
Sudah tiga hari lamanya semenjak kejadian bencana itu...
Sekarang Clara sudah menaiki kapal yang besar,matanya berbinar melihat hamparan laut yang luas terpampang nyata dari atas sana.
Itu terlihat sangat indah dan juga menakjubkan,baru kali ini Clara melihat dari sisi itu.
Seumur hidup ia tak pernah menaiki kapal,jadi wajar saja ia kagum.
Hari ini beberapa penduduk dipindahkan ke kota,meski tidak semuanya tapi kebanyakan para penduduk desa memilih pergi guna menghindari tsunami susulan.
Tentu saja semua itu arahan dari timsar...masih banyak warga yang belum ditemukan dan juga desa tidak bisa lagi dibangun seperti dulu.
Sudah banyak kerusakan yang dialami,dan mungkin sangat sulit untuk diperbaiki lagi.
...
Mata Clara berbinar melihat gemerlapnya lampu kota,itu sangat terang dan menakjubkan.
Desaku tidak ada apa-apanya dibanding semua ini...
Gedung-gedung yang menjulang tinggi dan rumah yang sangat padat.
Jadi ini yang dinamakan kota...
Kota terlihat sangat menakjubkan dengan kemegahannya,banyak orang yang berlalu lalang disana.
Setelah kapal menepi,banyak orang yang langsung menghampiri orang-orang yang ada di dalam kapal.
Clara juga mengikuti saja saat seorang perempuan berbaju merah menuntunnya masuk kedalam sebuah mobil berwarna putih.
"Mari ikut saya...saya akan membawa anda ke ruah sakit",ucapnya.
Clara hanya mengangguk setuju tanpa perlawanan sedikitpun.
Lebih baik ia menurut daripada ia susah sendiri nanti, apalagi ia tidak faham sama sekali soal kota.
Setiap perjalan menuju rumah sakit tak henti-hentinya Clara membatinkan kata kagum.
Jalan yang halus,kendaraan yang sangat banyak berlalu lalang memenuhi jalanan,dan suara hiruk priuk terdengar sangat asih baginya.
Hingga akhirnya sampailah ia di rumah sakit,tempat dimana ia akan dirawat? kurang lebih seperti itu penjelasan orang berbaju oren sewaktu di pulau.
Mereka penduduk pulau akan dirawat sampai sembuh,kemudian diberikan tempat tinggal sebagai pengungsian selama satu bulan.
Setelahnya mereka harus membayar sewa tempat,maka dari itu mereka diwajibkan bekerja untuk menyambung hidup.
__ADS_1
Awalnya banyak yang merasa keberatan dengan syarat yang diajukan,tapi mau bagaimana lagi? tidak ada pilihan lain jika ingin tetap hidup.
Clarapun akan berusaha mencari pekerjaan nanti,ia akan mencari pekerjaan agar bisa tetap bertahan hidup.
Disisi lain besar harapannya agar bisa bertemu dengan Teo,mungkin jika ia sudah punya banyak uang nanti ia bisa pergi mencari Teo!
Jika mereka bisa bertemu tidak akan ada lagi yang bisa menghalangi,di kota tidak ada yang mengenalnya dan juga tidak ada keluarga Teo yang selalu menentangnya.
***
Beberapa hari Clara lalui dengan berdiam diri di rumah sakit,luka-lukanya yang di rawat dengan benar perlahan bisa sembuh,meskipun banyak meninggalkan bekas luka.
Suara bisik-bisik terdengar dari orang-orang yang berkumpul di sekelilingnya.
Aula yang besar di salah satu bagian rumah sakit itu kini dipenuhi beberapa pasien seperti dirinya.
Mereka masih menggunakan baju pasien berwarna biru dan kebanyakan mereka juga pasien imigran.
Para rakyat yang terkena musibah ada disana.
Semua orang langsung menutup mulutnya ketika beberapa orang berbaju hitam dengan badan yang besar-besar masuk kedalam ruangan itu.
Semua orang terdiam ketakutan,entah mengapa suasana disana terasa mencekam.
Sampai akhirnya datang seorang lelaki berkacamata dan bermata tajam masuk dengan arogantnya,sepertinya itu adalah bos mereka.
"Para warga yang kehilangan harta dan keluarga akan kami fasilitasi dengan masa tenggang yang telah ditentukan...untuk itu kami akan memberikan sebuah penawaran lain....kami akan membuka lowongan pekerjaan yang mungkin bisa membantu kesulitan kalian semua...kami akan membagikan beberapa kertas bereserta isi perjanjiannya"
Benar saja,beberapa orang mulai membagikan kertas ke masing-masih imigran termasuk dirinya.
Clara mulai membaca satu persatu poin yang ada di dalam perjanjian itu.
Disana tertulis jenis pekerjaan apa yang dicantumkan...ada OB dan OG,pembantu rumah dan segala pekerjaan yang bersangkutan dengan bersih-bersih.
"Idih...aku kira perusahaan besar akan merekrut kita setidaknya dengan pekerjaan yang layak ...tapi apa ini!",ucap seorang perempuan disampingnya.
"Iya...aku mana sudi bekerja sebagai pembantu! di desa aku termasuk orang yang berada! dirumahku dulu juga aku punya pembantu..masa sekarang aku jadi pembantu ",jawab teman disampingnya.
"Lebih baik aku mencari pekerjaan yang lain sana,ogah jadi tukang bersih-bersih di kota...! mau ditaruh dimana mukaku ini..!"
Clara hanya melirik gadis-gadis disampingnya,memang apa salahnya bekerja sebagai tukang bersih-bersih?
Tidak ada yang salah dengan pekerjaan itu...apalagi gaji yang di tawarkan lumayan banyak.
Bahkan jika ia bekerja satu tahun di desa belum tentu ia mendapatkan uang sebanyak itu.
__ADS_1
Lebih baik aku mengambil tawaran ini...
Kesempatan tidak mungkin datang dua kali,Clara tak mau membuang kesempatan itu.
Ia juga tak tahu apakah ia bisa mencari pekerjaan dengan mudah di kota.
Apalagi ia tak tahu kapan pulau mereka akan lepas dari status bahaya.
Pulau mereka juga masih rusak parah dan masih tahap pembangunan lagi.
Mungkin butuh waktu lama untuk mengembalikan keadaan pulau seperti dulu melihat betapa hancurnya pulau itu akibat tsunami.
Clara mencentang salah satu pekerjaan yang dipilihnya,kemudian menuliskan keterangan kemampuan yang bisa ia lakukan.
Clara juga tak lupa mencantumkan kekurangannya yang tidak bisa bicara,kemudian membubuhkan tanda tangannya diatas materai yang sudah tersedia disana.
Baiklah...aku harap pilihanku ini tidak salah...
Batinnya sembari menatap kertas yang sudah ia isi tadi.
Setelah itu satu persatu kertas mulai dikumpulkan,dan saat itu juga para pria berbaju hitam mulai memisahkan antara orang yang berniat bekerja dan tidak.
Clara langsung di tuntun kesuatu ruangan yang lain bersama beberapa orang yang berniat bekerja juga.
Diruangan itu hanya ada beberapa wanita dari sekian banyak orang yang mendaftar,mungkin hanya lima atau enam orang?
Kebanyakan dari mereka laki-laki,padahal kalau dilihat sebelum pemilihan lebih banyak perempuan dibanding dengan laki-lakinya,artinya para wanita banyak yang tidak mau dengan pekerjaan itu.
"Besok kalian akan langsung terjun kelapangan sebagai training,nanti akan ada beberapa orang yang akan menjelaskannya pada kalian...dan satu hal lagi...kalian tidak boleh mengangkat pandangan pada bos kami,pemilik perusahaan yang telah banyak membantu kalian,Tuan Kaylan yang terhormat...",ucapnya tegas.
Clara merasakan tekanan yang sangat kuat saat laki-laki berkacamata itu menyebutkan poin yang sangat penting.
Inilah larangan yang sebenarnya yang tidak boleh dilanggar sedikitpun.
Selama di rumah sakit Clara pernah mendengar bahwa pemilik perusahaan Pramanta,perusahaan yang paling berpengaruh di negeri ini adalah orang yang keras dan tak menerima sedikitpun kesalahan.
Para bawahannya tidak ada yang berani menatap wajah beliau,konon katanya mereka akan langsung dipecat dan diberi hukuman jika menatap dengan lama ,apalagi para pekerja kelas bawah seperti mereka.
Yah aku tidak begitu perduli juga...toh kami tidak akan pernah bertemu...
Begitu fikirnya...
.
...Terimakasih sudah mau membaca...π€...
__ADS_1
...Jangan lupa kasih author dukungan yaa...!!ππ...
...Aku sayang kaliannnnπ₯°ππππ...