
Clara meremas gaun yang kini tengah dikenakannya,gadis itu menatap dirinya didepan pantulan cermin.
Riasan sederhana dengan gaun berwarna putih polos dengan aksen bunga sederhana dan beberapa manik-manik terlihat begitu anggun dikenakannya.
"Anda sungguh cantik nona..",ucap MUA yang mendandaninya.
Clara hanya membalasnya dengan tersenyum.
Aku memang tampak berbeda...
Baru pertama kali kali ini dirinya mengenakan gaun yang cantik seperti ini,meski ia tahu bahwa gaun yang dikenakannya adalah gaun yang paling sederhana bagi Kaylan.
Ia mendengar Kaylan memesan gaun untuk pernikahan mereka yang paling sederhana untuk dipakai di hari pernikahan ini.
Clara sudah menduganya dan tak sakit hati sama sekali,lagipula semua ini tidak ada artinya juga untuknya.
Pernikahan ini hanya kontrak...
Tidak ada ketulusan ataupun keikhlasan yang tertanam dihatinya tentang pernikahan ini.
Yang Clara fikirkan hanya keselamatan kakek Danu,dan untuk hidupnya ia tak tahu harus bagaimana lagi,sekarang Clara sudah pasrah.
Sentuhan kuas halus yang ditaburi bubuk berwarna merah dipipinya adalah terakhir kalinya wanita pendandan itu menyentuh wajahnya.
Clara dituntun berdiri setelahnya para pelayan menghampirinya dan merapikan bajunya agar tidak kusut.
"Mari nona saya akan mengantar anda ...",tiba-tiba suara seorang lelaki terdengar di depan pintu sudah siap membawanya pergi.
Clara menurut saja,gadis itu diam tanpa memberontak sekalipun.
Sepanjang perjalanan Clara menengok kekiri dan kekanan melihat situasi disekitarnya.
Sudah lama juga ia tak keluar dari kamar,dan saat sudah berada di luar apartemen tiba-tiba jiwa memberontaknya keluar dengan otomatis.
Apa aku kabur saja...? apa aku bisa lari sekarang dan pergi membatalkan semua kontraknya...?
Namun dengan cepat ia membuang fikirannya itu,tidak mungkin ia membatalkan kontrak secara sepihak.
Kaylan akan membunuh kakeknya ,lagipula tidak ada jaminan bahwa ia berhasil kabur.
Banyak para penjaga yang mengiringinya berjalan,kecil presentasenya ia bisa berhasil .
Lagipula meskipun ia berhasil nanti,Kaylan pasti tidak akan tinggal diam,lelaki itu pasti bisa menemukannya dengan mudah.
__ADS_1
Clara mulai memasuki sebuah mobil berwarna hitam yang sangat cantik dan elegant.
Beberapa hari ia dikurung di apartemen membuatnya lebih tahu tentang kehidupan kota.
Mesin yang berjalan dengan empat roda ini dunamakan mobil,di desanya dulu mobil tidak ada.
Dan masih banyak hal lagi yang ia ingin tahu,untuk itu selama ia dikurung ia menghabiskan banyak waktunya untuk menonton televisi dan membaca buku yang ada disana.
Mobil berhenti di depan gereja yang terlihat sepi,Clara mengedarkan pandangannya keluar jendela,tapi tetap saja ia tak melihat orang-orang disana,kecuali bodyguard Kaylan sendiri.
Mungkin lelaki itu telah mengosongkan gereja ini..
Kaylan adalah pengusaha besar,untuk menikah dengannya lelaki itu pasti menyembunyikannya dan tak ingin siapapun yang tahu.
Terlihat senyum getir diwajah manis milik Clara,entah mengapa saat kakinya mengijak gereja dirinya merasakan sedih yang teramat sangat.
Kegetiran mulai merayapi hatinya,apalagi sata melihat calon pengantin pria yang sudah berdiri didepan sana memasang wajah yang kaku dan dingin.
Kaylan terlihat biasa saja,lelaki itu masih menggunakan setelan jas kerjanya,jas yang dipakai untuk sehari-hari,tak ada yang spesial.
Dengan sekuat hati Clara tetap melangkah,berjalan sendiri menuju lelaki itu berada ,tak ada seorangpun yang hadir sekedar duduk di bangku doa,sepi.
Hingga akhirnya setelah mengucap kata sumpah di depan tuhan mereka berdua telah sah menjadi suami istri dengan bantuan pendeta.
Clara mencoba tersenyum,ada rasa sedih dalam hatinya mendengar doa yang tulus itu.
Kaylan mungkin tidak mengatakan pada pendeta itu bahwa mereka hanya pasangan palsu.
Lelaki didepannya ini hanya menikahinya karena nafsu dan obsesi semata,bukan karena cinta.
Setelah berpamitan kepada pendeta,Clara dituntun oleh Kaylan menuju sebuah mobil lain,mobil itu bukan mobil yang tadi ia kendarai.
Namun Clara tidak banyak protes,ia mengikuti kemana Kaylan akan membawanya.
Meski Kaylan menganggap bahwa pernikahan ini sepele,tapi tidak dengan dirinya.
Mengucap sumpah janji di depan tuhan tidak bisa dibuat mainan,meski ia melakukan pernikahan kontrak tapi Clara tetap menganggap Kaylan sekarang suami sahnya.
"Kau akan tinggal di rumahku mulai sekarang...biasakan dirimu disana dan jangan pernah berfikir untuk hidup bebas...kau hanya boleh keluar atas izinku saja",ucapnya setelah mobil melaju.
Clara mengangguk,kemdian gadis itu membuang pandangannya keluar jendela mobil.
Kota terlihat sangat ramai,banyak mobil dan kendaraan lainnya berlalu lalang seperti tak ada habisnya.
__ADS_1
Sampai mereka melewati sebuah jalan yang terlihat sangat sepi,tak ada kendaraan lain ataupun sekedar orang berlalu lalang.
Yang terlihat hanyalah pohon-pohon rindang yang mengiasi sisi kanan dan kiri jalan.
Banyak pertanyaan yang ingin Clara ajukan,tapi matanya tak bisa dikondisikan lagi,tubuhnya pun terasa sangat lemas.
Kemarin malam ia memang tidak bisa tidur karena memikirkan banyak hal.
Ditambah lagi ia harus bangun pagi agar bisa dirias untuk acara pernikahan hari ini.
Dengan cepat gadis itu menutup matanya,dan tertidur dengan posisi yang seadannya.
Pluk...
Kaylan terkejut saat sebuah kepala menyentuh pundaknya secara tiba-tiba.
Diliriknya Clara yang memejamkan mata dengan santainya,gadis itu bahkan bisa tertidur dalam situasi seperti ini.
Apakah gadis ini sengaja atau memang benar-benar tidur?
Kaylan mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir gadis itu secara pelan-pelan.
Kalau Clara hanya berpura-pura gadis itu pasti akan menjauhinya dan menolaknya.
Namun sampai pada jarak yang sangat dekat itu Clara masih menghembuskan nafasnya dengan teratur,pertanda gadis itu memang benar-benar tidur.
Kaylan sengaja melakukan itu untuk mengetes saja,mungkin Clara sengaja tidur karena tak ingin menghabiskan waktu bersamanya sebagai pengantin baru.
Tapi nyatanya Clara benar-benar tidur...
Dan sebelum lelaki itu menarik kepalanya agar menjauh dari istri kontraknya itu,Kaylan tanpa sadar malah mengecup kecil bibir Clara yang sedikit terbuka itu.
Manis...
Kaylan segera menjauhkan tubuhnya saat menyadari sinyal bahaya,ia harus menjaga jarak lagi dari Clara agar hasratnya tidak terpicu.
Ia tak ingin membangunkan Clara dan terlihat sangat menginginkan gadis itu..mau dibawa kemana mukanya?
Apa yang Clara fikirkan jika dirinya bernafsu didalam mobil karena tidak sabar untuk menyentuhnya,meski semua itu memang benar kenyataan.
Tapi Kaylan tak ingin Clara menjadi gadis yang merasa dibutuhkan olehnya,karena semua itu akan merepotkan.
Semua gadis itu sama,mereka akan besar kepala jika merasa sangat dibutuhkan selalu,dan akhirnya ia akan repot membersihkan semuanya.
__ADS_1
Maka dari itu dirinya tak ingin terlalu jauh terikat dengan gadis ini,setelah kontraknya selesai Kaylan ingin Clara segera pergi menninggalkannya,tentu dengan uang kompensasi yang banyak.