
tak terasa waktu berjalan dengan cepat,bel pulang sekolah sudah berbunyi sangat nyaring.
didepan kelas sudah ada ketiga hantu yang menunggu anya juga ada lenza(hantu penari) yang akan ikut anya pulang ke rumah.
"ayo anya kita pulang"ajak lastri.
"wokeh"ucap anya.
drtt
drtt
getaran terasa dari rok sekolah milik anya,dengan cepat ia merogoh kantung roo sekolahnya dan mengeluarkan handphone miliknya.
"halo?"tanya anya namun tak kunjung ada jawaban.
"siapa sih?"tanya anya kesal kemudian mematikan panggilannya secara sepihak.
"anya dion ayo masuk ini lagi gawat ayahmu kecelakaan di lokasi kontruksi lahan perusahaan baru"ucap raisa dari dalam mobil.
"ehh o-oke,kalian mau ikut?"tawar anya saat membuka pintu.
"ayo"ucap jina kemudian memasuki mobil bersamaan dengan dion,dan lastri sedangkan lenza,peter,william,dan chris mengikuti dibelakang dengan cara melayang.
dengan cepat raisa pun menjalankan mobilnya sampai ke sebuah parkiran rumah sakit.
setelahnya ia berlari ke bagian resepsionis dan menanyakan ruang rawat adnan,setelah ditemukan mereka semua pun bergegas menuju ruangrawat.
' energinya... aneh 'batin anya ketika melihat sebuah ruang rawat yang memancarkan energi hitam keunguan yang sangat negatif.
"jangan diperdulikan bakal bahaya ayo cepat jalan"ucap lenza cepat.
mau tak mau anya hanya bisa pasrah dan melanjutkan perjalanannya yang sudah sedikit jauh dari yang linnya.
"ayo masuk"ajak raisa sembari membuka pintu ruang rawat no 13.
' kenapa aura ruangan ini negatif banget? 'batin anya sembari melirik sekitar ruangan.
namun ia tetap tak kunjung mendapati hal aneh apapun yang membuat aura negatif memenuhi ruangan tersebut sehingga menjadi suram.
"hihhh disini dingin banget"ucap peter sembari mengusap usap tangannya yang merinding.
' apa aura negatifnya emang sekuat itu sampai sampai kalian yang sudah jadi hantu pun tetap merasakannya? 'tanya anya dalam batinnya yang dibalas anggukan peter,william,chris,dan lenza.
"sepertinya ada yang gak beres"gumam anya pelan.
matanya tertuju pada raga adnan yang saat ini terbaring di atas kasur rumah sakit dengan keadaan yang tak dapat dibilang cukup baik.
"menepi"ucap anya membuat semua orang didalam ruangan seketika menyingkir agar anya bisa lewat.
setelah melihat semua orang menepi anya pun segera berjalan mendekati raga adnan, tangannya terulur memegang punggung tangan adnan yang terpasang infus.
setelah memfokuskan dirinya,anya pun mulai melihat kilas balik yang terjadi sebelum sebelumnya.
flashback onn
brak
__ADS_1
"sial! kenapa mereka mengambil tanah yang seharusnya menjadi milikku arghh siala* tanah itu harusnya jadi milik perusahaanku!"seseorang dengan kesal menggebrak meja kerja miliknya.
"Valerie perintahkan tuan **** untuk mengirimkan sesuatu ke pembangunan proyek perusahaan SZ group saya tidak mau tau,proyek pembangunan perusahaan mereka harus gagal!"perintah pria itu pada asistennya.
anya berjalan mendekat mencoba melihat sosoknya yang terlihat kabur dan tak jelas,namun seberusaha keras apapun anya mencoba tak memiliki hasil apapun.
"pasti ada petunjuk"ucap anya mencoba melirik sekitar barang kali ada sebuah petunjuk dapat ia temukan.
tiba tiba anya melihat ada nama yang di ukir pada sebuah papan nama emas terletak dimeja,menatap lama benda itu.
namun sebuah tarikan menjauhkan anya dari tempat tersebut,kini latar berganti menjadi tempat lokasi kontruksi proyek perusahaan SZ.
"pak bagaimana ini? proyek ini sudah membuat banyak korban sudah 3 pekerja dilarikan kerumah sakit bahkan mandornya juga"ucap seorang pekerja.
"coba mari kita periksa mungkin ada yang menaruh sesuatu dan menyebabkan bahaya disini"ucap adnan.
akhirnya mereka pun pergi berkeliling sebentar memeriksa lokasi kontruksi, anya pun berjalan mengikuti dibelakang.
setelah berkeliling lokasi proyek,adnan dan satu pekerja itu kembali ke tempat awal karena tak ada apapun yang mereka temukan, namun secara tiba tiba anya melihat sebuah bungkusan kain putih mencuat dari dalam tanah didekat sebuah tembok bangunan.
saat hendak mendekat sebuah suara berdebam keras terdengar,anyapun segera mengalihkan pandangannya ke arah asal suara.
betapa terkejutnya ia kala melihat tubuh adnan yang sudah tergeletak di tanah dengan beberapa kayu bangunan yang berjatuhan menimpa bahu kirinya hingga tangan kirinya itu tertutupi oleh tumpukan kayu yang berukuran lumayan besar itu.
saat anya hendak melihat lebih jauh lagi,sebuah tarikan terasa menarik dengan kuat jiwanya untuk kembali.
flashback off
saat tersadar,anya sudah berpindah posisi terbaring di sofa dengan semua orang kecuali Raisa dan dion mengelilinginya termasuk para hantu.
"jadi..."jina pun membuka suaranya untuk menjelaskan.
flashback onn
setelah anya memfokuskan diri untuk melihat kilas balik,yang lainnya menunggu dalam diam melihat apa yang anya lakukan.
namun disaat jiwa anya sedang memfokuskan diri melihat papan nama,secara tiba tiba tubuh anya tumbang dilantai begitu saja membuat semuanya panik.
dion pun langsung bergegas mengangkat tubuh anya ke atas sofa yang ada diruang rawat,setelahnya mereka pun menunggu anya sadar.
karena tak mungkin memanggil dokter yang tak akan paham apa yang sedang terjadi,sehingga mau tak mau mereka hanya bisa menunggu saja.
flashback off
"jadi begitu"ucap jina mengakhiri penjelasan nya.
"jam 07 malam?"kaget anya ketika melihat jam dinding.
"iya lo pingsan lumayan lama"ucap jina.
"sorry gue narik lo buat kembali,soalnya bahaya terlalu lama terjebak di masalalu yang memiliki banyak aura negatif"ucap damar yang tau tau sudah muncul disamping anya.
"hehehe maaf kita gak bisa bantu buat narik langsung dan cuma bisa bantu energi aja"ucap william cengengesan.
'gapapa kok,makasih 'batin anya.
"ini sudah malam kalian gak mau pulang?"tanya raisa yang baru datang sambil membawa sebuah tas kecil berisi selimut.
__ADS_1
"enggak deh,anya biar jaga di sini aja"ucap anya menolak,rasanya ia sudah terlalu lelah dan malas untuk melakukan perjalanan pulang apalagi kini energinya terkuras banyak.
"ya sudah malam ini biar kamu yang jaga,dion lagi ambil pakaian ganti punya kamu dulu di mobil nanti jangan lupa kamu pakai ya"ucap raisa setelah mengchat dion untuk hanya membawa baju ganti anya tanpa perlu membawa baju ganti raisa.
"nih bajunya,dah kan?ayo pulang kalau emang udah"ucap dion menyerahkan tas kecil ke tangan anya kemudian mengajak yang lainnya pulang.
"mau ditemenin dion gak? kalau mau nanti biar mama dan yang lain pulang,dion di sini"ucap raisa.
"enggak usah ma,teman teman anya juga udah ada kok"ucap anya menolak.
"hadeh kamu mah malah bahas hantu,yaudah kalau gak mau ditemani"ucap raisa yang dibalas cengengesan anya.
"ini pake uangnya takut Lo butuh buat makan nanti di kantin rs"ucap dion menyerahkan 2 lembar uang 100k.
"oke makasih"ucap anya.
akhirnya raisa,dion,jina,dan lastri pun pergi pulang ke rumah meninggalkan ruangan yang kini dalam keadaan hening.
anya pun mengambil baju ganti dan pergi ke toilet untuk berganti pakaian,serlah selesai ia pun keluar dari kamar mandi.
"napa bajunya kek bocil seh pasti dion yang milih,hangat sih tapi ini oversize_-"gumam anya kesal karena pakaian gantinya adalah piyama unicorn oversize yang membuatnya seperti tenggelam.
' lucu ' batin damar tersenyum tipis ketika melihat anya.
"apa senyum senyum ku tampol juga kau"ucap anya kesal.
"ehh kak lenza sama trio kemana?"bingung anya ketika hanya melihat keberadaan damar.
"lenza jaga didepan kalau trio lagi main sama hantu hantu yang lain"ucap damar.
"terus lo ngapain di sini,pergi jaga sana bantuin kak lenza"ucap anya.
"lihat keluar sana"ucap damar,anya yang kebingungan pun melihat ke luar.
terlihat banyak makhluk perempuan di luar sana mencoba menerobos masuk dan meneriakkan kata aaaa cogan sampai membuat telinga anya berdengung,namun setelah diperhatikan lagi ternyata ada lenza yang menjaga para hantu agar tak masuk menggunakan selendang merahnya yang di ikat pada bangku yang ada di kanan kiri pintu sehingga membentang menghalangi pintu masuk.
sedangkan lenza berdiri dibelakang selendangnya menatap remeh para hantu perempuan yang terkena selendangnya dan langsung berteleportasi ke bagian belakang,sehingga hantu hantu tersebut memilih mundur karena percuma tak bisa masuk terlebih lagi dengan aura dominan hantu milik lenza yang keluar membuat mereka semakin ketakutan.
"hahaha itu fans lo?"tanya anya sembari tertawa ketika melihat beberapa hantu masih tetap mencoba memaksa.
"**** diem jangan ketawa"kesal damar sembari mengalihkan pandangannya.
"utututu sipaling banyak fans"ucap anya menoel noel pipi damar menggunakan jari telunjuknya.
"ehh..."tiba tiba anya dan damar seketika terdiam dan saling bertatapan.
"kok gue bisa nyentuh lo?!"-anya.
"kok lo bisa nyentuh gue?!"-damar.
anya dan damar pun kaget dan berbicara dengan suara lumayan kencang.
"gak nembus?"kaget anya sambil menoel noel pipi damar lagi menggunakan jari telunjuknya.
"kok bisa?"tanya anya kebingungan setelah menghentikan aksinya menoel noel pipi damar .
"gak tau"jawab damar yang juga kebingungan.
__ADS_1