Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Menjauh


__ADS_3

Clara menarik pintu itu dengan keras berusaha untuk keluar dari dalam kamar itu.


Karena dirinya yang bisu tentu saja ia tak bisa berteriak meminta tolong.


Apa yang harus aku lakukan...


Pintunya susah sekali untuk dibuka,badannya yang kurus tentu tidak bisa mendobraknya.


Jika ingin keluar dengan selamat hal yang harus dilakukan hanyalah berfikir.


Clara melihat ada sebuah jendela yang jauh diatas sana,tidak mungkin jika dirinya bisa menggapai jendela itu dengan tangan kosong.


Jendela terbuat dari kaca itu mempunyai celah dibagian atasnya,itu kecil tapi mungkin cukup untuk badannya yang kurus.


Dengan hati-hati tanpa menimbulkan suara,Clara menggeser benda-benda yang ada di ruangan itu,meja,kursi,bahkan tumpukan buku-buku yang terletak diatas meja ia gunakan untuk tumpuan kaki.


Bajunya yang melambai-lambai ia ikat dengan erat agar tidak terjerat dengan paku yang ada di pinggiran jendela.


Ternyata inI lebih susah...


Clara harus berpegangan pada kaca mau tak mau,tinggi barang yang ia kumpulkan belum cukup untuk menggapai jendela itu.


Dengan kekuatan yang tersisa,Clara berpegangan pada kaca dan menapakan kakinya di tembok.


Aku harap ini tidak pecah...


Jika kaca itu pecah tamat sudah riwayatnya,ia akan jatuh dan badannya pasti akan sakit sekali,kemungkinan terburuknya mungkin ia akan menimbukan suara yang cukup keraa dan membuat Cika menghampirinya.


Clara meringis saat merasakan sayatan demi sayatan terukir di tangannya,kaca itu cukup tajam untuk pegangannya.


Tapi Clara tidak mauenyerah,lebih baik dirinya terluka seperti ini daripada harus dijual kepada orang lain!


Bruugg...!!!


Clara langsung melompat ketika sudah mencapai puncak,badannya yang jatuh tak sengaja menimpa batu membuat gadis itu meringis kesakitan.


Luka akibat timpukan batu para anak-anak di desanya bertambah memburuk saat dirinya jatuh,rasa sakitnya dua kali lipat daripada sakit biasanya.


Clara menangis merasakan panas dan perih dibagian pungungnya,darah terlihat mulai mengalir menetes di tanah.


Dirinya tak sanggup lagi untuk kabur lagj saat ini...tapi ketika mendengar suara beberapa laki-laki menggebrak pintu,Clara merasa sangat ketakutan dan menyeret kakinya untuk segera pergi.


Ia terpaksa harus berjalan dengan susah payah agar bisa selamat.


Tolong aku ya tuhan...siapapun kumohon tolong aku...!

__ADS_1


Batinnya..


Besar harapannya bahwa ada seseorang yang akan menolongnya saat ini.


Tapi Clara tahu,bahwa tidak ada kehidupan yang adil bagi dirinya...


Setiap dirinya merasa tersiksa seperti ini tidak mungkin ada seseorang yang akan menolongnya,kecuali ia harus kabur menghindari masalah sejauh mungkin.


Teo yang biasa menolongnya juga tidak bisa selalu ada,temannya itu hanya datang disaat alam sedang mengasi dirinya dan membuat Teo bisa bertemu dengannya.


Sandal yang tadi dipakai sudah hilang entah kemana,ia berlari tak tentu arah dengan kaki penuh luka ,Clara tidak menghiraukan apapun selain mencoba kabur sejauh-jauhnya dari tempat terkutuk itu.


Penampilannya saat ini sungguh mengenaskan,gadis kecil itu berlari dengan kaki yang telanjang,wajahnya yang melas sedang menangis tersedu-sedu sembari memegangi pundaknya yang penuh dengan luka.


Kakinya yang terlihat banyak sayatan akibat menginjak sesuatu yang tajam tak dihiraukannya.


Clara benar-benar sudah hilang arah.


Dirinya bingung harus pergi kemana,apa ia harus pulang kerumah? rumah dimana kakeknya telah menjualnya?


Tapi tidak ada tempat lain untuk bersinggahnya sekarang...


Sampai akhirnya Clara memilih bersembunyi dibalik semak-semak karena sudah tak kuat lagi berlari.


Tak lama terdengar beberapa orang yang berlari dengan kencangnya dan berhenti tak jauh dari tempatnya bersembunyi sekarang.


"Sial...! bagaimana kita bisa kehilangan jejaknya! kita bisa dimarahi boss kalau begini...!",ucap salah satu pencuri itu.


"Gadis itu benar-benar pembawa sial! kenapa kita harus mendapat tugas ini? jika kita gagal bos akan menghukum kita...kita harus menemukannya bagaimanapun caranya! meskipun harus membawanya paksa atau dalam keadaan tak bernyawa...!"


Teriakan-teriakan para penjahat itu membuat Clara sangat ketakutan,ia bahkan sudah menangis dalam diam dan sudah pasrah jika harus mati dibunuh saat itu juga.


Suara-suara celurit yang menebas rerumputan terdengar sangat bringas dan tak beraturan.


Ya Tuhan...jika aku harus mati sekarang tolong bunuhlah aku dalam keadaan yang terhormat...


Clara rela jika dirinya dimakan hewan buas ataupun jatuh kedalam jurang,tapi ia tak mau sampai tertangkap oleh penjahat-penjahat itu.


Tak berselang lama suara para penjahat itu berangsur hilang dan menjauh.


Sepertinya mereka tak menemukannya dibalik semak belukar itu.


Dengan susah payah Clara mencoba berdiri,ia tidak boleh tetap disana jika ingin selamat.


Lari dan terus berlari...hanya itu yang bisa Clara lakukan,ia tak bisa meminta tolong pada siapapun di desa itu.

__ADS_1


Semua orang membencinya tak terkecuali kakeknya sendiri.


Rasa sakit hati dan juga fisik yang sudah hancur penuh luka itu membuatnya sangat tersiksa.


Sampai akhirnya Clara terjatuh diatas batu-batu besar di pinggir pantai,suara ombak terdengar sangat keras...Clara bersimpuh diatas batu sembari menangis tersedu-sedu.


Akhirnya kini dirinya sudah sampai di tempat rahasia,dimana tidak ada orang yang akan menemukannya selain Teo,itu harapannya.


Suara tangisannya yang kecil tak terdengar termakan kerasnya ombak di malam itu.


Aku lelah....aku sangat lelah...


Batas kesabarannya kini sudah diambang batas,rasanya sudah sangat lelah menghadapi perbuatan orang-orang didesanya.


Hingga akhirnya karena merasa lelah tanpa terasa Clara tertidur diatas batu dengan ditemani angin laut yang sangat dingin.


***


"Clara...Clara...kau baik-baik saja...?!"


Clara mengerjapkan matanya mendengar seseorang menyebut namanya.


Dan tak butuh waktu lama untuknya mengenali orang itu...Clara langsung memeluk Teo yang berada di depannya.


"Teo...tolong aku...tolong bawa aku keluar dari pulau ini...! aku tidak mau berada disini...!"


Teo menatap Clara dengan terpaku,lelaki itu tak merespon sedikitpun bahasa isyarat Clara.


Tangan Clara yang masih memeluknya ia lepaskan dengan hati-hati.


"Clara...ada yang ingin aku katakan...",ucap Teo lirih,lelaki itu menundukan wajahnya tak berani menatap mata Clara sedikitpun.


"A..aku akan pergi hari ini...aku akan pergi ke kota untuk melanjutkan sekolahku..." ucapnya lamat-lamat.


Clara sangat terkejut mendengar kabar itu,itu adalah kabar terburuk dalam hidupnya.


Teo akan pergi meninggalkannya ...lalu dengan siapa dia akan hidup di pulau ini?!


Clara memundurkan tubuhnya,ia membalikan badan tak mau melihat wajah pria itu lagi.


Dirinya benar-benar merasa sangat hancur saat ini...


"Aku tidak ada pilihan lain Clara...ini adalah kehendak keluargaku,aku tidak bisa menolaknya..."


Clara masih diam,dirinya menangis dengan kebisuannya.

__ADS_1


"Aku berjanji akan menjemputmu saat aku sudah sukses disana...aku akan membawamu keluar dari pulau ini nanti...",ucapnya sembari memeluk Clara dari arah belakang.


__ADS_2