Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Tawanan


__ADS_3

Sudah beberapa hari semenjak Clara melakukan percobaan bunuh diri,selama itu pula Kaylan tak pernah terlihat.


Lelaki itu bahkan tak pernah terlihat berkeliaran di sekitar apartemen meskipun Clara sudah sadarkan diri.


Ini sudah seminggu lebih...


Tapi Clara malah bersyukur tentang hal itu,setidaknya itu bertanda lelaki itu sudah tidak menaruh ketertarikan lagi padanya.


Clara meremas selimut tebal yang ada di pangkuannya,ia melirik para pelayan yang berkeliaran di ruangan itu.


Ada yang sedang mengelap kaca,membersihkan debu dan ada yang keluar sekedar membawakannya makanan.


Meskipun begitu Clara merasa sangat tidak nyaman,keberadaan para pelayan itu seolah ada hanya untuk mengawasinya.


Tidak pernah ia ditinggalkan sendirian setiap waktu,mungkin mereka ditugaskan oleh Kaylan untuk mengawasinya.


Mungkin saja kan lelaki itu mengira ia akan mencoba bunuh diri lagi? Padahal untuk saat ini Clara tidak berani melakukannya lagi.


Luka yang ia dapat sungguh terasa sangat menyakitkan,dan Clara sekarang malah sangat takut untuk melakukan percobaan bunuh diri seperti yang ia lakukan sebelumnya.


Clara mulai mencoba menggerakan lonceng kecil yang berada disamping tempat tidurnya.


Para pelayan yang tadinya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing menatap kearahnya dan mulai berjalan menghampirinya.


"Ada apa nona...?",ucap salah satu dari mereka.


"Aku ingin ke kamar mandi...",tulisnya disebuah kertas yang sudah disiapkan sebelumnya.


Dan dengan cepat para maid itu mulai membantunya ,menuntunnya kearah kamar mandi sesuai keinginannya.


"Tinggalkan aku sendiri..."


"Anda akan kesusahan tanpa bantuan kami nona",jawab pelayan satunya.


"Aku bisa sendiri...!",tulis Clara lagi,kali ini dengan tanda seru,membuat para pelayan itu menengok satu sama lain dan akhirnya membiarkan Clara melakukan tugasnya sendiri di dalam sana.


Clara menghembuskan nafas beratnya,selama ia tinggal disana para maid selalu membantunya membersihkan diri dan itu membuatnya sangat malu sekaligus risih.


Clara beralih memandangi wajahnya di depan cermin kamar mandi yang sangat besar itu.


Wajahnya yang bersih dan terawat,baju yang ia kenakan juga sangat bagus.


"Kamu siapa...?",Batinnya memandangi cerminan diri sendiri di depan cermin.


Itu bukanlah Clara yang dulu,Clara si gadis hitam yang jelek.


Sekarang Clara memiliki baju yang cantik,rambut yang selalu terisisir rapi setiap harinya dan juga bisa makan-makanan yang enak.


Tapi entah mengapa ia tidak bahagia..

__ADS_1


"Teo...aku rindu...dimana kamu sekarang..."


Clara mulai menangis mengingat apa yang telah terjadi...dirinya merasa sangat ingin bertemu dengan Teo.


Tapi disisi lain ia sudah tidak bisa bertemu lelaki itu.


Bagaimana mungkin ia masih punya muka saat ia sudah ternodai seperti sekarang?


Kesuciannya telah hilang direnggut oleh lelaki yang notabennya adalah atasannya sendiri?


"Aku sudah tidak pantas untukmu...maafkan aku..."


Dari kecil Clara hanya mempunyai satu tujuan yaitu hidup bahagia dengan lelaki itu.


Ia sudah jatuh cinta dengan Teo mungkin semenjak ia kecil.


Hanya lelaki itu yang membuatnya merasa sangat nyaman dan merasa bahwa kehadirannya di dunia ini berguna.


Tapi apa sekarang...?


Satu-satunya hal yang ia miliki yaitu sebuah kehormatan yang sudah ia jaga selama ini hancur.


Clara malu dengan Teo dan juga dirinya sendiri karena telah mengalami hal itu.


"Aku benar-benar wanita sial...kenapa Tuhan tak pernah membuatku bahagia walaupun sebentar..?"


Lebih baik jika tidak dilahirkan sama sekali di dunia ini jika tidak bisa merasakan kebahagiaan bukan?


****


"Dimana dia..?"


"Nona sedang ada di dalam kamar mandi tuan",jawab pelayan itu takut-takut.


Kaylan melemparkan jasnya keatas sofa menatap wajah pelayan itu dengan tatapan yang dingin.


"Ma..maafkan kami tuan...tapi nona bersikeras tidak ingin dibantu...ini juga pertama kalinya nona kedalam sendiri tuan"


Kaylan masih diam menatap pelayan yang berulangkali mengucapkan kata maaf itu.


"Keluar..."


Para pelayan langsung keluar setelah mendengar perkataan tuan mereka.


Kaylan mengedarkan pandangannya melihat isi kamar yang terlihat kosong itu.


Tapi masih ada jejak keberadaan gadis itu...sprei ranjang yang kusut bekas orang berbaring,gelas yang masih berisi setengah air putih diatas meja sebelah ranjang menunjukan bahwa Clara menempati kamarnya.


Kaylan beranjak duduk diatas ranjang miliknya,kemudian tangannya mengusap bantal disana.

__ADS_1


"Hangat..."


Clara mungkin benar baru beranjak pergi.


Suara gemercik air terdengar dibalik pintu kamar mandi,membuat mata elang itu menatap kerahnya.


Tatapan Kaylan sangat intens menuju pintu itu ,entah apa yang difikirkan lelaki itu sampai Kaylan tidak berkedip sedikitpun.


Lama Kaylan diam mengamati pintu kamar mandi sampai akhirnya ia dikejutkan dengan suara benda jatuh dari dalam sana.


Sontak karena reflek Kaylan berlari kearah suara dan langsung mendorong pintu kamar mandi tanpa berfikir panjang.


Kaylan takut jika gadis itu mencoba untuk bunuh diri lagi,dan ia tak mau itu terjadi.


Untung saja kamar mandi itu tidak terkunci,membuat Kaylan bisa membuka pintu tanpa harus mendobraknya.


"Ada apa...?!",teriaknya panik.


Namun beberapa kemudian dirinya terpaku saat melihat Clara sedang panik menutupi bagian atas tubuhnya yang tadinya sudah terbuka.


Kaylan diam tanpa berniat pergi sama sekali,lelaki itu malah terlihat seakan menikmati momen itu,dimana Clara terlihat sangat ketakutan karena dirinya tiba-tiba datang memergokinya sedang memakai bra.


"Biar kubantu...",akhirnya ia berucap saat gadis itu tak bisa melakukan pekerjaannya.


Tapi bukannya mendapat kata terimakasih,Kaylan malah mendapat penolakan.


Clara memundurkan diri dengan cepat hingga dirinya terpojok kesisi tembok yang dingin.


Tanpa sadar Clara meringis merasakan dingin yang menerpa kulit polosnya di belakang.


Akibat gerakan yang tergesa-gesa itu juga Clara membentur tembok dengan sedikit keras membuat dirinya meraskan sedikit kedakitan.


Kaylan mengeratkan rahangnya,ia masih melihat dengan jelas bagaimana gadis itu sangat menolaknya.


"Tubuhnya bahkan sampai bergetar hebat seperti itu.."


Dan Kaylan tidak suka itu...


Melihat perlakuan penolakan yang amat sangat dari Clara membuat Kaylan semakin emosi,ia mendekatkan langkahnya dan sekarang malah menghimpit tubuh gadis itu diantara dua lengan kokohnya.


Ia tak perduli dengan Clara yang terlihat ketakutan disana.


"Aku tidak suka kucing yang suka mencakar pemiliknya...",ucapnya di sebelah telinga Clara dengan nada yang penuh penekanan.


"Ingatlah Clara...kau harus terbiasa denganku...aku tidak suka kebaikanku ini tidak diterima dengan baik...lebih baik kau terima saja semua kebaikanku ini kalau kau ingin selamat..." ,tambahnya.


Dengan segala keberanian yang ada Clara mendorong sedikit tubuh yang menghimpitnya,meskipun itu sia-sia.


Kemudian gadis itu terlihat menggelengkan kepalanya pertanda kalau ia tak mau menuruti ucapan Kaylan.

__ADS_1


Melihat itu Kaylan tersenyum tipis dan dengan cepat langsung melahap bibir gadis itu tanpa aba-aba.


"Kau adalah tawananku...dan seorang tawanan tidak berhak menolak tuannya",ucapnya dengan arrogant tidak perduli dengan Clara yang kini menatapnya dengan tatapan penuh kebencian sekaligus ketakutan.


__ADS_2