
Tiba tiba...
Tiba tiba saja dering notifikasi dihandphone anya membuyarkan pandangan semua anggota osis kearahnya.
Anya pun segera melihat notifikasi apa yang masuk ke handphonenya itu,siapa sangka hal itu berhasil mengejutkannya.
Chat
Kak vero
Selamat pagi anak anak
Kakak mau mengabarkan kalau hari ini acara MOS(Masa Orientasi Siswa) atau MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Siswa) ditiadakan sementara karena ada sedikit kendala
Kiran
Pagi juga, terimakasih atas pemberitahuan nya🙏
Leo
Selamat pagi juga kak,baik kak terimakasih pemberitahuannya
Karin
__ADS_1
Baik kak
Gina
Terimakasih pemberitahuannya
Sekarang anya sedang kebingungan jika kegiatan hari ini diliburkan dahulu karena kendala lalu siapa anggota anggota osis dan kumpulan murid murid yang ada didepannya saat ini.
Bagus!sekarang otaknya sudah mulai bekerja,sekarang dia mengerti ini pasti jebakan para penghuni disekolah.
"Ada apa dek anya?"tanya vania kebingungan.
"Itu kak saya gak sengaja ninggalin barang diparkiran lebih tepatnya diatas sepeda saya yang saya tinggalin kemarin"jawab anya asal.
"Ehh bukannya sepeda kamu sudah dibawa sama aku pulang kerumah semalam"tanya jina sambil tersenyum misterius.
"Udah dek ayo cepat kita harus buru buru kelapangan biar acaranya gak tertunda"ajak albert sambil tersenyum manis.
'jelas sekali ini bukan kak albert ternyata prasangka aku benar' batin anya.
"Tunggu sebentar kak saya keparkiran dulu sepertinya ada barang saya yang terjatuh"ucap anya dan bergegas berjalan menuju pintu gerbang.
Namun baru melangkah beberapa langkah saja tiba tiba ada yang menepuk pelan bahu membuat anya menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Berhenti!"tegas suara seorang cowok yang menepuk bahunya,anya yakin itu suara devan meski hanya pernah mendengar beberapa kali tapi ingatan anya cukup kuat untuk mengingat suara cowok rese itu.
"A..ada apa kak"gugup Anya setelah membalikkan tubuh nya.
"Aku tau kamu sadar"ucap devan dengan lirih sambil tersenyum miring membuat anya semakin khawatir dan kaget.
"Ma..maksud kakak"tanya anya berpura pura bingung.
"Gak usah pura pura gak tau"lirih sena yang juga ikut tersenyum misterius.
Tanpa ba bi bu anya segera berlari menuju gerbang sekolah,ia tak terlalu mengerti apa yang terjadi tapi yang dia tau saat ini nyawa nya terancam.
Anggota osis, Lastri,jina,dan murid murid lainnya pun tersenyum miring sambil menatap anya yang berlari menuju gerbang.
Tiba tiba mereka bersama sama mengarahkan tangannya kearah gerbang,membuat gerbang sekolah itu menutup dengan sangat kencang hingga menimbulkan suara keras.
Brak!
"Ke...kenapa harus begini"ucap anya dengan nafas yang tidak beraturan akibat kelelahan berlari.
Kini ia kebingungan harus bagaimana mencari cara agar bisa segera keluar dari sekolah dan juga selamat dari para makhluk penghuni sekolah yang mengincarnya.
Ia memang sudah pernah melalui hal yang seperti ini,namun ini berbeda dia sendiri tidak ada yang dapat membantu dirinya.
__ADS_1
Dia juga tidak sekuat itu untuk melawan lautan makhluk penghuni sekolah sendiri,kalau pun berdoa mau bagaimana mulutnya seolah terkunci dan tenggorokan nya tersekat,suara miliknya seolah olah sudah menghilang dari tempatnya.
perlahan lahan para makhluk penghuni sekolah mulai berubah ke wujud aslinya,wujud yang menyeramkan tak ada yang bagus dari wujud mereka.