
Mata biru itu menatap lelaki yang sudah berdiri di depannya,lelaki itu juga tengah menatapnya dengan tatapan yang lembut disertai senyuman ramah.
"Maafkan aku...aku tak bermaksud menakutimu",katanya sembari mengulurkan tangan.
Namun Clara hanya diam dan menatapnya saja tanpa niat menyambut ulurannya.
"Aiden...namaku Aiden...kamu tidak perlu takut begitu,aku orang yang baik....yah meski aku tak sengaja menabrakmu tadi",sambungnya sembari meringis.
Jadi...dia yang menabraku tadi...?
Clara melirik lelaki yang masih setia berdiri di depannya,badanya bergetar saat melihat Aiden mulai mendekat dan berniat membantunya berdiri.
Tanpa sadar tangannya mendorong tubuh lelaki itu saat tangan Aiden bergerak meraih tubuhnya.
"Apa...?! ada apa...?",yang didorong bingung sendiri.
"Kenapa kau mendorongku...? aku hanya ingin membantumu",ucapnya,kemudian berusaha menarik tangan Clara agar wanita itu bisa berdiri.
Namun gerakannya terhenti saat melihat tubuh wanita itu bergetar hebat,memeluk tubuhnya yang kurus seolah sedang membentengi diri darinya.
Wanita itu juga tengah menahan tangis...kalau diingat dari awal Clara bahkan sangat terkejut saat dirinya masuk kedalam ruangan ini.
Clara...gadis itu seolah tak ingin berkontak fisik dengannya..
"Ada yang salah..."
Aiden melirik dokter yang berdiri dibelakangnya sembari menunduk,keningnya berkerut saat dirinya merasa ada sebuah kejanggalan.
"Tolong rawat dia..."
Setelah mengatakan itu Aiden langsung pergi meninggalkan ruangan diikuti oleh dokter dibelakangnya,sementara Clara wanita itu langsung dibantu dan dirawat kembali oleh perawat sesuai dengan perintah Aiden.
Aiden...lelaki berusia dua puluh enam tahun,berparas tampan dengan kepribadian yang suka menebar pesona pada semua wanita.
Ia memiliki banyak kekasih dan juga memiliki banyak teman,meskipun begitu Aiden bukanlah orang biasa.
Lelaki itu juga seorang usahawan muda yang bergerak dibidang kesehatan,keluarganya merupakan salah satu keluarga yang terhormat di negeri ini yang berpengaruh di vektor kesehatan.
Termasuk rumah sakit ini,dimana ia menempatkan Clara gadis yang ditabraknya beberapa waktu lalu.
Meski julukannya sebagai raja playboy dan tak memiliki hati nurani,tapi Aiden juga memiliki pribadi yang baik.
Ia tak segan menolong orang yang membutuhkan dan selalu hormat pada orang tuanya.
__ADS_1
"Jadi...katakan yang sebenarnya",ucapnya menatap dokter itu dengan tajam.
Sang dokter menunduk dengan gugup,ia tak berani menatap atasannya,pemilik rumah sakit itu yang tengah mengintrogasinya dengan tatapan mata yang tajam.
Meski tuannya Aiden tak pernah berbuat kasar tapi dokter itu tahu...bahwa ia tak boleh membuat kesalahan sedikitpun kalau kariernya ingin selamat.
"Ma..maafkan saya tu..tuan...",ucapnya sembari memohon pengampunan.
"Sa...saya hanya merasa itu bukan urusan tuan",tambahnya.
Terdengar decakan kecil dari mulut lelaki itu,membuat nyali dokter menciut ketakutan.
Aiden tuannya itu hanya mengatakan kalau ia telah menabrak seorang gadis muda saja,dan dokter itu kira semua yang terjadi pada wanita itu selain kasus tabrak mobil bukanlah tanggung jawab Aiden.
"Apa..?"
"Ga..gadis itu banyak mengalami luka disekujur tubuhnya,jika dilihat luka itu bekas luka lama yang meninggalkan bekas...",jawab sang dokter dengan kesusahan menelan ludahnya.
"Dan dari hasil pemeriksaan kami,pasien bernama Clara itu telah mengalami pemaksaan...itu mungkin terjadi kemarin malam...",jelasnya dengan suara yang makin mengecil.
Disisi lain Aiden sudah terkejut mendengar penjelasan sang dokter,ia tak menyangka gadis selemah itu mengalami pelec*han.
Meski ia sering bermain dengan wanita,tapi ia selalu bermain bersih dan penuh pertimbangan.
"Tubuhnya saat ini sangat lemah,dia mengalami demam tinggi karena tubuhnya masih merasa terkejut...tapi karena kondisi tubuhnya yang memang kekurangan gizi membuat proses penyembuhannya sedikit lebih lama,dan juga...."
"Dan juga apa...?",ucapnya dengan tidak sabar.
"Gadis itu mempunyai trauma tuan...karena mengalami insiden itu pasien mengalami sedikit guncangan mental,dan masih takut jika berhubungan dekat dengan lelaki..."
Setelah dokter itu menjelaskan semuanya keheningan tercipta.
Aiden diam dengan segala fikiran kalut di otaknya,entah apa yang sedang difikirkan lelaki itu.
"Tolong urus semuanya...aku mau dia sembuh bagaimanapun caranya"
Setelah mengatakan itu Aiden langsung pergi meninggalkan sang dokter yang kebingungan disana.
Dokter itu terdiam saat mendengar kata "Tolong",tuannya itu tak pernah mengatakan kata keramat itu sebelumnya.
Dan sekarang dokter itu mendengar kata itu keluar dari mulut tuannya hanya untuk seorang gadis bisu.
"Astaga...!",sang dokter menepuk kepalanya kuat-kuat.
__ADS_1
"Aku lupa memberitahu kalau gadis itu bisu...!",apa perlu ia mengatakan itu juga?
Dilihat dari segi manapun gadis itu hanya gadis biasa yang tak memiliki hubungan khusus dengan tuannya..tapi melihat betapa ingin tahunya sang tuan mudanya kepada gadis itu membuat dokter itu berfikir lagi.
Sepertinya tuannya sedikit memberi perhatian pada gadis bisu tersebut.
"Sepertinya aku membuat kesalahan lagi kali ini..."
...
Aiden menatap Clara yang sudah terbaring dengan menutup mata indahnya.
Gadis itu sudah ditangani oleh suster sesuai dengan perintahnya,dan sekarang Clara sedang tertidur karena efek obat tidur yang telah diberikan.
Matanya lekat menatap Clara,gadis itu sangat manis dengan kulitnya yang eksotis,bibir yang ranum dengan perpaduan bulu mata panjang yang mengatup membuat wajahnya terlihat ayu.
Belum lagi garis wajahnya yang terukir jelas dan sangat indah,hidung mancungnya yang kecil dan alisnya yang rapi natural sangat kontras dengan wajahnya yang asri.
Helaan nafas terdengar berat dari mulutnya...
Pagi tadi ia memang sedang terburu-buru hendak pergi ke bandara,tapi ia tak menyangka akan menabrak seorang gadis.
Ada gelenyar aneh yang terasa di hatinya saat melihat Clara bersimpuh di depannya dengan tubuh yang kurus dan pucat sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Hatinya rasanya seperti tercubit ,entah mengapa Aiden merasakan simpati yang mendalam kepada Clara,dan itu ia sadari dengan jelas.
Dirinya memang menaruh perhatian pada gadis didepannya ini.
Apalagi saat mengetahui apa yang terjadi pada Clara...ada rasa marah yang bercampur sedih saat tahu hidup gadis itu penuh dengan kesengsaraan.
"Apa yang harus aku lakukan padamu...",ucapnya lirih.
Aiden menerawang kedepan...ia sudah bertanggung jawab atas kecelakaan yang telah ditimbulkannya dan apa setelah itu?
Apa Clara bisa hidup dengan baik setelahnya..? apa gadis itu punya keluarga atau teman yang melindunginya...?
Fikiran-fikiran itu membuat konsentrasinya menurun dan tak sadar kalau sedari tadi Clara sudah membuka mata.
Gadis itu tengah menatapnya dengan tatapan penuh ketakutan dan tubuh yang bergetar mencekram selimut dengan kuat.
"Ja..jangan takut...! aku...aku disini yang telah menolongmu...",ucapnya gelagapan.
Aiden bingung sendiri melihat reaksi Clara yang langsung ketakutan saat melihatnya,dan sialnya ia juga ikut gugup menanggapinya.
__ADS_1
"Sial....! kenapa aku gugup sekali...!"