Gadis Bisu Dan Pangeran

Gadis Bisu Dan Pangeran
Bersamanya


__ADS_3

"Bagaimana keadaanya...?"


"Mulai membaik tuan...kakinya sudah hampir sembuh sepenuhnya dan untuk traumanya sedikit demi sedikit sudah mulai pulih...",terang dokter wanita itu panjang lebar.


Aiden menghembuskan nafas leganya...


Sudah tiga hari lamanya Clara dirawat di rumah sakit miliknya,dan sekarang ini seperti biasa ia sedang mengontrol keadaan gadis itu,meski lewat dokter tentunya.


Sejak pertemuan mereka terakhir kali,Aiden tidak berani bertatap muka dengan Clara lagi.


Ia takut Clara akan menangis ketakutan lagi setelah melihatnya tempo hari.


Yang bisa ia lakukan hanyalah bertanya lewat dokter dan perawat yang ia utus untuk menjaga Clara.


"Apa aku sudah bisa menjenguknya...? secara langsung?",tanyanya hati-hati.


"Tapi anda harus hati-hati tuan...ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bersikap dan berbicara pada nona Clara"


"Ajari aku...bagaimana caranya agar dia tidak takut lagi padaku...",ucapnya dengan penuh keyakinan.


***


"Clara...?"


Sebuah suara yang berat begitu asing di telinganya yang kurang sensitif membuat Clara mengalihkan pandangannya.


Sedari pagi yang ia lakukan hanyalah menatap pemandangan dari jendela kaca yang sangat besar dari dalam ruang rawatnya.


Siapa...?


Ditatapnya lelaki yang tempo hari datang menemuinya sedang berdiri didepan pintu sembari menatapnya sayu.


Tanpa bisa dihindari lagi,rasa gelisah dan takut mulai merayapinya,ada rasa was-was yang mulai menyergap tatkala ia melihat lelaki berdiri tak jauh dari tempatnya duduk sekarang.


Melihat Clara yang mulai bergetar ketakutan melihatnya, Aiden langsung mengeluarkan bunga dan beberapa coklat yang sudah ia siapkan sedari tadi.


"Ja..jangan takut...aku hanya ingin minta maaf...dan ini aku membawa bunga dan coklat untukmu",ucapnya lamat-lamat.


Clara melirik sejenak bunga dan coklat yang dibawanya kemudian melirik lelaki yang tengah tersenyum lembut kepadanya.


Lama Clara merespon hingga akhirnya gadis itu mengangkat tangannya dan mulai berbicara dengan isyarat tangannya.


"Apa...? apa yang dia katakan...?",tanyanya pada salah satu suster yang mendampinginya.


"Nona bilang apa itu coklat tuan..."


Aiden menatap Clara dengan rasa terkejutnya,bagaimana bisa gadis itu tidak tahu coklat...? manusia apa yang tidak tahu makanan bernama coklat di dunia ini?

__ADS_1


Meski kini dirinya sudah tahu kalau Clara bisu,tapi ia tak menyangka gadis itu tidak tahu banyak hal.


"Ini makanan yang sangat manis...ini adalah makanan terenak di dunia...! apa kau mau mencobanya?",tanyanya dengan mata yang berbinar.


Besar harapannya Clara mengiyakan tawarannya,ia ingin lebih dekat dengan gadis itu.


Clara menelan ludahnya saat mendengar apa yang dikatakan oleh lelaki itu,meski ada rasa takut tapi rasa nafsunya pada makanan lebih besar.


Dan tanpa memikirkan apa-apa lagi Clara akhirnya mengangguk menyetujuinya.


Melihat lampu hijau dari Clara dengan cepat Aiden langsung berjalan dan meringsek duduk disamping gadis itu dengan senyum sejuta wattnya.


"Ini adalah coklat terenak yang aku beli langsung dari toko ternama,aku sengaja beli banyak hanya untukmu...kuharap kau suka!",cerocosnya lupa dengan apa yang diajarkan dokter agar melakukan semuanya dengan hati-hati.


Namun Clara sendiri juga malah mengangguk-angguk dengan mata berbinar,ia lupa dan seakan tidak takut lagi terhadap Aiden.


Dengan semangat Aiden langsung membuka kotak coklat yang ia bawa tadi kemudian membawanya kedepan Clara.


Senyum sumringah terus terukir di wajahnya yang tampan saat melihat gadis itu memakan coklatnya dengan lahap,usahanya kali ini sungguh membuahkan hasil.


"Apa kau suka...?"


Yang ditanya hanya angguk-angguk dengan senang,hal itu membuat Aiden gemas sendiri dan tanpa sadar tangannya malah menyentuh bibir Clara untuk membersihkan sisa coklat yang tersisa disana.


Perbuatannya itu malah membuat gerakan mengunyah Clara berhenti,gadis itu menatap Aiden dengan tatapan ketakutan kembali.


Namun hal itu malah membuat Clara tertawa,gadis itu tertawa dengan sangat manisnya.


"Manis sekali..."


Sudah banyak gadis yang ia kencani,puluhan bahkan ratusan gadis pernah ia dekati.


Mereka semua adalah model ataupun artis dengan wajah dan tubuh yang dipoles dengan sedemikian sempurnanya.


Tapi tidak ada yang seperti Clara..


Gadis itu cantik alami...senyumnya bahkan sangat manis melebihi coklat yang ia bawa tadi.


Melihat suasana hati Clara yang sudah membaik membuat Aiden langsung melancarkan aksinya,ia berpura-pura kesakitan demi mendapat perhatian Clara.


Dan hasilnya sesuai dengan keinginannya,Clara terlihat panik dan khawatir kepadannya setelah dirinya mengaduh kesakitan.


Dan tanpa di dugannya Clara malah mengulurkan tangannya,gadis itu mau membantunya berdiri.


Aiden langsung menggenggam tangan gadis itu meski ia bisa berdiri sendiri,ia tak mau melewatkan sedikitpun moment ini sebelum Clara berubah fikiran.


Namun beberapa saat kemudian keningnya berkerut saat melihat tingkah Clara,gadis itu malah panik sendiri dan terlihat mencari sesuatu.

__ADS_1


Kemudian Clara terlihat mencoret-coret sesuatu diatas kertas kecil dengan cepatnya.


"Apa kau baik-baik saja...?"


Aiden membaca tulisan yang tertera di atas kertas tersebut,itu seperti sticky note yang sepertinya sengaja Clara bawa kemana-mana.


Terlihat tulisan yang sangat rapi dan indah,kemudian matanya menatap Clara yang terlihat begitu mengkahawatirkannya.


Senyumnya terbit tanpa bisa dibendung lagi,hal itu membuat gadis didepannya melihatnya dengan aneh.


Entahlah...Aiden tak bisa menyembunyikan rasa senangnya saat melihat Clara begitu mengkhawatirkannya.


"Aku tidak apa-apa...aku hanya terkejut tadi",ucapnya dengan lembut.


Helaan nafas terlihat dari Clara saat mendengar Aiden mengatakan hal itu,sepertinya gadis itu merasa lega.


"Aiden...namaku Aiden...kau bisa memanggilku dengan nama itu"


Clara menatap lelaki didepannya ini,mungkin karena apa yang telah Aiden lakukan kepadannya tadi membuat rasa cemasnya hilang.


Rasa takutnya terhadap Aiden berangsur hilang...


"Clara..."


Aiden tersenyum membaca tulisan yang Clara tulis,gadis itu sudah terbuka kepadannya sedikit demi sedikit.


"Clara...nama yang sangat cantik...seperti orangnya",mulut manisnya kembali berulah.


"Terimakasih..."


Aiden tertawa membaca tulisan Clara lagi,ia sedang menggombal tapi Clara malah mengatakan terimakasih.


Biasannya wanita akan tersipu malu ataupun merona saat dirinya menggombal,tapi Clara malah hanya mengatakan terimakasih dengan wajah yang datar.


"Clara...em ada yang ingin aku katakan",ucapnya hati-hati.


"Apa...?"


Aiden menatap mata yang indah itu,entah mengapa rasanya sulit sekali untuk mengungkapkannya,tapi ini juga hal yang sangat ingin ia lakukan.


"Apa...apa kau mau tinggal bersamaku...maksudku bukan tinggal satu rumah...aku akan memberikan rumah untukmu tinggal nanti..."


Aiden tahu kalau Clara tidak punya apa-apa,ia sudah mengecek riwayat gadis itu sebelumnya,yang ternyata Clara adalah salah satu imigran dari pulau yang terkena musibah stunami.


Bukankah bagus tawarannya kali ini? Clara pasti juga akan mau dengan apa yang ditawarkannya,karena itu adalah hal yang menguntungkan.


Aiden hanya berharap gadis ini ada dalam pandangannya dan hidup dengan baik,ia tak mau Clara menderita lagi.

__ADS_1


"Tidak...aku tidak mau..."


__ADS_2