
Kaylan menatap gadis yang sedang duduk ketakutan disamping tempat duduknya.
Clara gadis itu terlihat ketakutan sampai tubuhnya bergetar hebat,itu terlihat seperti seekor kelinci yang ketakutan karena ada predator di depannya.
"Apa yang kau lakukan..?",ucapnya sembari mengarahkan wajah Clara kedepan wajahnya.
Bibir gadis itu kembali terluka dan mengeluarkan darah ,padahal siang tadi itu sudah terjadi.
"Aku akan merontokan semua gigimu kalau kau menggigit bibirmu lagi!",ancamnya penuh penekanan.
Mendengar itu Clara hanya bisa menangis tanpa suara,kembali tubuhnya beringsut menempel pada pintu mobil meminimalisir jarak sejauh mungkin dari Kaylan.
Aku takut....
Kalau saja ia tidak bertemu lelaki ini,pasti ia bisa hidup normal seperti orang lainnya.
Ia bisa bekerja dengan Aiden dengan tenang,tapi apa daya dikata,mungkin takdir selalu mempermainkannya.
Aiden...maafkan aku...
Clara terpaksa pergi diam-diam seperti ini,Kaylan akan mencelakai Aiden jika ia tak ikut dengan lelaki itu dan Clara tak mau itu terjadi.
Untuk itu ia sudah menulis sebuah surat yang ia letakan diatas kasur,ia tak ingin Aiden mencarinya dan membuat lelaki itu khawatir.
Clara hanya bisa pasrah dan rela mempertaruhkan dirinya demi Aiden,baginya Aiden adalah sosok penolong .
Lelaki itu sudah sangat penting dan Clara tidak ingin menghancurkan hidup lelaki itu,toh semua ini sudah biasa ia rasakan.
Sedari dulu ia tak pernah bahagia dan sekarangpun sama ,meski hanya sebentar ia merasakan kesenangan dalam hidup saat bersama Aiden tapi Clara merasa sangat bersyukur dan bahagia,setidaknya ia pernah bahagia.
Mungkin karena sepanjang perjalanan ia menangis,Clara merasakan kantuk yang teramat sangat hingga akhirnya gadis itu terlelap tanpa pertahanan diri sekalipun.
Seakan lupa bahwa disampingnya ada seorang predator yang sedang menatapnya,tubuhnya beringsut mencari posisi ternyaman tanpa sadar.
Dan sebelum gadis itu jatuh karena posisinya yang tidak seimbang sebuah tangan besar meraih tubuhnya dan menyenderkannya di dada bidangnya.
"Ck merepotkan..."
Meski berucap seperti itu Kaylan tetap memegangi tubuh Clara yang sedang bersandar padanya,matanya yang jeli mulai menatap keseluruhan wajah Clara dari dekat.
Dan tiba-tiba saja gairahnya seakan datang kembali,hawa panas muai menggerayangi tubuhnya.
Saraf-saraf ototnya mulai menegang .
"Sial...!!",umpatnya kesal.
Padahal baru sebentar gadis itu bersandar padanya,tapi api dalam dirinya sudah terpatik dengan cepatnya.
__ADS_1
"Kau harus menahannya Kaylan!",ucapnya pada diri sendiri.
Padahal gadis itu hanya diam dan tidak menggodanya sama sekali,tapi bahkan hembusan nafas gafis itu dan wangi khas tubuhnya membuat Kaylan kalang kabut sendiri.
"Cepatlah...!",titahnya pada sang supir di depannya.
Sampai beberapa lama akhirnya kendarannya berhenti disebuah bangunan yang tinggi menjulang dengan bagusnya.
Kaylan langsung keluar dari mobilnya sembari menggendong Clara yang masih tertidur lelap.
Kakinya melangkah dengan cepat dan pasti,melewati beberapa bawahannya yang sudah setia menunggunya sedari tadi.
Kaylan membawa Clara menggunakan lift pribadi di sebuah apartemen mewah,tentu saja apartemen ini adalah salah satu miliknya.
Sebagai pemilik gedung itu Kaylan menempati lantai paling atas ,disanalah ia biasanya membawa gadis sepermainannya untuk menghabiskan waktu bersama.
Ia tak pernah membawa gadis mainannya ke mansionnya,karena menurutnya gadis-gadis rendahan seperti itu tak layak diajak kerumahnya.
Wajahnya sudah merah padam,keringat sudah mulai bercucuran di dahinya karena menahan sebuah hasrat sedari tadi.
Hingga akhirnya setelah ia sampai di lantai atas,beberapa pelayan membukakan pintu kamarnya dan langsung menutupnya kembali saat ia sudah masuk.
Bugh ....!
Kaylan langsung melempar Clara keatas ranjang king sizenya,membuat gadis yang tengah tertidur itu terbangun karena terkejut.
Namun belum sempat ia mengatasi keterkejutannya tiba-tiba Clara merasa berat pada bagian atas tubuhnya.
Seakan tahu naluri bahaya muncul didepannya spontan Clara membulatkan matanya,kantuknya langsung hilang sekejap dimakan oleh keterkejutan itu.
Dan Clara sangat sadar bahwa sekarang ia akan mengalami bencana lagi.
Kaylan lelaki itu kini tengah menatapnya sembari membuka satu-persatu kancing kemejanya seakan akan memakannya hidup-hidup.
Kepanikan mulai menyerang gadis itu saat Kaykan memaksa membuka bajunya .
Namun Clara tak akan diam,gadis itu meronta dan terus meronta dengan sekuat tenaga membuat Kaylan kewalahan.
"Sial...! diamlah...!!",Kaylan sudah tidak tahan lagi!
Kepalanya sudah merasakan pening luar biasa,ia sudah menjadi pria impoten beberapa waktu lalu dan sekarang lonjakan birahinya melonjak di depan wanita itu.
Dan tanpa memikirkan bagaimana keadaan Clara dibawahnya,Kaylan sekali lagi memaksakan kehendaknya kepada Clara.
Kali ini lelaki itu melakukannya dengan sangat buas,ini sudah bukan pertama kalinya bagi Clara dan Kaylan tidak perlu menahannya lagi.
"Arrg...!!",teriaknya saat merasakan sensasi puas yang tiada bandingannya.
__ADS_1
Rasanya seperti dilepaskan dari belenggu yang selama ini mengikatnya,tubuh Clara gadis itu sungguh membuatnya terpuaskan.
Hingga akhirnya Kaylan melepaskan Clara saat gadis itu sudah pingsan di bawah kungkungannya.
"Kau milikku....",ucapnya berbisik ditelinga gadis yang kesadarannya sudah terenggut itu.
Kemudian tubuhnya ambruk disamping Clara ,mengawasi wajah gadis itu dengan seksama.
"Manis juga..."
Selama ini ia hanya menganggap Clara sebagai gadis dekil yang memuaskan hasratnya saja,tapi kalau dilihat lagi Clara adalah gadis yang manis dengan kulitnya yang eksotis.
"****!",teriaknya saat merasakan miliknya berdiri lagi.
Hanya dengan menatap gadis itu saja adiknya itu merespon kembali!
Kaylan beranjak memeluk Clara erat-erat,ia mencium gadis itu dengan kuat mencoba merenggut semua rasa manis dari Clara.
Tak henti-hentinya ia mengeksplor mulut Clara dengan lidahnya,tangannya juga tak tinggal diam merem*s sesuatu yang menjadi kesukaannya sekarang.
Kemudian ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Clara,mencoba menghirup aroma gadis itu dalam-dalam berusaha menenangkan diri sendiri.
"Haah...aku bisa gila"
Ucapnya kemudian memejamkan mata mencoba agar tertidur dan melupakan hasratnya yang terus naik.
***
Pagi hari terlihat seorang pelayan berlari dengan tergopoh-gopoh menghampiri Aiden yang sedang duduk di meja makan.
Membuat lelaki yang sedang membaca koran itu menghentikan aktifitasnya dan meletakan korannya diatas meja.
"Ada apa..?",tanyanya.
Terlihat pelayan itu menundukan kepalanya dalam-dalam,meremas baju kerjanya dengan kuat.
"Ma..maaf tuan...Nona Clara tidak ada di kamar...saya hanya menemukan ini diatas ranjangnya",ucapnya dengan nada yang bergetar.
Pelayan itu meletakan sebuah kertas yang sudah dilipat dengan sedemikian rapinya oleh Clara.
Aiden segera menyambar kertas itu dan membacanya dengan seksama,matanya melebar bahkan tangannya bergetar merasakan kesedihan dan kemarahan yang datang bersamaan.
"Kenapa...? kenapa kau lari dariku Clara...!",teriaknya membuat pelayan yang ada disana terentak karena terkejut.
Semua pelayan hanya bisa diam,mereka tahu Clara merupakan seorang gadis khusus yang dibawa tuannya dengan dalih dipekerjakan sebagai pelayan.
Buktinya Aiden yang memerintahkan sendiri kepada semua pelayan agar tetap melayani Clara dengan baik.
__ADS_1