Gadis Indigo

Gadis Indigo
GI: terror #1


__ADS_3

**drtt!


drtt!


drtt**!


Tiba tiba deringan ponsel memecahkan suasana ruang uks yang agak sepi itu,beberapa orang didalam uks mengalihkan perhatian mereka kearah anya yang tengah mengeluarkan penda pipih dari saku bajunya.


Anya tak ambil pusing dengan hal itu ia hanya fokus pada benda pipih ditangannya yang tertera nama "ayahnya" diatas layar,dengan cepat ia pun segera menggeser logo bulat berwarna hijau dengan gambar telepon kearah kanan.


"Halo"ucap anya memulai percakapan terlebih dahulu.


"Anya bisa kamu cepat pergi kedepan gerbang sekolah ayah tunggu ya"ucap adnan dengan nada khawatir yang terdengar jelas ditelinga anya.


"Ada apa?apa ada maslaah yang terjadi?"anya pun bertanya dengan nada yang tak kalah khawatir,ia takut ada sesuatu yang terjadi dirumah.

__ADS_1


"Kamu harus pulang sekarang ayo cepat ayah tunggu didepan gerbang penjelasannya nanti aja dijalan gak cukup waktunya"ucap adnan dengan nada bicara yang terburu buru.


"Baiklah tunggu sebentar"ucap anya pasrah lalu mematikan telepon secara sepihak.


"Anya ada apa?"tanya jina dengan raut wajah kebingungan yang tercetak jelas.


"Itu gue harus pulang sekarang udah dijemput,kak ijin pulang ya udah ditunggu digerbang"ucap anya,tanpa menunggu jawaban siapapun dia segera bergegas menuju gerbang sekolah.


Sedangkan orang orang diruang uks hampir semua memiliki wajah kebingungan yang tercetak jelas,ya kecuali albert yang wajahnya tetap datar layaknya tembok ruang uks canda tembok uks.


****************


"Anya ayo"ucap adnan dari dalam mobil, tanpa banyak bertanya anya segera berjalan memasuki mobil.


Adnan yang melihat kalau anya sudah masuk segera menjalankan mobilnya menuju kearah rumah.

__ADS_1


-------------


Tak butuh waktu lama adnan dan anya sudah sampai didepan rumah,anya pun langsung turun sedangkan adnan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu agar tidak mengganggu jalan.


Saat sudah sampai diambang pintu penampakan dalam rumah membuat anya terkejut bagaimana tidak kursi dan meja yang sudah tidak terletak lagi pada tempatnya pecahan kaca jendela,vas bunga,dan juga pecahan beberapa genting yang terjatuh dari atas rumah menjadi pemandangan yang menyapa matanya untuk pertama kali saat memasuki rumah.


Dengan perlahan lahan anya pun memasuki rumah sambil menghindari pecahan pecahan benda tajam yang bertebaran dilantai rumahnya itu.


'sebenarnya apa yang terjadi ' batin anya kebingungan.


Saat dia berjalan melewati ruang keluarga terdapat kakek,nenek,ibu,abang,nandira,dan seorang pria tua yang tak anya kenal sedang berkumpul disana dengan nandira yang terbaring tak sadarkan diri ditengah tengah ruangan.


Dengan cepat anya berlari kearah nandira yang terbaring tak sadarkan diri itu,namun langkahnya dihentikan oleh pria tua yang tak dia kenal itu.


"Jangan nak"cegah pria tersebut ketika anya hendak mendekati nandira.

__ADS_1


"Tapi..."ucapan anya terpotong oleh suara lenguhan pelan dari nandira yang terlihat mulai sadar dari pingsannya itu.


hai readers semuanya gimana kabar kalian?baik gak?atau mungkin gak baik karena sakit dan pelajaran sekolah?semangat terus nanti sembuh kok wkwkwkwk oh ya jangan lupa untuk vote,coment,hadiah,bintang 5,share, favorite biar author makin semangat upnya hehehehe author maksa canda author gak maksa kok,bagi yang mau aja😂.


__ADS_2