
Harap baca setelah berbuka...!🤡
"Argh...uh...",Kay mendesis merasa kesusahan saat ia mulai melancarkan aksinya.
Ditambah lagi cakaran yang cukup keras dibagian leher dan lengannya membuat sakit yang ia rasakan bertambah double.
"******...your virgin!"
Tapi dia sudah tidak bisa mundur lagi,itu sudah tanggung,kepalanya sudah masuk meski belum sepenuhnya.
Kay menatap gadis di bawahnya yang sudah menangis disana,melihat gadis itu kesakitan membuatnya sedikit tak tega.
Meskipun ia masih dalam pengaruh obat,tapi melihat Clara kesakitan karena ulahnya membuat hati nuraninya tersentuh.
Bibir Clara yang terbuka membuat Kay tak bisa membiarkannya begitu saja,dengan cepat sebelum gadis itu bisa menolak,Kay langsung menciumnya memberikan ciuman-ciuman panas dan memabukan.
Lidahnya begitu ahli melilit dan menari di dalam mulut Clara,tangannya juga tak ambil diam menjamah bagian-bagian tubuh Clara yang sudah polos diabawahnya.
Suara decapan yang dibuatnya begitu nyaring mengisi kehampaan yang ada di ruangannya malam itu.
Sampai akhirnya saat merasa Clara sedikit rileks barulah Kay mendorongnya begitu kuat dan langsung melesak memenuhi Clara.
Cakaran Clara semakin dalam bersama masuknya miliknya yang besar itu,Kay menggigit bibirnya saat merasakan sensasi yang berbeda.
Sangat nikmat dan memuaskan...
Perlahan tapi pasti Kay mulai menggerakannya menjamah seluruh tubuh gadis di bawahnya itu.
Selama penyatuan mereka tak henti-hentinya Kay meraung sembari menatap Clara yang juga tak karuan di bawahnya,dengan wajah merah dan ekspresi yang sangat lucu.
Kay sangat menikmati momen ini,tubuhnya yang kecil dalam kungkungannya sangat pas untuk dipeluk.
Kay juga mencecapi leher Clara meninggalkan bekas cup*ang dimana-mana,wajahnya ia letakan kedalam ceruk leher Clara yang jenjang itu.
Meski wanita itu berkeringat tapi tak ada bau asem sedikitpun,Kay malah merasa bau Clara itu memabukan.
"Kau sangat wangi baby...!",ucapnya sembari terus mendengus.
Kay terus memainkannya begitu lama dan tempo yang tak beraturan,ia terus melakukannya tanpa memikirkan Clara yang menangis tersedu sembari membuat ekspresi seksi.
Kenikmatan yang baru ia rasakan membuatnya buta dan hilang kendali,ia akan melakukannya sampai puas mereguk semua kenikmatan yang ada dalam diri wanita OG itu.
Sampai akhirnya lelaki itu melakukan pelepasan dan ambruk diatas tubuh Clara.
"Argh...!",Sungguh perasaan puas yang tak berperi,Kay merasa pening dikepalanya berangsur hilang,tubuhnya merasa rileks luar biasa.
__ADS_1
Biasanya ia tak pernah merasa seperti ini dengan wanita-wanitanya dulu,rasa puas mengalir disetiap nadi dan darahnya.
Tanpa sadar Kay mengecup kening Clara yang sudah pingsan dari tadi karena ulahnya.
Kemudian lelaki itu ikut ambruk memeluk gadis itu diatas sofa yang sempit dan tertidur lelap dengan semua kepuasan tak berperi.
***
Clara mengerjapkan matanya mencoba membangun kesadaran diri.
Keningnya mengerut merasakan pegal dan sakit luar biasa disekujur tubuhnya,hingga akhirnya ia merasakan sesuatu yang berat yang menindih perutnya.
Kemudian mata gadis itu membelalak melihat seorang pria sedang tidur disampingnya dengan posisi yang sangat intim.
Matanya mengawasi lelaki yang berada disampingnya sampai akhirnya Clara sadar dirinya kini tengah telanj*ng polos.
Lelaki itu berada sangat dekat dengannya tanpa jarak,nafasnya yang berhembus menerpa kulit lehernya.
Kilatan-kilatan kejadian yang tadi menerpanya kembali berputar diotaknya.
Tubuh Clara bergetar menahan tangis dan juga sesak yang teramat dalam.
Ingatan tentang kejadian buruk yang tadi menimpanya mulai sepenuhnya mengisi ingatannya.
Dengan cepat dan penuh kehati-hatian,Clara menyingkirkan tangan yang melingkar di perutnya.
Ia ingin segera kabur dan pergi dari sana sebelum lelaki brengs*k itu terbangun dan mungkin akan memaksakan kehendaknya lagi tanpa rasa ampun.
Clara mulai berjalan dengan tertatih-tatih menahan rasa nyeri dipangkal pahanya,jika tidak dalam keadaan terpaksa mungkin gadis itu tak akan bisa bangun dari tempatnya berbaring semula.
Tapi tentu saja,meskipun sekujur tubuhnya merasakan sakit yang tak berperi,lebih baik ia merasakan sakit daripada harus bersama lelaki itu.
Dipungutnya baju seragam OGnya yang kebesaran di badannya,ia mulai mengenakannya satu persatu dengan rasa getir dihatinya,memudian melenggang pergi meninggalkan Kay yang masih tertidur telungkup diatas sofa.
***
Sinar mentari mulai menampakan dirinya,pantulan cahaya dari dinding kaca diruangannya yang luas mempermudah bagi cahaya agar bisa masuk kedalam ruangannya.
Terlihat diatas sofa seorang lelaki dengan baju yang sudah tak beraturan,tertidur telungkup dengan tangan yang terjatuh hampir menyentuh lantai.
Seolah terusik dengan sinar matahari yang mulai memenuhi ruangannya,Kay mengerutkan keningnya ketika mencoba membuka mata.
Sinar matahari yang sudah memenuhi ruangannya sungguh terlalu terang bagi mata Kay yang belum bisa menyesuaikannya dengan cepat.
Tangan lelaki itu terangkat mencoba melindungi wajahnya dari sinar sang surya.
__ADS_1
"Jam berapa ini...?",gumamnya serak.
Tangannya langsung memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit berat itu.
Sampai akhirnya Kay berjingat kemudian duduk diatas sofa tempat tidurnya saat melihat jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi.
Matanya memindai ruangan yang sejenak,berusaha mengingat kejadian yang terjadi kemarin malam.
"Sial....!!",ucapnya sembari meremas rambutnya.
"Apa yang aku lakukan...!!!"
Ia sudah ingat...kejadian yang menimpanya kemarin malam...
Kemarin malam ia meminum kopi seperti biasa,tapi entah bagaimana tubuhnya ada yang tidak beres.
Kay merasakan lonjakan gairah yang sangat tinggi setelah meminum kopinya, seperti orang gila dan kehilangan akal.
Antara untung dan buntung,Kay merasa senang melakukan itu pada salah satu karyawannya yang berstatus rendah itu,orang miskin gampang di bungkam hanya dengan uang saja.
Tapi disisi lain ia juga merasa khawatir,bagaimana jika wanita itu tidak mau diberi uang dan malah mengatakan hal tidak bermoralnya pada orang lain?
Kay seorang pebisnis muda yang sangat berpengaruh di negeri ini akan terkena skandal karena memperk*sa pegawainya sendiri,apalagi itu hanya OG.
Berita tersebut bisa menjadi berita yang besar,dan tentu saja berdampak buruk bagi perusahaannya,dan itu tidak boleh terjadi!
Apapun akan Kay lakukan demi mempertahankan perusahaannya!
"Dimana dia...!",Kay mengedarkan pandangannya mencari keberadaan gadis yang ia renggut keperawanannya tadi malam.
Tapi sayang,diruangannya yang luas tidak ada siapapun disana selain dirinya.
Sampai akhirnya ia melihat sebuah kalung pegawai yang terletak di bawah meja.
Terlihat senyum simpul penuh arti diwajahnya saat melihat kartu itu.
"Clara....",ejanya.
Kartu itu milik gafis OG itu,dewi keberuntungan sungguh berpihak padanya.
Ia tak perlu susah-susah mencari pegawai OGnya dari sekian banyak pekerja,bukti itu sudah sangat cukup bagi dirinya untuk menemukan gadis itu.
Meski semalam gadis itu terus merengek seolah tidak mau,tapi nyatanya malah ia meninggalkan jejak yang sangat jelas.
"Huh...semua wanita sama saja.."
__ADS_1