu kebingungan itu langsung melancarkan aksinya.


Meraih tangan gadis itu dan membawanya keatas kepala untuk meminimalisir terjadinya penolakan.


Dan benar saja setelah ia melakukan itu gadis itu mulai berontak dan berusaha keras untuk melepaskan diri.


"Dengarkan aku ..! kau harus membantuku sekarang..aku akan memberikanmu hadiah yang banyak nanti...!",ucapnya dengan suara serak.


Clara menggelengkan kepalanya,gadis itu mulai menangis dengan diam dan menggerakan tubuhnya dengan sekuat tenaga.


Tapi usahanya itu sudah pasti sia-sia karena perbandingan tubuh dan kuatnya dengan lelaki di atasnya ini.


Perbuatannya yang seperti itu malah semakin memancing amarah dan gairah Kay.


Lelaki itu tak menyangka Clara akan tetap menolaknya meski sudah mengenali wajahnya,bahkan Kay juga sudah mengatakan tentang hadiah yang akan ia berikan pada gadis itu.


Tapi gadis itu tetap memberontak tanpa suara dibawahnya.Biasanya para gadis yang ia tiduri akan memohon agar ia tetap memguasai tubuh mereka,memeberikan kepuasan yang memabukan ditambah hadiah yang ia berikan nanti.


Kay selalu memberikan para gadisnya hadiah setelah mereka bercinta,hadiah yang sepadan seperti cek,mobil,rumah bahkan apartemen,akanya banyak gadis yang ingin bersamanya.


Tapi Kay mudah sekali bosan,ia sering bergonta-ganti wanita,bahkan sudah banyak artis dan model papan atas yang tidur dengannya,tak terkecuali Alana.


Hanya gadis itu yang bertahan cukup lama dengannya,Kay menyukai gadis yang tak terlibat dengan lelaki lain seperti Alana.


Meski Alana tidak perawan saat bersamanya,tapi setidaknya wanita itu tidak bermain dengan lelaki lain,karena Kay paling membenci itu.


Semua gadis yang bersamanya memiliki paras yang cantik,bentuk tubuh yang tinggi dan seksi serta bisa memanjakan Kay diatas ranjang.


Tapi gadis ini yang hanya seorang OG,pendek dan hitam menolaknya mentah-mentah,dan Kay merasa sangat tersinggung.


Kalau tidak dalam pengaruh obat dirinya tidak akan mau meniduri wanita itu.


Namun nyatanya badannya semakin terasa panas,rasa pusing dan tidak nyaman di sekujur tubuhnya semakin menjadi.


Pandangannya semakin berkabut dan gairahnya naik,kaki Clara yang bergerak mencoba menendang lelaki itu malah membuat celah bagi Kay.


Segera dengan cepat lelaki itu memposisikan dirinya diantara paha Clara,menghimpitnya dengan badannya yang besar.


"Kau harus mematuhiku malam ini...",ucapnya sembari tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2