Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Tertangkap


__ADS_3

Sudah beberapa minggu ini Clara menginap di rumah Aiden,ia bekerja dibagian kamar dan ruang pribadi Aiden.


Kadang ia juga membuatkan minuman berupa teh dan juga kopi untuk tuan barunya itu.


Awalnya lelaki itu mengatakan dirinya bekerja disana untuk merawatnya dan menyiapkan semua yang diperintahkannya.


Namun nyatanya Aiden jarang sekali meminta ini itu,kepribadian lelaki itu yang memang sudah rapi membuat kamarnya juga selalu bersih.


Jadi apa yang harus ia kerjakan...? kadang Clara bingung sendiri harus melakukan pekerjaan apa.


Saat Aiden pergi bekerja tidak ada yang memerintahnya,semua pekerjaan sudah ada bagiannya sendiri-sendiri.


Di dapur ada koki yang sangat ahli memasak,di taman sudah ada tukang kebun dan di rumah yang luas ini ada banyak pelayan yang selalu membersihkannya.


Clara juga kadang ingin membantu para pelayan lainnya,tapi herannya tidak ada yang mau dibantu olehnya,mereka terlihat begitu sungkan.


"Apa ada yang salah denganku...?"


Dia harus membicarakannya nanti pada Aiden,sepertinya lelaki itu salah memberinya kelonggaran seperti ini.


Clara juga tidak mau makan gaji buta,ia harus benar-benar bekerja karena itulah yang seharusnya.


Tingtong....!


Tiba-tiba suara bel berbunyi nyaring memenuhi ruang tengah tersebut.


Clara mengedarkan pandangannya melihat semua orang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Akhirnya Clara memutuskan membukakan pintu,perlahan tapi pasti pintu itu terbuka..


Terlihat seorang laki-laki tengah memunggunginya,lelaki itu mempunyai perawakan yang tinggi dan besar.


Clara memilih menunggu saja sampai lelaki itu selesai dengan privasinya.


"Sepertinya dia sedang menelfon seseorang.."


Teo juga dulu sering menggunakan telefon,sering saat lelaki itu sedang menghabiskan waktu dengannya...kerap kali keluarganya menelfonnya dan menanyakan keadaannya.


Karena sepertinya tamunya itu lama dengan urusannya,Clara memilih mundur dan menjaga jarak supaya tamu itu tidak terganggu privasinya.


Tamu belum ia menjauhkan langkah tiba-tiba lelaki itu mematikan telfonnya dan langsung berbalik arah menghadap dirinya.


Tubuh Clara memaku dan tak bisa bergerak seakan kakinya dipaku di lantai itu,keterkejutannya yang teramat sangat membuat seluruh saraf respon ditubuhnya seakan mati.

__ADS_1


Matanya yang indah membulat dengan sempurna,mungkin kalau dirinya bisa bicara ...Clara akan berteriak ketakutan.


Disamping Clara yang masih syok dengan keterkejutannya ,lelaki itu tersenyum dengan penuh kepuasan.


Kaylan...seorang yang sedang berhadapan dengan Clara saat ini bukan lain adalah Kaylan.


Kaylan juga sempat terpaku melihat seorang gadis yang ia duga ada dihadapannya,awalnya ia belum mempercayai itu...tapi melihat bagaimana reaksi gadis itu yang sangat terkejut melihatnya membuatnya yakin kalau gadis yang ada dihadapannya saat ini adalah Clara.


"Aku menangkapmu kucing kecil...",ucapnya lirih dengan penuh arti sembari tersenyum.


Merasa dirinya terancam Clara segera memundurkan diri,ia harus berlari dan menjauh dari lelaki itu sesegera mungkin.


Kakinya yang kecil itu langsung berlari kearah manapun,Clara tak memikirkan apa-apa lagi selain berlari dan berlari.


Ia harus berlari dan bersembunyi di tempat dimana Kaylan tidak bisa menemukannya.


Hingga akhirnya kakinya membawanya ke kamar tuannya Aiden...


Yah Aiden...Kaylan pasti tidak akan bisa masuk sembarangan ke kamar seseorang bukan?


Pasti lelaki itu tidak akan berani masuk ke kamar pemilik rumah ini.


"A..apa yang harus kulakukan....? aku takut...."


Tatapan mata Kaylan saat melihatnya tadi sungguh menakutkan,itu seperti serigala yang telah menemukan mangsanya.


"Bagaimana jika dia menyusulku kesini...?"


Clara menggigit bibir bawahnya kuat-kuat,rasa gelisah dan khawatir mulai menyerang,ia bahkan tak menyadari bibirnya sudah terluka karena ulahnya itu.


Belum lama ia bergelut dengan fikirannya sendiri tiba-tiba suara pintu itu terbuka,menampilkan sosok pria yang sudah ia hindari sedari tadi.


Kaylan menatap Clara yang sudah meringkuk dipojokan sembari menangis,gadis itu memeluk dirinya erat-erat dengan tubuh yang bergetar hebat.


Meski tahu Clara sedang ketakutan terhadapnya,Kaylan tetap melangkahkan kakinya mendekati gadis itu tanpa rasa kasihan.


"Bangun kucing kecil...sudahi permainan petak umpet ini...",ucapnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Tubuh Clara beringsut saat tangan Kaylan menyentuh ujung rambutnya yang tergerai.


Clara memejamkan matanya erat-erat saat lelaki itu mendekatkan wajahnya dan menciumi rambutnya dengan lambat.


"Haaah....kau masih tetap wangi...ini sangat wangi ...",ucapnya sekali lagi.

__ADS_1


"Kenapa kau membuangku Clara...kau kabur dariku setelah apa yang kita alami malam itu...kau tahu? aku sudah mencarimu kemana-mana....",Kaylan berkata dengan nada yang sangat lembut tapi penuh penekanan disana.


Lelaki itu kini sedang menekan gadis didepannya ,memberikan belaian ringan di wajah gadis itu dengan jarinya yang besar.


"Bibir ini...kenapa kau melukainya..?padahal aku tidak memberikanmu izin untuk ini"


Clara memalingkan wajahnya saat tangan Kaylan mulai menyentuh bibirnya,namun kekuatannya tidak sebanding dengan lelaki itu.


Kaylan mencengkram dagunya kemudian menekan bibirnya yang terlukan tadi dengan sangat keras,membuat Clara mendesis kesakitan.


"Apa ini sakit....?",tanyanya dengan kilatan mata yang menakutkan.


"Inilah akibatnya kalau kau menolakku...ingat Clara...kau tidak bisa menolakku dan tak akan bisa kabur lagi dari sisiku..."


Setelah mengatakan itu Kaylan langsung mencium Clara dengan kasarnya,mengeksplor seluruh mulut Clara dengan rakus seakan Clara adalah oasis dalam tubuhnya yang kekeringan.


Kaylan tidak bisa menyangkalnya lagi,tubuhnya memang sangat terobsesi dengan wanita ini.


Ia sudah lama tersiksa karena menahan hasratnya kepada Clara,dan ketika ia melihat Clara ada di depan matanya tubuhnya seakan langsung merespon kedatangan gadis itu.


Hasratnya yang mati sejak malam itu kini seakan berkobar kembali dan memaksa untuk disalurkan.


Merasakan desakan dan ancaman dengan sekuat tenaga Clara memberontak,meski tubuhnya tak seberapa dibanding tubuh Kaylan tapi Clara terus memberontak.


Tangannya tak mau diam terus memukuli dada bidang Kaylan dan mencakar permukaan kulit yang terbuka.


Ia harus terlepas dari lelaki di depannya ini...! tapi sialnya lelaki itu tak bergeming sedikitpun.


Clara menangis merasakan harga dirinya sangat jatuh di depan Kaylan,ia merasa sangat direndahkan di depan lelaki ini.


Lelaki yang sudah memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan pendapatnya sendiri.


"Siapapun...tolong aku ..."


Sampai akhirnya Kaylan merasa gadis di depannya ini kehabisan nafas,barulah lelaki itu melepaskan tautan ciuman mereka.


Kaylan tersenyum melihat Clara terbatuk-batuk karena kehabisan nafas.


Menyentuh bibirnya lagi dengan ujung ibu jarinya dan megusapnya lagi.


"Bernafaslah saat kau berciuman kalau kau tidak mau mati...karena aku tidak mau kau mati sebelum aku bosan padaku ...."


Setelah mengatakan itu ,Kaylan langsung mencium Clara lagi sebelum gadis itu sempat meolaknya.

__ADS_1


__ADS_2