Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Tinggal Bersama


__ADS_3

"Ke...kenapa...?"


Kenapa Clara menolak ajakannya? itu adalah tawaran yang bagus untuknya.


"Aku tidak mengenalmu...."


Deg...


Entah kenapa hati Aiden merasa terpukul,sepertinya hanya dirinya yang merasa mereka sudah semakin dekat.


Clara masih menganggapnya orang lain dan masih enggan terhadap dirinya.


"Sebenarnya...aku punya pekerjaan dirumah...aku butuh seseorang yang membuatkanku makanan setiap hari dan merawat rumah...kurasa kau cocok untuk itu..",kilahnya.


Mungkin dengan cara ini Clara mau berada di sisinya,dilihat dari masa lalunya yang sebagai cleaning service membuat Aiden memutar otak.


Kali ini ia akan menggunakan trik pekerjaan untuk menarik minat Clara.


Dan ternyata caranya kali ini mungkin sukses melihat Clara menatapnya dengan pandangan penuh ketertarikan.


"Bagaimana...? apa kau mau...? kau tenang saja,gaji dirumahku besar dan tak kalah besar dari gaji perusahaan "


"Apa yang membuatnya ragu...?"


Jelas Clara tertarik dengan tawarannya itu,tapi gadis itu tetap diam sembari menggigit bibirnya ragu.


Sampai akhirnya Aiden menemukan apa yang tengah menjadi fikiran gadis didepannya itu.


"Di rumahku juga ada beberapa pelayan wanita yang bekerja menjaga kebun...jadi kau tak perlu khawatir"


Dan benar saja...Clara yang sedari tadi diam kini memandangnya dengan tatapan berbinar.


Gadis itu masih takut kepadanya...tinggal berdua dengan lelaki yang baru di kenalnya itu tidak mungkin,apalagi Clara adalah korban pemerk****n.


"Jadi...kau mau kan...? bekerja dirumahku..?" tanyanya lamat-lamat.


Clara mengangguk dengan senang,hal itu membuat Aiden merasa sangat senang meski entah apa yang membuatnya merasa seperti itu.


***


Sebuah mobil hitam berhenti di depan gerbang yang menjulang tinggi dengan warna putih dengan aksen daun sulur yang indah.


Kemudian gerbang itu terbuka sendirinya saat lelaki disampingnya ini memencet sebuah tombol yang ada di tanganya.


Hal itu tak pernah luput dari pandangan penuh ketakjuban dari gadis desa itu.


Sedari keluar dari rumah sakit hingga sekarang,Clara memperhatikan apa yang bisa ia lihat di dalam mobil.

__ADS_1


Banyak hal yang membuatnya merasa sangat kagum seperti sekarang ini...baru kali ini ia melihat rumah yang begitu besar,sangat besar...!


Bahkan rumah milik tetua desa di pulaunya tidak sebesar ini.


Jika dibandingkan mungkin hanya sepersepuluhnya saja...


Nyali Clara menciut dan tiba-tiba ia merasa ketakutan sendiri,bagaimana jika Aiden adalah orang yang jahat?


Bagaimana jika dirinya sudah masuk kedalam rumah itu ia tak bisa kembali lagi?


Dengan dinding dan gerbang yang tinggi seperti itu tidak ada akan yang tahu jika dirinya disiksa atau dibunuh sekalipun..


Clara ingin kabur...saat dirinya sudah menginjakan kaki di sebuah teras ia ingin keluar dari rumah itu sebelum terlambat.


Namun lagi-lagi sebuah senyuman hangat terpancar dari wajah Aiden,lelaki itu tersenyum seakan menenangkan dirinya,menjelaskan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Clara menundukan kepalanya saat ia melewati beberapa pelayan yang sudah berbaris rapi di depan pintu,memberi hormat pada Aiden dengan sangat sopan.


"Aku akan seperti mereka...?",fikirnya.


Mungkin ia juga akan mengenakan seragam maid itu nantinya,dan sebentar lagi dirinya akan menjadi bagian dari mereka.


Diliriknya lelaki yang masih berjalan didepannya itu,Aiden benar-benar orang yang dihormati dan disegani.


Dan saat itu juga Clara merasa sedikit nyaman,ia senang ia akan benar-benar bekerja disamping seorang yang di segani.


***


"Hey bro....suram amat wajah lo",tepuk Kenzo yang baru datang kepada Kaylan.


"Biasa...kurang belaian dia haha...",jawab Bara.


Yang di bahas hanya diam sembari berdecak kesal,Kaylan meminum kembali minuman kerasnya kemudian mengusir beberapa wanita yang bergelayutan di sampingnya sedari tadi.


"Kenapa dia..?",tanya Kenzo yang heran melihat tingkah Kaylan.


"Katanya dia lagi cari cewek...tapi belum ketemu..",jawan Bara.


"Siapa...?",tanyanya lagi.


"Gue juga kurang faham,intinya dia udah nyari tuh cewek tapi belum nemu juga"


"Ah gue jadi penasaran..."


Siapa yang membuat seorang Kaylan mencarinya,bahkan Kaylan sudah seperti orang yang frustasi.


Kenzo mendapat laporan sudah lima hari ini Kaylan berkunjung ke barnya secara berturut-turut,namun lelaki itu selalu membuat keributan setelahnya.

__ADS_1


Kaylan akan mengajak beberapa wanita masuk kedalam kamar VIPnya seperti biasa,namun setelahnya wanita-wanita itu keluar dengan keadaan menangis.


Dan hal itu tak pernah terjadi sebelumnya..


"Gue jadi penasaran seperti apa cewek itu...hey bro...gue bakal bantu lo nyari tuh cewek asal lo kenalin dia juga ke gue",ucap Kenzo.


Kaylan melirik teman-temannya kemudian membanting gelas yang ada ditangannya,membuat semua orang yang ada disana melihat kearah suara.


"Woywoy..santai bro...gue cuma bercanda...",ucap Kenzo setelah melihat Kaylan sepertinya marah.


"Sial....!!",teriaknya kemudian melenggang pergi meninggalkan Kenzo dan Bara yang heran melihat tingkahnya itu.


Kaylan berjalan dengan cepatnya tanpa memperhatikan orang-orang disekitarnya.


Ia bahkan sampai menabrak orang dan berkelahi dengan mereka yang menyenggolnya saja,hingga akhirnya dirinya harus dilerai oleh beberapa orang.


Kaylan benar-benar hilang kendali,dirinya saat ini sedang merasa sangat frustasi.


Sudah lima hari ia mencari keberadaan Clara...gadis yang telah tidur dengannya saat itu,namun sampai sekarang ia tidak menemukan jejaknya bahkan sekecilpun.


Bebebapa bawahan yang handal sudah ia kerahkan untuk mencari gadis itu,tapi sialnya belum ada laporan baik yang ia terima.


"Arrghhh...kenapa susah sekali mencari gadis seperti itu!",teriaknya sembari memukul setirnya.


Dipandangnya wajah tampannya yang kini penuh dengan luka pukulan akibat sisa perkelahian tadi.


Dirinya kini terlihat begitu menyedihkan didepan kaca mobilnya.


Semenjak ia menghabiskan malam dengan Clara,gadis pembersih itu ia tak bisa tidur dengan wanita manapun.


Alatnya tak mau berereksi bahkan bekerja dengan baik meskipun segala macam cara sudah ia coba dengan beberapa wanita.


Kaylan menjadi impoten...!


Dirinya tak berselera sama sekali dengan wanita lain meskipun mereka sangat cantik dan seksi,bahkan ia juga sudah menggunakan obat tapi tetap saja itu tidak bekerja.


Yang ada dirinya malah berakhir tersiksa sendiri,setiap malam Kaylan selalu terbayang-bayang betapa panasnya malam yang sudah ia lewatkan bersama gadis itu.


Sensasi yang belum pernah ia rasakan begitu menggairahkan dan memuaskan,mungkin karena baru pertama kali ia merasakan perawan.


Tapi yang jelas saat ini tubuhnya sudah terobsesi hanya dengan Clara.


Hanya dengan menemukan gadis itu masalahnya bisa teratasi.


"Clara....aku harus menemukanmu secepatnya...!"


Meskipun harus dengan cara yang kasar sekalipun Kaylan akan melakukannya,ia akan menyeret Clara agar gadis itu berada di sisinya dan menyembuhkan penyakitnya yang tak bisa bereaksi dengan wanita lain.

__ADS_1


__ADS_2