
"Selamat malam tuan..",ucap kepala pelayan itu dengan hormat.
Kaylan hanya mengangguk saja sembari meletakan jas dan tas nya kepada pelayan.
"Apa ada masalah hari ini?",tanyanya sembari berjalan masuk kedalam rumah.
"Tidak ada tuan",jawab KakekFariz.
Lenggang tercipta,Kaylan tidak bertanya lagi sampai akhirnya ia menghentikan langkahnya di depan pintu kamar.
"Bagaimana dengan Clara...?"
Kakek Fariz sempat terkejut dan terpaku saat mendengar pertannyaan dari tuannya itu,namun dengan cepat ia bisa kembali sadar dan menjawab secepatnya.
"Tidak ada masalah Tuan,Nyonya Clara menghabiskan waktunya untuk membaca di kamar dan makan dengan lahap"
"Baguslah..sekarang kau pergilah istirahat "
"Baik tuan...selamat malam"
Setelah mengantar tuannya masuk kedalam kamar,kakek Fariz langsung menuruni tangga menuju kamar.
Terlihat diwajahnya yang sudah keriput itu sebuah ukiran senyum bahagia.
Bagaimana tidak..? Tuannya Kaylan adalah anak dari keluarga yang sudah ia abdi sejak dulu secara turun temurun.
Meski tuannya sudah meninggal tapi kakek Fariz tetap mengabdi dan setia kepada Kaylan.
Beliau sudah merawat Kaylan sejak kecil,jadi ia sangat faham dengan karakteristik anak itu.
Dulunya Kaylan tidak sekeras ini,tapi semenjak ia di tinggal oleh kedua orang tuannya,sifat Kaylan menjadi sangat pendiam dan keras.
Kaylan jarang berempati kepada siapapun..
Namun saat melihat tuannya pulang sembari membawa wanita di gendongannya,membuat kakek Fariz merasa sangat terkejut.
Selama ini ia tidak pernah melihat tuannya Kaylan perhatian terhadap wanita lain selain teman masa kecilnya.
Apalagi saat tuannya itu membawanya kedalam kamar pribadi ,kamar yang tidak boleh dimasuki sembarang orang.
Belum lagi kakek Fariz dikejutkan dengan status nyonya barunya yang bisu itu,meski ia tahu mereka berdua menilah kontrak tapi kakek Fariz merasakan sedikit ada harapan.
Besar harapannya wanita itu bisa merubah tuannya menjadi lebih bahagia.
Rumah yang besar bak istana ini sudah sangat suram dan terasa mati semenjak kematian tuan Pramanta dan istrinya.
Semoga saja ada angin segar yang bisa membuat rumah ini kembali segar...
__ADS_1
***
Sebuah belaian ringan terasa begitu dingin diwajahnya,Clara menepis lirih benda yang menempel pada pipinya.
Lagi...Clara merasakan benda itu kembali menyentuhnya,dingin dan keras.
Hingga akhirnya matanya terbuka dengan paksa akibat sentuhan tadi.
Clara mengerutkan matanya akibat pandangannya yang belum sepenuhnya jelas.
Ruangan yang gelap remang-remang,yang hanya disinari oleh lampu tidur berwarna oren membuat matanya tak bisa melihat dengan jelas.
Namun pendengarannya yang tajam bisa mendengat dengan jelas suara kekehan kecil dari seseorang yang sangat ia kenal.
Kaylan...?
Meski kurang jelas,tapi Clara bisa melihat lelaki itu sedang tersenyum?
Ujung garis bibirnya terangkat seolah sedang tersenyum.
Apa yang dia tertawakan..?
Clara mengerutkan alisnya saat tangan yang besar dan dingin itu kembali menyentuh wajahnya.
Kaylan mengusap wajahnya dengan gerakan yang lambat kemudian sesekali menekan pipinya dengan sedikit keras seperti orang yang gemas.
"Berani sekali kau tidur terlebih dahulu tanpa menungguku.." ,ucapnya.
"Apa kau takut aku akan menjambakmu...? hm..?",tanyanya dengan nada yang lirih.
Entah mengapa Clara lebih takut dengan Kaylan yang sekarang,ia takut Kaylan akan melakukan hal gila,dilihat dari peringai lelaki itu yang terlihat aneh malam ini.
Apa dia akan membunuhku? tidak mungkin bukan?
Ada banyak orang di rumah ini,dan lagi ini adalah kamar Kaylan sendiri.
Tidak mungkin lelaki itu membunuh istri kontraknya di kamarnya sendiri.
Clara menggelengkan kepalanya dengan terpaksa,sebenarnya ia sangat takut dan berfikir kalau lelaki itu mungkin akan menjambaknya.
Meski tanpa suara kekehan saat ini,tapi Clara melihat lelaki itu tersenyum lagi.
"Kau terlihat tidur dengan pulas...kau bahkan tak menyambut suamimu ini pulang kerja",ocehnya lagi.
Clara hanya diam mendengarkan saja,ia tak berniat menjawab perkataan Kaylan.
Lagipula lelaki itu sepertinya hanya asal berbicara sendiri.
__ADS_1
"Kau tahu...seorang istri harus melakukan tugasnya sebagai istri..itu sudah ada di dalam surat perjanjian kita...jadi lakukanlah semua tugas yang harus kau lakukan...mengerti?"
Clara mengangguk lemah,meski ia membenci lelaki ini tapi Kaylan sekarang memang sudah menjadi suaminya,dan ia juga tak bisa mengingkari janji yang ada di dalam kontrak.
"Kucing pintar...sekarang karena kau sudah terbangun haruskah kita melakukan ritual pengantin baru?"
Tubuh Clara seketika menegang,meski ia tahu hal seperti ini akan terus terjadi,tapi entah mengapa kali ini rasanya ada yang sedikit berbeda.
Mungkin karena statusnya yang sudah sebagai istri dari Kaylan..
"Kau tahu Clara...meski kau membenciku sekalipun,tapi kau tak bisa menolakku,aku suamimu sekarang dan kau harus memenuhi tugasmu kalau kau mau kakekmu selamat....",Kaylan berucap dengan lirih di dekat telinga Clara dengan nada yang sangat rendah.
Membuat tubuh gadis yang masih polos itu hanya bisa bergetar dan menegang.
"Asal kau tahu,aku sudah menahannya sejak tadi,jadi kau harus membayarnya berkali-kali lipat nanti"
Dan setelah mengucapkan itu tubuh Kaylan langsung meringsek menindih tubuh kecil Clara.
Kaylan mulai menciumi Clara dengan sangat buasnya,tangannya bahkan tak berdiam diri dan mulai menjamah kemana-mana.
Lelaki itu terlihat seperti seorang yang kehausan di padang pasir dan menemukan oasis.
Setalah puas menciumi istri barunya itu,Kaylan beranjak membuka seluruh pakaian yang menempel pada diri Clara.
Hingga akhiranya lelaki itu berhenti melakukan aktifitasnya dan memandangi wajah Clara yang terihat memalingkan muka dengan wajah yang memerah.
Malam ini gadis itu terlihat sangat manis dan cantik dibawahnya.
Dengan rambut ikal bergelombang yang mengembang menghiasi wajahnya yang kecil dengan malu-malu.
Tanpa membuang waktu terlalu banyak,Kaylan segera melepaskan semua baju yang ada di tubuhnya,kemudian mulai memposisikan badannya untuk segera melakukan penyatuan dengan gadis yang selama ini membuatnya merasakan kepuasan.
"Ugh...",tubuh Kaylan menegang saat semua miliknya masuk kedalam diri wanita itu.
Perlahan tapi pasti,lelaki itu mulai menggerakan badannya dan melakukan ritual pengantin baru selama mungkin.
Kaylan sungguh dimabukan dengan badan Clara dan ia tak bisa menyangkalnya.
Setiap ia melakukan hubungan intim dengan gadis itu,jiwa dan tubuhnya meraskan rileks dan kepuasan yang teramat.
Dan ia belum pernah merasakan hal itu sepanjang ia tidur dengan wanita lain.
"Clara..sebenarnya apa yang kau lakukan?",ucapnya lirih di tengah kegiatan panas mereka.
Kaylan tersenyum saat melihat gadis itu terlihat kebingungan.
Ekspresinya sangat lucu,antara kebingungan dan merasakan kenikmatan yang ia berikan ditambah wajahnya yang merah bagai tomat membuat Kaylan merasakan gejolak tersendiri.
__ADS_1
Lelaki itu menambah temponya dan tekanannya membuat Clara kalang kabut,tangan wanita itu bahkan mencakar sisi lengan Kaylan karena merasa frustasi.
Meski demikian Kaylan tak menghiraukan,lelaki itu malah terlihat senang saat Clara terlihat semakin frustasi.