Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Tidak Kuat Lagi


__ADS_3

Clara mengerjapkan matanya setelah merasakan hawa dingin mulai menyerang kulitnya.


Reflek tangannya menarik sebuah selimut yang melorot jatuh dibawah pinggangnya,hingga akhirnya ia merasa sebuah cahaya terang mulai menyerang alam bawah sadarnya.


Sinar matahari masuk melewati jendela kaca besar itu dengan tidak sopannya.


Yah...tak ada korden atau penghalang lain yang bisa menutup akses sinar itu masuk,sepertinya seseorang sengaja membuka korden itu secara lebar-lebar agar dirinya cepat bangun.


Clara melirik tempat sekelilingnya,ia belum sadar sepenuhnya.


Dimana ia berada dan bagaimana ia bisa ada disana.


Tak butuh waktu yang lama,Clara menangis memeluk tubuhnya dengan balutan selimut berwarna putih itu.


Ia ingat semuanya saat dirinya dipaksa sekali lagi oleh Kaylan,Clara memukul-mukul badannya merasa sangat frustasi.


Ia sungguh membenci dirinya sendiri karena tidak bisa melakukan apapun.


Kenapa takdirku selalu sial...!


Orang di desanya dulu juga menganggapnya anak sial,dan sekarang Clara baru bisa faham dengan apa yang mereka maksud.


Aku...aku lelah...


Batinnya sembari menggigit bibirnya kuat-kuat,fikiran negative mulai masuk meracuni otaknya.


Clara mencoba turun dari sebuah ranjang yang sangat besar itu,kakinya berjalan tertatih-tatih merasakan perih yang teramat sangat di bagian bawah pinggangnya.


Badanya sungguh seperti remuk berkeping-keping,semalam Kaylan melakukannya tanpa ampun,ia terus menggempur Clara dengan seluruh kekuatannya tanpa batas waktu.


Hingga akhirnya dirinya merasa sudah sangat tidak kuat dan akhirnya jatuh pingsan,setelah itu Clara tidak tahu lagi apakah lelaki itu melepaskannya atau terus melakukan hal jahat itu kepadanya.


Clara menatap pemandangan yang sangat indah dari arah jendela kaca tempatnya berdiri sekarang.


Dunia sungguh indah..


Banyak bangunan tinggi menjulang berjejer rapi di depannya,itu tampak seperti akan menyentuh langit.


kendaraan-kendaraan terlihat seperti semut-semut yang berjejer rapi berjalan sesuai rute yang akan mereka tuju.


Clara tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya..


Kamar yang begitu mewah dengan segala sesuatunya yang membuatnya begitu terpesona.

__ADS_1


Ranjang yang empuk yang bisa membuatnya tidur dengan nyaman setiap harinya,buka sebuah kursi keras dan kain tipis yang diguanakannya untuk tidur seperti dulu.


Lampu yang selalu berpenjar,lantai yang dingin dan sebuah selimut hangat yang delalu Clara inginkan.


Dulu ia hanya menggunakan kain tipis untuk mentupi tubuhnya saat tidur,meski tidak cukup bermanfaat tapi setidaknya itu bisa mngurangi rasa dinginnya malam setiap harinya.


Semua kemewahan terpampang nyata didepannya kali ini,tapi semua itu tak ada harganya bagi Clara saat ini.


Clara menatap pantulan dirinya di depan cermin dengan nyalang,banyak sekali bekas merah akibat sisa percintaan semalam dan Clara sangat membenci itu.


Gadis itu mulai memukul dan menggosok bekas memar yang terlihat,kemudian menangis meraung-raung sembari menjambak rambutnya frustasi.


Lama ia melakukan itu,hingga akhirnya matanya menangkap sebuah benda yang mungkin bisa mengeluarkannya dari penderitaan selama ini.


Clara beringsut mengambil sebuah pisau buah yang terletak diatas meja dekat ranjang.


Ia berdiri dengan telanjang bulat,tanpa memikirkan apapun Clara langsung menusukan pisau itu kearah perutnya.


Aarggghhh....sakiit!! Ini sakit..!


Tapi lebih baik seperti ini,ia tak mau selamanya menjadi budak s*k bagi lelaki sialan itu.


***


"Aman tuan...tidak ada tanda-tanda nona akan melarikan diri,didalam ruangan juga tidak terdengar suara kegaduhan apapun...",lapornya.


"Dia bisu...! mana mungkin kau bisa mendengarnya berteriak",ucapnya sembari berjalan melewati bawahannya dengan kesal.


Ia tahu Clara adalah wanita yang tidak akan meronta-ronta ingin dikeluarkan,wanita itu cenderung menahan segala sesuatunya sendirian.


Dan Kaylan tidak suka saat mainanya tidak diperhatikan dengan baik seperti ini.


"Sial...!"


Padahal ia sudah menyuruh bawahannya untuk memeriksa keadaan wanita itu,ini sudah hampir pukul dua belas siang,dan tidak ada satupun bawahannya yang melihat bagaimana keadaan wanita itu.


"Bagaimana kalau dia kelaparan...? aku belum puas bermain dengannya dan aku tidak ingin dia mati terlebih dahulu".gerutunya.


"Telfon dokter Edward secepatnya...! aku ingin dia mengatasi pasien disini"


Ucapnya memerintahkan bawahannya,dibarengi dengan anggukan tegas lelaki botak di belakangnya.


Saat tangan itu membuka gagang pintu gerakan tangannya terhenti,tubuh Kaylan seolah mematung melihat pemandangan di depannya.

__ADS_1


"Pe...pergi kalian...!!",teriaknya pada bawahannya yang berdiri di depan pintu.


Kaylan berlari kemudian menutupi Tubuh telanjang Clara yang sudah berlumuran darah, meraih tubuh gadis yang tak sadarkan diri dan meletakannya diatas ranjang berwarna putih itu.


"Cepat bawa dokter kesini...!",teriaknya memenuhi ruangan itu.


Alisnya menaut melihat darah yang tak henti-hentinya keluar dari perut Clara.


Jantungnya berdegup cepat melihat pemandangan mengerikan di depannya.


"Sial...! apa yang dia lakukan!",teriaknya frustasi.


Kaylan sangat marah dan juga takut,bagaimana jika gadis itu mati?


Ia tidak suka memikirkan itu...dan Kaylan tidak akan membiarkan semua itu terjadi!


"Kenapa dokternya lama sekali?!",teriaknya sekali lagi kepada para bawahannya.


"Beliau sedang ada dalam perjalanan tuan,mungkin butuh tiga menit lagi beliau sampai",jawab salah satu bawahannya.


Dan benar saja,seseorang dengan seragam putih khas miliknya keluar dengan raut muka yang merah dan nafas yang tersengal,mungkin dokter itu lari dengan sekuat tenaga setelah mendapat panggilan dari atasannya.


"Cepat kau sembuhkan dia...! aku tak ingin dia mati!",titahnya tanpa terbantahkan.


Sang dokter dengan cekatan mengeluarkan alat yang ada di tasnya dan mulai mengobati Clara tanpa banyak bertanya.


Dokter itu hanya bisa merasa prihatin kepada gadis yang sedang dia obati itu,bagaimana bisa seorang gadis yang terlihat lemah itu bisa bersama tuannya yang kejam?


"Aku hanya bisa mendoakanmu semoga hidupmu bisa bahagia nantinya..."


Doa dokter itu tulus...melihat bagaimana keadaan gadis itu sekarang pasti ia telah melewati masa yang sulit.


Gadis itu dengan beraninya mencoba bunuh diri,mungkin itu satu-satunya cara yang bisa ia lakukan agar bisa mengakhiri penderitaannya.


"Bagaimana keadaanya..?",tanya Kaylan tak sabar saat melihat sang dokter selesai melakukan pengobatannya.


"Lukanya cukup parah tuan,untungnya saya tidak terlambat melakukan pengobatan pertama...saat ini nona harus menjalani perawatan intensif karena lukanya cukup dalam...tapi tenang saja saya akan melakukan yang terbaik agar nona cepat sembuh nantinya...",terangnya panjang lebar.


Meski tipis tapi sang dokter bisa mendengar helaan nafas keluar dari tuannya Kaylan.


"Baguslah...lakukan prosedure yang terbaik untuknya..aku ingin dia cepat sembuh"


" Baik tuan..."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Kaylan beranjak keluar dari ruangan dengan langkah yang lebar,entah kemana perginya lelaki itu,yang pasti tidak ada yang berani bertanya,apalagi wajah Kaylan sungguh menakutkan sekarang ini.


__ADS_2