Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Kabar Terburuk


__ADS_3

"Kau harus kesini besok...aku akan membawakanmu makanan kota lagi"


"Apa aku tidak merepotkanmu...? aku tidak mau kalau kau kerepotan"


Clara tahu Teo selalu melakukan hal-hal seperti ini secara sembunyi-sembunyi.


Anak itu bahkan pernah dikurung dan tidak diperbolehkan keluar karena ketahuan sering bermain dengannya.


"Tidak apa-apa...besok kubawakan makanan dari kota yang enak-enak,kau akan suka"


Clara mengangguk senang,ia mau dibawakan makanan kota!


Setiap hari yang bisa dilakukannya adalah menunggu Teo ditempat rahasia mereka,karena dirinya tidak punya alat komunikasi untuk menguhubungi anak itu.


Clara menunggu setiap siang sampai sore hari,ia menunggu Teo disana berharap laki-laki itu membawa makanan kota yang lezat-lezat.


Makanan kota adalah kesukaannya,rasa dan bentuknya juga unik karena dibungkus dengan cantik dan banyak fariasinya.


Di desanya tidak ada makanan yang diproduksi seperti itu,yang ada hanyalah makanan tradisional biasa yang diabuat dari bahan-bahan alami.


"Baiklah...sekarang habiskan makananmu,aku akan segera pulang sebelum ibuku curiga"


Clara langsung memakan sosis itu dengan lahap,ia harus cepat-cepat makan sebelum waktunya habis.


Sebenarnya bisa saja Teo langsung pulang dan membiarkan Clara makan dengan tenang,tapi lelaki itu tidak melakukannya.


Teo hanya ingin memastikan Clara makan dengan lahap didepan matanya,karena sering terjadi gadis itu memabawa makanan kerumahnya dan akhirnya akan dimarahi oleh kakeknya.


Kakek Clara yang cenderung kasar dan kaku itu bahkan sering memukulnya gara-gara menerima makanan dari orang lain.


***


"Kau habis darimana?",suara seorang lelaki berumur sekitar enam puluh tahun itu mengejutkan Clara yang baru membuka pintu.


Kakek Danu menatapnya tajam dari atas kursi yang terbuat dari kayu itu.


Clara mengajungkan tangannya memberi isyarat,ia tidak bisa melakukan bahasa isyarat didepan kakek Danu jika ingin selamat.


Bisa bahaya jika dirinya ketahuan pernah belajar dengan Teo.


Kakek Danu selalu melarangnya melakukan ini itu,bahkan kalau bisa Clara harus tetap di rumah agar tidak menyebabkan masalah.


"Itu makanan untuk hari ini...kakek akan pergi berlayar lagi nanti malam,mungkin akan pulang terlambat,jadi awet-awetlah dengan makanan itu",ucapnya,setelah itu melenggang pergi masuk kedalam kamar.


Clara tersenyum melihat ada empat ikan yang cukup besar di ember.


Ia senang malam ini ia bisa makan ikan yang besar,pasti ia bisa kenyang hanya dengan makan satu ekor ikan itu saja.


Meskipun kakeknya itu galak dan sangat cuek padanya,tapi Kakek Danu selalu memberinya makan jika dapat rezeki,seperti hari ini.


Clara segera membawa ikan itu ke dapur dan membersihkannya.


Ia akan mengolah ikan itu dengan cara membakarnya,menggunakan kompor yang terbuat dari tumpukan batu untuk dijadikan pemanggang makanan sehari-hari.

__ADS_1


Setelah matang,Clara langsung meletakannya diatas meja kemudian seperti biasa ia akan memasak nasi yang masih tersisa dikendi.


"Nasinya tinggal sedikit...",ucapnya dalam hati.


Mungkin hanya sisa satu gelas takar saja,tapi itu cukup untuk makan malam ini.


Besok adalah jadwal pembagian sembako rutin di rumah kepala desa,mungkin besok ia bisa mendapat banyak makanan.


Clara yang tadinya murung karena beras mereka hampir habis kini terlihat sedikit senang saat mengingat bahawa besok ia bisa menerima makanan lagi.


Setiap bulanya di rumah kepala desa akan dibagikan sembako kepada setiap warga di desanya.


Hal itu selalu dilakukan secara rutin dan tepat waktu.


Akhirnya Clara memasak nasi seadannya,setelah matang ia langsung membaginya di dua piring,satu miliknya dan satu milik kakeknya.


Tapi tentu saja nasi milik kakeknya mendapat bagian yang lebih banyak,ia hanya mendapat seperempat bagiannya saja.


Kakeknya itu harus makan yang banyak agar bisa mendapat tenaga untuk berlayar nanti,toh dirinya sudah banyak makan makanan enak dari Teo.


"Hei...nanti malam pakailah baju ini",ucap Kakek Danu yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.


Clara menangkap baju berwarna merah yang dilemparkan kakeknya itu,ia memandangi baju yang terbilang mewah itu.


Mendapat tatapan penuh pertanyaan dari Clara ,kakek Danu menghembuskan nafasnya kesal.


"Nanti malam kau akan pergi ke pesta kedewasaan Cika...bukankah dia temanmu? dia mengundangmu kepestanya,tadi kakek bertemu dengannya di jalan"


Clara melongo tak percaya mendengar ucapan kakeknya.


Padahal tadi siang dirinya baru saja di jambak oleh wanita itu.


Tapi melihat gaun mewah yang kakeknya siapkan itu sepertinya ucapan kakek bukan main-main.


Karena baru kali ini ada yang mengundangnya ke pesta kakek Danu rela membelikan gaun yang cantik itu.


Clara mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda terimakasih.


"Pergilah dengan rapi...jangan sampai mempermalukan kakek nanti",ucapnya kemudian melenggang pergi.


Setelah kakeknya tak terlihat Clara melompat-lompat kegirangan,ia sungguh merasa bahagia sekarang.


Karena ini adalah pertama kalinya ia melihat pesta kedewasaan dalam hidupnya.


***


Hari berganti malam,kini waktunya Clara pergi ke pesta Cika.


Ia memakai baju yang telah diberikan kakeknya kemudian menguncir satu rambutnya yang bergelombang.


Terlihat sederhana,tapi terlihat manis...


Clara tak menggunakan riasan apapun,karena memang ia tak bisa dan tak punya.

__ADS_1


"Ck ...kenapa lama sekali...!",gerutu kakek Danu setelah Clara keluar dari rumah yang bagai gubuk itu.


Clara memandangi kakek Danu yang terlihat sedikit rapi,kakeknya itu bahkan sudah mengenakan baju yang sangat bagus.


Darimana kakek mendapat baju sebagus itu...?


Selama ini dirinya tidak pernah melihat baju itu didalam rumah.


"Ayo jalan...! kita akan telat nanti",ucapnya sembari mendorong Clara sedikit kasar.


Clara dan kakek Danu berjalan kaki menuju tempat pesta,dimana itu berada di rumah Cika.


Sesampainya disana Clara tertegun melihat pesta yang sangat ramai,banyak orang yang sudah datang menggunakan baju yang bagus-bagus.


Baju miliknya bukanlah apa-apa kalau dibandingkan dengan baju mereka.


Clara memasuki rumah tersebut sembari menunduk,meski ia datang bersama kakek Danu,tapi hatinya tetap merasa gelisah.


Banyak pasang mata yang melihatnya tidak suka saat dirinya mulai memasuki rumah tersebut.


"Oh...kau sudah datang",ucap Cika menyapanya penuh senyum.


Clara memundurkan langkahnya saat Cika mendekatinya,ia takut saat wanita itu mengulurkan tangannya.


"Apa yang kau lakukan! dia tuan rumah disini,kau harus sopan padannya..",bisik kakek Danu.


Clara melirik Cika yang masih tersenyum disana,wanita itu sungguh terlihat sangat cantik.


"Maafkan saya nona...Clara memang sedikit pemalu",ucap kakek sopan.


"Haha..tidak apa-apa...lagipula dia juga temanku.."


Teman apa...?setiap hari dia bahkan merundungku..


Aku ingin pulang...


Rasanya sudah ada yang aneh,Cika tak pernah bersikap baik padanya selama ini,tapi sekarang gadis itu tersenyum kepadanya?


"Ayo...aku akan mengantarmu ke kamar...kau akan ganti baju,aku akan memberikanmu baju yang lebih baik"


Clara menggengkan kepalanya,ia sungguh tidak mau pergi dengan gadis jahat itu.


"Pergilah...jangan membuat kakek malu",Kakek Danu melotot garang,membuat Clara terpaksa mengikuti perintahnya.


Clara berjalan mengikuti Cika yang berjalan di depannya,sampai akhirnya mereka sampai disebuah kamar yang sedikit jauh dari tempat pesta.


"Masuklah...tunggu sampai tamuku datang,kau akan bersenang-senang nanti",ucapnya sembari tertawa.


Clara memegang dress Cika saat wanita itu hendak pergi,ia takut ditinggalkan sendirian.


Bukankah Cika mengajaknya ganti baju? lalu kenapa wanita pergi? dan apa itu tamunya?


"Lepaskan aku...! menjijikan..! kau belum paham juga situasinya? kau sudah dijual oleh kakekmu! dan malam ini kau harus melayani tamu yang sudah memesanmu..! haha...untung banyak aku bisa membelimu ...ternyata kau laku juga.."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Cika mengunci pintunya dan pergi meninggalkan Clara yang terduduk lemas karena merasa sangat terkejut.


__ADS_2