
Saat ini mereka tengah berkumpul di uks menunggu sofia yang masih pingsan diatas kasur uks.
"Kalian kenapa melewati ruang tari?" Tanya devan sambil menatap tajam kearah kelompok anya.
"Kami hanya mengikuti petanya"jawab jina pelan dan gugup disaat bersamaan ketika menghadapi tatapan anggota osis.
"Peta?"ulang albert dengan nada sedikit bingung.
"Iya"ucap anya singkat untuk meyakinkan ucapan temannya kepada kakak kelasnya itu.
"Tapi kami gak pernah membuat peta yang jalurnya melewati ataupun memasuki daerah ruang tari"ucap devan spontan membuat keyakinan seluruh anggota anya benar kalau mereka dikerjai sosok tak kasat mata yang mencoba menunjukkan keberadaannya.
"Ehh tapi ini kok petanya berubah jadi bener jalannya lewat ruang tari"kaget keenan sambil menunjukkan petanya kepada anggota osis.
"Lah bener ini ngelewatin ruang tari tapi kok aneh ya kita kan gak pernah membuat peta yang ada jalur ruang tarinya kok aneh"ucap nirmala kebingungan.
"loh kok bisa bukannya pas disana petanya gak gini,ruangan yang dilewati juga bukan ruang tari lencana gak ada disana kok tiba tiba berubah lagi?!"kaget farhan ketika melihat peta ditangan keenan.
__ADS_1
"kita juga emang gak pernah taruh lencana diruang tari"ucap vero yang setuju dengan pendapat teman temannya.
Mereka semua (kecuali anya dan albert) akhirnya terdiam mencoba mencari jawaban atas hal yang terjadi.
Sementara anya yang tau alasan hal itu terjadi karena apa,hanya bisa terdiam mencoba tidak ikut campur dalam hal ini karena jika tidak kemampuannya akan diketahui dan itu pasti akan berdampak besar bagi orang orang disekitarnya.
"Hei anya lu pasti tau kan apa yang terjadi"bisik jina sangat pelan sehingga hanya bisa didengar oleh anya,anya yang mendengar bisikan sahabatnya itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Awww"ringis seseorang yang tak lain adalah sofia yang baru terbangun dari pingsannya.
Ia pun beberapa kali mengerjapkan matanya agar bisa menyesuaikan penglihatan nya dengan cahaya yang ada di ruangan.
"Syukurlah kalau begitu"ucao semua orang bernafas lega.
"nan coba sini petanya"pinta anya yang dibalas anggukan oleh keenan,setelahnya ia memberikan peta tersbeut ketangan anya.
semua orang menatap bingung kearah anya yang sedang fokus melihat kearah peta.
__ADS_1
"anya kenapa?"tanya jina berbisik disamping anya.
"gak tau gue ngerasa aneh sama ini peta sebelumnya lewat ruang tari,abistu bukan,sekarang berubah jadi ruang tari lagi bukannya itua aneh?"tanya anya berbisik pada jina yang dibalas anggukan olehnya.
' kok bisa begini ya,terasa aneh... peta nya kenapa bisa berubah ubah jalur begini? apa ini ulah penghuni disini? 'batin anya bertanya tanya.
' tunggu dulu... 'anya tiba tiba melihat sesuatu yang janggal didalam peta tersebut.
khekhekhekhe
tiba tiba terdengar suara cekikikan yang hanya dapat didengar oleh anya,suara tersebut membuat bulu kuduk anya meremang.
setelah menatap peta tersebut dengan lama,anya menyadari jika peta tersebut terdapat aura negatif mungkin seseorang disekolah melakukan sesuatu pada petanya.
' untung saja peta ini kelompokku yang dapat,tidak terbayang kalau kelompok lain yang sapat bisa bisa mereka meregang nyawa ketika menghadapi terror dan juga sosok diruang tari yang mencari tumbal ada ada saja zaman sekarang pengen kaya kok sembah sosok harusnya sih kerja bukan lakuin ritual ritualan kek gini kan ngebahayain banyak orang 'batin anya merasa kesal.
"jangan ditatap lama lama petanya nanti jatuh cinta"tegur lastri mencoba membuat suasana ruangan tidak canggung,dan berhasil beberapa orang tertawa mendengar ucapan lastri.
__ADS_1
"ya enggaklah ya kali aku suka peta kek dora dong saking sukanya sama peta apa apa peta peta peta"jawab anya dengan rolling eyes.
suasana ruangan kini menjadi sepi beberapa anggota osis menyibukkan diri masing masing dengan tugas yang mereka miliki,sedangkan anya dkk duduk diam mencoba memulihkan tenaga dari kejadian aneh tadi yang mungkin dapat meninggalkan sedikit trauma.