Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Tempat Baru


__ADS_3

Clara mengerjapkan matanya mencoba menyadarkan diri,dia menguap sembari mengucek-ngucek matanya seperti anak kecil.


"Selamat malam nyonya..."


Clara terperanjat merdengar suara seorang lelaki yang ada di dekatnya.


Dipicingkan matanya mencoba mengamati siapa lelaki di sebelahnya itu.


Lelaki tua dengan rambut putih yang hampir memenuhi seluruh rambutnya dan kacamata gantung yang membuatnya sangat elegant.


Clara melihat dengan bingung,pria tua itu menatapnya dengan tersenyum ramah.


Tatapan kemudian beralih pada ruangan yang kini sedang ia tempati,sebuah kamar berbeda dengan kamar yang dulu.


Ruangan kamar ini terasa lebih luas,mungkin tiga atau empat kalinya,barang-barang yang ada disini juga terlihat sangat mewah dengan dominan dihiasi warna emas.


Apa aku disurga...? Apa aku sudah mati?


Mana ada di dunia ada tempat seperti ini,apartemen yang sebelumnya ia tempati itu saja sangat mewah dan bagus bagi Clara.


Tapi melihat ruangan ini sekarang membuat Clara sangat-sangat terkagum.

__ADS_1


Namun perkiraannya salah,suara kekek itu telah mematahkan seluruh ekspetasinya.


"Anda masih sehat dan ini adalah kamar baru untuk nyonya...",tiba-tiba kakek menyuarakan suaranya seolah tahu apa yang ia fikirkan.


"Perkenalkan nama saya Fariz,saya adalah kepala pelayan di rumah ini",ucapnya hormat.


Clara hanya mengangguk menjawab salam dari kakek itu ,namun tak urung juga dia bertanya,untung saja kertas dan bulpoint miliknya ada di meja dekat dengan ranjang yang ia pakai.


"Tuan Fariz...saya ada dimana?"


Entah itu karena salah lihat atau bukan,tapi di wajah kakek Fariz terlihat senyum disudut bibirnya meski hanya sebentar.


"Saya mohon bicaralah pada saya dengan kata biasa saja nyonya,saya disini adalah bawahan anda juga"


"Ini adalah permintaan saya secara pribadi,dan jika nyona tidak mau maka saya akan merasa sangat tersinggung,karena ini juga pekerjaan saya",tegasnya.


Melihat Clara diam membuat kepala pelayan itu tersenyum puas,ia senang nyonya mudanya cepat tanggap.


"Tuan Kaylan memerintahkan kepada saya untuk melayani nyonya malam ini...jadi apakah nyonya ingin makan sesuatu atau membersihkan diri dulu?"


Meski merasa sangat asing di perlakukan seperti itu,tapi Clara menjawab sebisanya saja,entah apa yang Kaylan fikirkan tapi ia akan mengikuti saja alur yang lelaki itu rancang untuknya.

__ADS_1


"Aku mau makan dulu",Tulisnya.


Memang benar saat ini dirinya sangat lapar,akibat kegiatan hari ini dia merasa sangat lelah sampai ketiduran bahkan lupa makan.


Entah bagaimana ia bisa sampai di kamar ini,bahkan Clara tidak ingat sama sekali kapan ia tidur.


Kakek Fariz tersenyum lembut kemudian memerintahkan beberapa pelayan dengan baju hitam putih seragamnya menggunakan isyarat tangan.


"Apa masih ada yang anda butuhkan nyonya?",tanyanya lagi.


Clara menggelengkan kepalanya,saat ini ia hanya ingin makan.


"Baiklah...kalau begitu saya ijin mempersiapkannya,kalau nyonya butuh apa-apa lagi anda bisa memencet tombol diatas meja"


Clara mengangguk faham,kemudian terlihat kakek Fariz keuar setelah memberinya hormat.


Clara membaringkan tubuhnya,menatap atap-atap dengan macam-macam hiasan yang sangat mewah.


Sejujurnya ia sangat bingung sampai saat ini,kenapa kepala pelayan itu sangat hormat kepadanya?


Aku hanyalah gadis yang di ambil oleh tuannya,bukan seorang gadis yang baik yang pantas dilayani dan dihormati seperti ini...

__ADS_1


Mungkin kepala pelayan itu belum tahu,sehingga membuat sikapnya sangat sopan kepadanya,mungkin jika pelayan itu tahu status sebenarnya dari dirinya kakek Fariz akan memandang rendah dirinya dan tak akan sehormat ini padanya.


__ADS_2