Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Hidup Sendiri


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Clara hidup sendiri di rumah Kaylan yang besar.


Sebagian harinya ia habiskan untuk menonton televisi dan membaca buku.


Meski itu adalah hal ternyaman,tapi Clara kadang merasa bosan,tidak ada suara apapun dirumah ini keciali jika dirinya menyalakan tv.


Tak ada makhluk satupun dirumah ini yang bisa diajak berkomunikasi.


Kaylan juga jarang datang ,lelaki itu tak pernah terlihat sejak hari itu.


Apa sia sudah bosan padaku...?


Mungkin saja lelaki itu sudah tidak manaruh minat padanya.


Itu adalah hal yang bagus baginya,kalau bisa ia ingin terlepas dari jeratan Kaylan dan bisa hidup normal seperti dulu.


Meski sekarang segala kemewahan bisa ia dapatkan,tapi Clara tidak bahagia.


Ia tak mau harga dirinya diinjak-injak oleh lelaki yang kejam sepertinya.


Clara juga ingin memiliki keluarga kecil yang bahagia,suami yang mencintainya dan menerima dirinya apa adanya,juga seorang anak yang membuat hidupnya sempurna.


Ia tak butuh semua ini dan juga pernikahan kontrak!


Meski ia tahu semua itu sudah tidak mungkin lagi,tapi jauh dalam hatinya Clara masih berharap keinginan kecilnya itu bisa terwujud.


Diteguknya kembali susu yang ia bawa sebelumnya dari dapur.


Sekarang ini dirinya sedang menikmati serial kartun yang menceritakan tentang kucing dan tikus di ruang tengah.


Itu adalah acara kesukaan dirinya,tikus dan kucing yang tak pernah akur dan selalu melakukan hal-hal lucu membuatnya selalu tertawa.


Hingga akhirnya dirinta dikejutkan dengan suara pintu yang tiba-tiba terbuka.


Menampillan beberapa sosok wanita berseragam biru langit datang secara bergantian sembari membawa beberapa alat ditanganya.

__ADS_1


Clara mematung saat para wanita itu menatapanya dan mulai menghampirinya.


"Siang nyonya...kami dari petugas cleaning service,kami ditugaskan oleh tuan Kaylan sendiri untuk membersihkan rumah ini",katanya sopan.


Clara jadi teringat ucapan lelaki itu tempo lalu,Kaylan pernah mengatakan kalau seminggu sekali akan ada petugas kebersihan yang datang.


Clara langsung mengangguk saja,dan para petugas kebersihan itu dengan cekatan mengambil posisi masing-masing.


Beberapa ada yang mengganti gorden dan menyapu,mereka bahkan mencuci semua pakaian yang ada di keranjang kotor.


Clara memang belum tahu cara menggunakan mesin cuci,jadi ia sengaja menaruh pakaiannya di keranjang dulu,ia akan mencucinya dengan tangan kalau dirasa itu sudah cukup banyak.


Sukurnya,ia bisa memasak...meski hanya memasak nasi dan menyalakan kompor listrik untuk mengoreng sosis.


Jadi selama seminggu ini ia tak perlu khawatir dengan masalah kelaparan.


Bahan makanan yang diberikan oleh Kaylan juga sangat banyak.


Meski ia sangat membenci lelaki itu,tapi Clara tak bisa memungkiri bahwa dirinya merasa bersyukur karena masih bisa makan enak berkat lelaki itu.


Buku berjudul tentang anak bebek yang terpisah dengan ibunya,itu adalah buku dongeng yang ia temukan di bawah meja kamar milik Kaylan.


Entah punya siapa buku itu,yang pasti Clara berfikir itu bukan milik Kaylan.


Seorang dengan tempramen yang buruk tidak mungkin membaca buku seperti cerita anak itu.


Merasa sangat lapar,Clara berencana untuk keluar dan menggoreng sosis untuk dimakan.


Tapi langkahnya terhenti tatkala matanya yang biru itu menatap seorang lelaki yang sedang berbicara dengan para pekerja kebersihan tadi.


**Kaylan...?!


Kenapa laki-laki itu ada disini**...?!


Melihat Kaylan pulang,membuat rasa takut dan was-was mulai menyerang.

__ADS_1


Clara dengan cepat memutar badanya dan berniat segera masuk kedalam kamar lagi.


Selera makanya hilang setelah melihat kehadiran lelaki itu,lebih baik ia segera menghindar dari lelaki itu.


Masalah makan bisa ia tunda nanti,yang terpenting sekarang ia harus segera menjauh.


Namun sepertinya dewi keberuntungan tak pernah berpihak padanya.


Baru beberapa langkah ia menaiki tangga,suara berat yang sangat ia kenal memanggil namanya dengan sangat keras.


Clara mencoba berpura-pura tidak mendengarkan dan tetap melanjutkan jalannya,ia akan menjadi gadis pembangkang kali ini.


Ia akan membuktikan bahwa ia juga masih punya harga diri di depan wajah lelaki itu,ia bukan robot yang seenaknya bisa diatur..


Namun lagi-lagi suara Kaylan yang memanggilnya untuk yang kedua kalinya membuat langkah Clara mati kutu.


"Jangan coba-coba....jika kau melangkahkan kaki lagi aku akan mencincangmu malam ini hingga kau tak bisa bergerak lagi!",ucapnya tegas.


Mendengar itu seketika langkah kakinya berhenti,tubuhnya secara reflek bergetar merasakan takut yang teramat.


Mencingcang...? apa aku akan dibunuh?


Fikiran-fikiran itu mulai merasuki otaknya,dan saat ini Clara sedang sangat ketakutan.


Tanganya dengan erat berpegangan pada gagang tangga.


Clara masih diam dalam posisi tersebut,hingga tubuhnya berjingat terkejut saat tiba-tiba sebuah pelukan dari arah belakang memeluknya erat.


"Apa kau tidak mendengar kalau suamimu ini sedang memanggilmu...? hm..?",bisiknya di belakang telinga Clara.


Wajah Clara memerah menahan malu dan juga risih secara bersamaan.


Ia sangat malu karena Kaylan bersikap romantis didepan banyaknya para perkerja wanita itu.


Meski ia bisa melihat kebanyakan dari mereka menundukan pandangannya,tapi Clara tetap merasa tidak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2