
"Hei bro...kenapa baru sampai?"
"Tiba-tiba ban gue bocor...jadi gue lamaan dikit,sorry ya..."
"Nggak papa...gue malah seneng kalo lo telat" ,ucap Kaylan.
Aiden hanya tertawa sembari geleng-geleng kepala mendengar gurauan temannya itu.
Padahal tanpa diketahuinya Kaylan benar-benar serius dengan ucapannya.
"Tumben lo anteng",ucapnya sembari meletakan jas miliknya diatas sofa,disusul dengan beberapa pelayan yang mengambil jas miliknya dan memberikan minuman untuknya.
"Gue emang orangnya penyabar...pembantu lo juga ngasih pelayanan yang memuaskan makanya gue betah",ucap Kaylan dengan senyum khasnya.
"Ck...sejak kapan lo peduli dengan pembantu disini...",biasanya lelaki itu teriak-teriak tidak jelas dan sering uring-uringan saat menunggu Aiden pulang.
Tapi kali ini Kaylan terlihat berbeda,dia lebih diam dan wajahnya tidak terlalu buruk,maksudnya ekspresinya yang tenang tanpa mengerutkan kening.
"Haha..mulai sekarang gue bakal peduli dan sering main kesini,soalnya betah"
Lagi-lagi Aiden hanya memutar bola matanya malas,mendengar gombalan Kaylan yang tak biasa membuat Aiden berfikir mungkin temannya itu sedang bahagia.
Sudah sedari kecil ia kenal dengan Kaylan,dan Aiden sudah sangat faham dengan karakteristik lelaki di depannya ini.
Emosi Kaylan bagi Aiden sangatlah mudah di tebak,lelaki itu akan banyak diam jika sedang banyak masalah.
Dan kebalikannya juga,Kaylan akan banyak bicara dan lebih terbuka saat lelaki sedang senang ataupun nyaman.
Jika ditakar mungkin 80% Kaylan sering marah dan 20%nya lagi lelaki itu banyak diam,tidak ada ramahnya sama sekali.
"Jadi...kenapa lo dateng sekarang?"
Dilihat jam juga baru pukul dua sore,biasanya lelaki itu akan mengajak berkumpul di tempat club milik Kenzo,mereka juga akan menghabiskan malam dengan bersenang-senang.
Lagipula mana pernah Kaylan sabar menunggunya seperti ini.
"Ini seperti bukan dirinya..."
Dari awal Aiden sudah merasa curiga,perangai Kaylan yang tenang dan senyum yang selalu terukir di bibirnya membuatnya merasa tak nyaman,hal itu sangat tabu baginya yang sudah faham dengan sifat lelaki itu.
"Gue cuma iseng pengin liat lo aja... lo jarang nongkrong lagi,jadi gue fikir lo menyembunyikan wanita cantik dirumah..makanya gue bakal ngepastiin sendiri dulu..."
__ADS_1
Aiden tersentak mendengar perkataan temannya itu,kenyataannya ia memang sedang fokus dengan Clara...gadis yang ia rawat dengan sepenuh hati.
Ia bahkan sampai lupa berkumpul dengan teman-temannya,Aiden merasa lebih betah dirumah semenjak ada Clara.
Dan itu tak bisa ia ceritakan pada teman-temannya sekalipun Kaylan teman masa kecilnya.
Aiden hanya ingin Clara sembuh dulu,wanita itu masih ada pada tahap penyembuhan dan mungkin saja masih takut lelaki.
Aiden ingin mengenalkan Clara saat gadis itu sudah merasa nyaman dan benar-benar sembuh.
Dan pada saat itu juga ia ingin mengatakan pada Clara bahwa ia ingin serius dengannya.
Aiden ingin membuat Clara menjadi keluarga seutuhnya,tentunya dengan mengangkatnya menjadi adik sahnya dalam negara.
Karena entah mengapa hatinya begitu terpaut dengan gadis itu,Aiden merasa sangat ingin melindungi Clara dengan tangannya sendiri.
Ia tak mau Clara terus bekerja dirumahnya sebagai pembantu,yang Aiden inginkan Clara menjadi anggota keluarganya.
Menjadi adik yang ia sayangi yang selalu berada dalam pengawasannya.
"Oh ya...ngomong-ngomong lo punya pembantu baru ya...gue liat ada anak baru disini",tanya Kaylan dengan wajah yang datar.
Lain halnya Aiden yang tak bisa menyembunyikan keterkejutannya,ia tak menyangka Kaylan akan menanyakan Clara.
Aiden mengawasi setiap gerak-gerik Kaylan,lelaki itu hanya menganggukan kepala ringan sembari menyeruput kopi yang sudah disediakan sebelumnya.
"Mungkin aku yang berlebihan..?"
Kaylan terlihat begitu tenang,lelaki itu tidak menanyakan apa-apa lagi,sepertinya dugaannya terhadap temannya itu berlebihan.
Aiden menghembuskan nafas beratnya,gara-gara takut Kaylan akan mengusik Clara ia jadi berfikir berlebihan.
***
Suasana sunyi dicampur hembusan angin lirih menambah suasana ketegangan pada malam hari ini.
Clara mengendap-endap dibalik tembok yang minim pencahayaan.
Meski ia tahu semua orang pasti sudah tidur tapi tidak ada salahnya ia berjaga-jaga agar tidak ketahuan.
Perlahan tangannya yang kurus itu membuka kunci pintu dapur menuju halaman belakang,setelahnya ia keluar dengan cara yang sama,mengendap-endap lagi.
__ADS_1
Sampai akhirnya tangannya mencekram tas yang ia bawa kuat-kuat,kakinya yang tadi berjalan dengan lancarnya kini berubah pelan.
Seperti menggendong batu yang berat Clara merasa sangat sulit untuk melangkah,tapi ia tak ada pilihan lain.
Seseorang sudah menunggunya di dalam mobil di depan pintu gerbang milik Aiden.
Dan saat melihat pintu kaca yang terbuka,menampilkan sosok yang sudah membuatnya resah sedari tadi pagi tadi menatapnya dengan tatapan penuh intimidasi,membuat Clara mau tak mau tetap melanjutkan langkahnya.
"Cepat Clara...Masuklah",ucapnya tertahan.
Kaki Clara secara naluriah langsung melangkah saat mendengar lelaki itu berucap bagai sapi yang di ikat lehernya.
Dan setelah gadis itu sudah dekat dengan mobil secara tidak sabar Kaylan langsung keluar dan menarik lengan Clara agar bisa cepat masuk kedalam mobilnya.
"Jalan..",titahnya pada sang supir pribadinya.
Aiden menatap Clara yang sedang menangis teryahan sembari memeluk tas jelek yang sudah usang itu dengan erat.
Tubuh gadis itu juga bergetar hebat saat dirinya sengaja membuat pergerakan kecil.
Namun hal itu bukanlah masalah baginya,toh apa yang dirasakan oleh Clara bukan masalah baginya,dan Kaylan tidak perduli tentang itu.
Yang terpenting sekarang adalah Clara sudah ada di sampingnya,gadis yang sudah ia cari dengan sepenuh tenaga sudah ia temukan.
Meski caranya sedikit ekstrim tapi Kaylan puas dengan hasilnya.
Tadi pagi ia memang sengaja datang ker rumah Aiden hanya untuk menjenguk keadaan temannya itu,sudah lama Aiden tidak berkumpul dengan mereka.
Dan itu membuat rasa penasaran dan juga khawatir muncul di benaknya,Aiden bahkan jarang membalas chatnya.
Jadi Kaylan datang langsung ke rumah lelaki itu,tapi tanpa sadar ia malah bertemu Clara,gadis yang sudah ia cari ternyata ada di rumah temannya Aiden!
Tentu saja Kaylan tak akan membuang-buangkan waktunya,gadis itu sudah ada di depannya dan dirinya hanya butuh mengikatnya saja agar Clara tak bisa lari lagi tanpa izin darinya.
Kaylan mengancam akan mencelakai Aiden kalau Clara tidak menerima tawarannya,dengan modal otu saja wanita itu langsung percaya dan melakukan apa yang di perintahkan.
"Dia benar-benar bodoh..."
Clara bahkan melakukan semuanya sesuai instruksi yang di berikannya,dengan mebgendap-endap pergi dari rumah itu tanpa ada yang tahu.
Semua itu berjalan lancar juga karena turun tangannya sendiri,ia sengaja membuat para satam pergi dari penjagannya agar Clara leluasa melakukan semuanya.
__ADS_1
"Good girl kucing kecil..."