
Clara mengerjapkan matanya,dirinya mencoba menggerakan badan agar bisa bangun,namun ternyata yang dirasa adalah pegal diseluruh badannya.
Sakit sekali...
Ditengoknya ranjang disebelahnya yang sudah kosong,Clara ingat tadi malam dirinya telah melakukannya lagi dengan lelaki itu.
Semalaman Kaylan terus memaksanya ,dan mungkin lelaki itu berhenti pada pagi buta ini.
Lelaki itu seperti drakula yang haus akan darah,meski hatinya tak sejalan tapi Clara tak bisa menampik bahwa lelaki itu sangat lihai memanjakan tubuhnya.
Clara segera menempatkam badanya duduk,tubuhnya yang polos ia tutupi dengan selimut tebal hingga atas dadanya.
Dirinya sangat haus saat ini,tapi kenapa ruangannya sangat sepi..?
Dimana para pelayan itu?
Biasanya tiap ia bangun pagi sudah ada beberapa pelayan yang berdiri menunggunya bangun disamping sofa kamar.
Tapi suasana kali ini sangat sepi,seolah para pelayan itu tidak ada sama sekali dirumah ini.
Dengan susah payah Clara mencoba berdiri sendiri dan akhirnya gadis itu menuju kedalam kamar mandi tanpa seorang pelayan pagi ini.
Setelah sekitar lima belas menitan ia merapikan diri,Clara dengan hati-hati mulai menuruni tangga.
Kepalanya menengok kanan dan kiri mengawasi suasana,hening tercipta di mana-mana.
Dimana sebenarnya mereka...? kakek Fariz juga tidak terlihat
Fikiran-fikiran negativ mulai muncul di kepalanya yang kecil itu,Clara mulai menerka-nerka kalau dirinya ditinggalkan seorang dini di rumah yang besar itu.
Apa aku ditinggalkan sendiri..? atau jangan-jangan aku dikurung disini sampai aku mati?!
Dengan fikiran itu Clara mulai berlari,ia mencari seseorang disegala penjuru ruangan,tapi memang tidak ada siapapun.
Hal itu membuat apa yang difikirkannya menjadi lebih menakutkan.
Clara langsung berlari menuju pintu utama,ia harus pergi dari sini,mungkin selama ini lelaki itu menjebaknya.
Dengan dalih pernikahan lelaki itu mencoba meyakinkannya agar ia tetap mau tinggal disini.
Dan mungkin sekarang Kaylan ingin membunuhnya untuk menghapus jejak dirinya.
Karena bisa sajakan? Kaylan berfikir bahwa dirinya akan membeberkan apa yang telah lelaki itu lakukan padanya?
Tapi aku tidak akan melakukan itu...
Clara tak berniat menceritakan hal yang hina itu pada siapapun...karena baginya itu juga adalah aib yang sangat memalukan.
__ADS_1
Clara menggedor-gedor pintu dengan sangat keras,ia sungguh berusaha ingin keluar dari rumah itu,ia ingin hidup!
Ia tak mau mati seperti ini,bagaimana dengan kakek dan Teo? bagaimana dengan Aiden? ia belum berterimakasih dengan benar pada lelaki itu,lelaki yang sudah menolongnya dulu.
Merasa lelah dan juga sakit karena benturan keras yang ia lakukan untuk mencoba menerobos keluar,Clara akhirnya berhenti melakukan aksinya.
Ia hanya bisa menangis meratapi hidupnya yang kelam itu,lama dirinya menangis dengan menekuk lutitnya sendiri.
Hingga akhirnya terdengar suara pintu terbuka,membuatnya menengadahkan wajahnya dengan terkejut.
Kaylan...?!
Bukan hanya dirinya,Kaylan juga terlihat sangat terkejut melihat Clara yang sedang menangis dengan menekuk lututnya dibawah lantai.
Penampilan wanita itu terlihat begitu berantakan.
"Apa yang sedang kau lakukan?!",lelaki itu tampak membuang beberapa kantong besar yang ada di tanganya dan menghampiri Clara yang masih terbengong disana.
"Apa yanv kau lakukan! kenapa kau terlihat seperti ini?!"
Bukannya menjawab Clara malah menangis,tampa sadar gadis itu malah memeluk Kaylan yang berdiri di depannya.
Meski tak tahu apa yang terjadi,tapi Kaylan tidak mendorong gadis yang tengah memeluknya dengan menangis itu.
Lelaki itu malah langsung menggendong Clara ala bridal style menuju sofa tamu.
Setelah dirasa Clara sudah mulai tenang ,lelaki itu mulai bertanya lagi.
Clara melirik wajah Kaylan dengan ekspresi yang tak bisa Kaylan tebak.
Wanita itu tampak malu-malu dan juga takut secara bersamaan.
"Aku kira aku dikurung sendirian dirumah ini"
Kaylan terlihat mengangkat satu alisnya,sepertinya itu bukan jawaban yang pas.
"Kau memang sudah aku kurung semenjak kau datang kesini"
"Bukan itu...aku kira kau akan mengurungku sampai aku mati sendirian dirumah yang besar ini",beberapa detik berlalu.
Hening sesaat suasana di ruang tamu itu,hingga akhirnya tawa Kaylan menggelegar terdengar disegala penjuru ruangan.
"Astaga...aku tak mau membunuhmu dirumahku sendiri..lagipula jika aku akan membuhmu aku akan melakukannya ditempat lain..bukan disini",ucap Kaylan dengan seringainya.
Bukan merasakan lega ,Clara malah menjadi tambah merinding mendengar jawaban Kaylan.
Lelaki itu memang tertawa ,tapi kilat matanya sangat tajam.
__ADS_1
"Jadi...jangan pernah berfikir untuk kabur dari sini Clara...karena jika kau melakukan itu kau akan merasakan siksaan yang lebih menyakitkan dibanding sakitnya kematian",lanjutnya lamat-lamat.
Degup jantung Clara terasa berpacu tak karuan,ia sangat takut saat ini,apalagi Kaylan mulai memainkan rambutnya.
Tidak ada seorangpun yang akan menolongnya meski lelaki itu akan membunuhnya sekarang.
Dengan cepat Clara mencoba menuliskan sesuatu.
"Tapi...dimana semua orang? dimana kakek Fariz?"
Clara mencoba memberanikan diri untuk bertanya,ia harus segera mengalihkan perhatian lelaki itu.
Dan benar saja,tubuh lelaki itu menjauh dan mulai bersandar pada sandaran sofa.
"Mereka aku tugaskan kesuatu tempat,termasuk kakek Fariz...",ucapnya sembari melirik Clara .
"Mulai saat ini rumah ini tidak ada pelayan,kau harus mandiri dan melakukannya sendiri...tapi kau tenang saja,satu minggu sekali akan ada pelayan yang bertugas membersihkan mansion ini...jadi kau hanya perlu masak untuk makan dirimu sendiri" ,ucapnya sembari menengadahkan dagunya kearah kantong yang masih berserakan didepan pintu.
"Iti adalah bahan masakan bulananmu...aku membawakannya sendiri karena semua pelayanku sibuk,kau atur dan tatalah sendiri ...aku mau istirahat dulu"
Setelah mengatakan itu Kaylan langsung pergi menaiki tangga menuju kamar ,meninggalkan Clara yang masih berfikir apa yang telah terjadi.
Kenapa semua pelayan itu pergi? kemana mereka pergi? dan kenapa lelaki itu melakukan semua hal itu?
Meski senang karena akhirnya ia mempunyai waktu privasi sendiri,tapi Clara masih merasakan kejanggalan.
Apalagi melihat tingkah Kaylan hari ini yang tak terlalu kasar padanya,wajah lelaki itu juga tampak senang?
Ah sudahlah...jangan difikirkan lagi...aku harus makan sesuatu terlebih dahulu...
Mau bagaimanapun ia tak berhak bertanya lebih jauh,karena lelaki itu pasti akan memarahinya nanti.
Lebih baik sekarang Clara makan dan menyembuhkan rasa sakit diperutnya.
Clara mulai membawa satu persatu kantong plastik itu kedalam dapur,karena ada banyak kantong plastik ia harus melakulan hal itu secara berulang kali.
Hingga akhirnya setelah semua selesai,Clara mulai mengeluarkan semua barang yang ada didalamnya.
Apa ini...?
Kebanyakan bahan makanan itu tak ada yang Clara ketahui,berbagai jenis makanan dengan berbagai bentuk wadah terpampang di depannya.
Apa ini semua bisa dimakan? bagaimana caranya?
Clara sangat kebingungan karena dirinya baru peryama kali melihat semua bahan makanan itu.
Hingga matanya tiba-tiba berbinar saat melihat ada bebebapa sosis dengan bungkus besar ada diantara barang abstrak lainnya.
__ADS_1
Sosis...!!
Itu adalah makanan yang pernah Teo berikan kepadanya!