
"Nak kamu tau Farhan kan? Kakaknya Aquila?anak pertama tante tolong nak tolong tante,tante gak tau apa yang terjadi sama farhan udah hampir 1 minggu dia meracau tak jelas seperti diganggu sesuatu,tante udah minta tolong ustadz tapi gak berhasil kata ustadz nya apa yang farhan alami adalah karena kelakuannya hiks"ucap astrid memulai ceritanya dengan air mata yang masih mengalir.
"Lalu apa lagi?"tanya anya perlahan,ia tau Astrid kesulitan menjelaskan pasti ada beban berat yang harus ia tanggung sebagai seorang ibu ketika melihat kondisi anaknya yang jauh dari kata baik baik saja.
"Ta..tapi tidak ada yang tahu apa yang farhan lakukan setiap ditanya dia malah berteriak ketakutan dan tidak menjawab, ustadz pun tidak tau harus melakukan apa karena tidak mengetahui penyebab farhan begitu jadi dia hanya membantu dengan ayat suci Al Qur'an awalnya dua atau tiga hari sebelumnya farhan baik baik saja bahkan sudah normal dan bisa pergi bersekolah namun setelahnya sampai sekarang kondisi farhan semakin menjadi,setiap lantunan ayat suci diucapkan entah dirumah atau dari masjid farhan pasti kambuh berteriak tak jelas dan sangat ketakutan"ucap astrid dengan nada lemah.
"Sekarang kondisinya semakin parah dia tak bisa apa apa,hanya berbaring dikasur dan kambuh saat mendengar ayat suci awalnya kami tetap membacakan ayat suci namun yang terjadi justru keanehan keanehan seperti farhan yang terkadang menghilang saat Maghrib dan muncul tepat jam 11 siang setiap farhan menghilang jam berapapun itu ia akan kembali jam 11 siang tante bingung anya hiks tante gak tau harus apa bahkan tante dan om Rio hampir pasrah mau bawa farhan ke dukun tapi kami ingat nasihat anya buat jangan berhubungan dengan dukun yang pastinya memiliki hukum sebab akibat"astrid menangis histeris.
Anya yang melihatnya menjadi kasihan, wajah astrid tampak kacau dengan kantung mata yang menghitam tampak sudah beberapa hari ia tidak tertidur.
"Anya bakalan tolong tante,ayo tante masuk dulu ini sudah maghrib tidak baik diluar"ucap anya mengajak Astrid masuk.
Setelah mereka masuk,anya tak lupa mengajak sang supir yang mengendarai mobil astrid untuk ikut masuk.
"Anya kamu yakin mau bantu tante astrid?"tanya raisa dibalas anggukan yakin oleh anya.
"Kalau bisa bantu kenapa enggak?"ucap anya.
"kalau gak salah tante Astrid bilang nama kakaknya aquila itu farhan ya?"tanya anya pada astrid.
__ADS_1
'gak mungkin farhan itu kan?'batin anya kebingungan.
"Iya namanya farhan"ucap astrid mengangguk.
"Farhan yang sekolah di SMA lembanyu?"tanya anya memastikan.
"Iya bener"ucap astrid menjawab.
"O-ooh oke"ucap anya dengan wajah yang sulit ditebak.
"Kamu kenal anak tante?"tanya astrid bingung.
"Maafkan kesalahan farhan,tante mohon bantuan kamu"ucap astrid menatap sendu anya,ia tahu sangat tahu seperti apa sikap anak pertamanya ia takut anya tak akan membantunya.
"Minta maaf jangan sama anya tan tapi sama siapa yang dia ganggu tempo hari"ucap anya membuat raisa dan astrid menunjukkan raut wajah kebingungan.
"Tunggu dulu anya bakal siap siap"ucap anya kemudian pergi kekamarnya untuk berganti pakaian,tak mungkin ia mengenakan baju tidur kerumah astrid.
"Iya"ucap astrid.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama anya sudah kembali ke ruang tamu dengan pakaian simpel,sebuah kaus putih dan celana jeans.
"Kalian mau langsung berangkat atau mau makan malam dulu?"raisa bertanya dengan wajah yang agak khawatir lantaran mengingat anya yang tadi hanya memakan 3 suapan bubur.
"Anya ngikut tante astrid aja"ucap anya.
"Lebih cepat lebih baik tante gak mau anak tante kenapa kenapa kalau semakin dibiarkan"ucap astrid.
"Ya sudah tunggu sebentar"ucap raisa kemudian menuju dapur dan menyiapkan bekal kedalam wadah bekal.
"Ini dibawa takutnya kamu lapar dijalan,kamu juga cuma makan 3 suap itupun bubur saja"ucap raisa dan memberikan sebuah paper bag berisikan bekalnya.
"Astrid dan pak haryo jangan lupa dimakan ya saya sudah siapkan didalam paper bag"ucap raisa.
"Makasih ra maaf sudah merepotkan"ucap astrid merasa tak enak.
"Kamu mah kayak sama siapa aja trid"ucap raisa.
"Ya sudah mah anya dan yang lain berangkat"ucap anya kemudian menyalami tangan raisa.
__ADS_1
"Hati hati,trid ku titip anakku"ucap raisa dibalas anggukan astrid.