
"Bawa itu sekarang...",ucap Kaylan pada anak buahnya.
Ekor mata Clara hanya melirik pria dibelakang Kaylan berjalan dengan cepat menuruti ucapan lelaki itu seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.
Dirinya masih diam diatas sebuah sofa yang terletak masih didalam kamar dengan Kaylan yang menatapnya dengan tatapan penuh intimidasi.
Jari-jari tangannya saling meremas karena merasa sangat gugup sekaligus takut,dan itu tak luput dari pandangan pria pemilik mata elang itu.
"Ini tuan...",ucap bawahannya setelah mengambil sebuah map berwarna hitam.
"Baca itu dan segera tanda tangani...",lemparnya pada sebuah map keatas meja tepat didepan Clara.
Clara yang masih bingung diam saja ,ia hanya melirik map itu kemudian menurunkan pandangannya.
"Heh..! apa kau buta? kubilang baca itu dan tanda tangai!",kesal Kaylan.
"Maaf tuan..mungkin nona belum bisa membaca?",timpal anak buahnya.
Clara melirik Kaylan saat lelaki itu berdecak kesal.
"Apa kau bodoh? dia bahkan bisa menulis ,mana mungkin dia tidak bisa membaca!"
Clara memang gadis bisu dari sebuah pulau kecil yang berada di bawah naungannya.
Pulau yang masih sangat jauh dibandingan perkotaan tempatnya ia tinggal disini.
Dari segala macam alat modern bahkan pendidikan antara pulau dan kota bisa dibilang bagai langit dan bumi.
Jadi setiap orang di kota pasti sering menganggap orang dari pulau selalu tertinggal dalam hal apapun.
"Itu adalah surat perjanjian antara kita...kita akan menikah kontrak selama satu tahun setelah itu kita akan bercerai",Ucap Kaylan tenang.
Lain halnya dengan Clara,gadis itu mematung karena sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya.
Tidak...aku tidak mau...!
Ia tak bisa melakukan pernikahan dengan lelaki itu! ia tak mau menghianati Teo.
Meski dirinya kini juga sudah rusak,tapi Clara tak mau terlibat lebih jauh lagi dengan lelaki itu.
"Saya tidak mau!",Tulisnya di sebuah kertas .
Kaylan mengeratkan giginya melihat gadis itu langsung menolaknya mentah-mentah.Clara bahkan menggelengkan kepalanya dengan sangat kuat.
__ADS_1
"Heh...kau bukan sedang bernegosiasi Clara,ini adalah perintah",ucapnya datar dengan penuh penekanan.
"Kita hanya akan menikah selaman satu tahun saja,selebihnya kau bisa bebas dari diriku...setelah kita cerai nanti aku akan memberikanmu kemewahan dan juga uang setiap bulannya ,rumah ,mobil,baju bermerek dan juga berlian sekalipun bisa kau miliki...maka dari itu jadilah kucing kecil yang menurut...",tambahnya.
"Tetap saja tidak mau...! saya tidak butuh semua itu,tolong biarkan saya pergi..."
Kaylan berdiri dari duduknya setelah melihat Clara begitu tidak menginginkannya.
Kemudian dengan cepat meringsek duduk disebelah Clara dengan cara mengintimidasi.
Tangannya yang besar memegang dagu gadis itu dengan kasar.
"Sudah kubilang ini perintah Clara ...kau tidak bisa menolaknya meski kau tidak mau...!",menghempas wajah Clara begitu saja.
"Lihatlah ini....kalau kau ingin dia selamat maka menurutlah...",ucap Kaylan sembari melempar sebuah amplop coklat ke pangkuan gadis itu.
Tangan Clara bergetar saat melihat isi amplop tersebut,matanya memerah kemudian tak lama cairan bening keluar dari kelopak mata cantiknya itu.
**Kakek...!
I..ini kakek...?! kakek masih hidup**...!
Selama ini Clara mengira kakek Danu sudah meninggal akibat tsunami di pulau waktu itu,tapi yang ada di foto sekarang adalah bukti kalau kakeknya masih hidup.
Kakek terlihat sehat,di foto beliau terlihat sedang bekerja? terlihat dari kaos berwarna oren biru yang senada dengan orang disekelilingnya.
Meski ia sangat kecewa dan membenci kakeknya yang sudah menjualnya tapi ia tak mempunyai rasa balas dendam.
Kakek Danu lah yang merawatnya sedari ia kecil,memberinya makan dan mengizinkannya hidup dirumahnya.
Meski apa yang telah dilakukan untuknya itu tidak tulus,tapi setidaknya kakek Danu memberikan kehidupan untuknya sampai ia remaja .
Tidak ada yang mau merawatnya ataupun memberikannya makan di desa dulu selain kakek Danu.
Kaylan yang melihat Clara menangis sesegukan menatap tidak suka,ia segera meraih foto ditangan gadis itu kemudian merobeknya dan menghancurkannya menjadi seripahn kecil.
Clara yang melihat Kaylan melakukan itu menatap dengan penuh tanda tanya.
Apa...? apa yang kamu lakukan...!
"Jangan buang waktuku...! kau sudah lihat kan kalau kakekmu masih hidup? sekarang pilihlah...kau ingin bebas atau kakekmu tidak selamat..! "
Tubuh Clara beringsut terduduk di bawah sofa,ia mengatupkan tangannya sembari merengek menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Jangan...kumohon jangan ganggu kakekku...tolong biarkan dia hidup...!
Kaylan tersenyum simpul ,umpannya sudah dimakan oleh ikan.
"Apa yang kau maksud...aku tidak mengeti apa yang kau pilih",ucapnya licik.
Mendengar itu Clara langsung mengambil sebuah kertas dan menulis beberapa kata disana.
"Tolong...jangan lakukan apapun pada kakek saya...saya akan melakukan apapun yang tuan inginkan..asal jangan sakiti kakek saya..."
Senyum cerah terbit di wajah Kaylan bersama kilatan mata yang menyeramkan.
"Kucing pintar...seharusnya kau melakukannya diawal tanpa aku ancam...
Kau tahu...? aku juga sudah menempatkan beberapa orang disekitar kakek kesayanganmu itu,jadi jangan pernah berfikir untuk kabur dan mencoba lari dariku jika kau ingin kakekmu selamat..."
Clara mengangguk masih dengan menangis,tak ada yang bisa ia lakukan.
Keinginannya untuk kabur dari lelaki itu kini hilang sudah.
Teo maafkan aku...sepertinya aku memang tidak ditakdirkan untuk bersamamu...
Diriku sudah kotor dan tak layak berada di sampingmu...
Memang ia diciptakan hanya untuk menderita,dan sekarang Clara tidak mengharapkan apapun lagi,ia pasrah dengan pernikahan kontrak atau apapun itu.
Tangan Clara bergetar saat menandatangani surat perjanjian pernikahan kontrak yang ada di depannya.
Lain dengan Kaylan yang terlihat sangat puas saat melihat gadis itu sudah menandatangani surat itu.
"Besok kita akan melakukan pernikahannya...akan ada beberapa orang yang akan datang nanti untuk mempersiapkannya,jadi kuharap kau menurut dan tak membuat masalah.."
Clara mengangguk lemas,mau besok atapun sekarang tidak ada bedanya bagi wanita itu.
Kaylan segera memberikan surat itu kepada tangan kanannya,kemudian memberi isyarat agar mereka bisa meninggalkan tempat itu.
Clara yang melihat para pelayan dan penjaga mulai keluar dari ruangan mulai panik.
Kenapa mereka semua pergi?
Clara tak ingin ditinggalkan berdua hanya dengan Kaylan diruangan itu!
Dengan panik Clara mulai berdiri,tapi sialnya kakinya merasa tak seimbang dan sebuah tangan yang kekar itu juga menariknya dengan keras,membuat badanya yang oleng itu tak bisa menolak untuk jatuh diatas pangkuan Kaylan.
__ADS_1
"Kau mau kemana...?",ucapnya sensual di belakang telinga Clara.
"Kita belum melakukan ritualnya...kau tahu..aku sudah menahannya selama ini..calon istriku...",ucapnya dengan seringai.