Gadis Indigo

Gadis Indigo
GI: Damar belum mati?


__ADS_3

tak terasa pelajaran dijam pertama pun suda berakhir,jina langsung menghampiri bangku anya untuk mengajaknya pergi ke kantin bersama.


"kuy ngantin"ucap jina sembari menarik(baca menyeret) anya menuju kantin.


"pelan pelan"ucap anya namun tak digubris oleh jina.


bruk!


"aww"ringis anya ketika merasakan dirinya menabrak sesuatu.


"ups sorry anya gak sengaja"ucap jina merasa bersalah.


"gapapa"ucap anya yang langsung bangun dari jatuhnya sembari membersihkan debu yang menempel di roknya.


"maaf tadi gak lihat jalan"ucap anya.


"hmm"dehem orang tersebut kemudian melenggang pergi meninggalkan jina dan lastri yang cengo.


"ketos bukan sih tadi?"tanya lastri memastikan.


"kayaknya iya"ucap jina.


"udah ayo kantin"ucap anya tak ingin mempermasalahkan apapun lagi.


akhirnya mereka pun sampai di kantin,lastri pun berinisiatif pergi memesankan makanan untuk mereka sementara anya dan jina mencari tempat duduk.


namun setelah berkeliling mencari tempat duduk,mereka tak kunjung menemukannya jadi mau tak mau mereka memilih makan ditaman sekolah saja.


lastri pun datang ke samping jina dan anya yang tampak kebingungan.

__ADS_1


"kenapa belum duduk?"tanya lastri kebingungan.


"gak ada bangku,kita makan ditaman sekolah aja"ucap jina.


"ohh oke ayo"ucap lastri berjalan dahulu sembari membawa nampan ditangannya.


"ehh btw kok pesen makannya cuma 2?"tanya jina kebingungan.


"iya gue lagi males makan jadi pesennya cuma 2 buat lo sama anya"ucap lastri.


"enggak deh buat kalian aja bye bye gue kekelas aja"ucap anya yang langsung pergi ke kelas meninggalkan jina dan lastri yang tampak kebingungan.


"udahlah yok kalau gitu kita makan aja mubazir kalau dibuang"ucap jina.


kemudian mereka pun melanjutkan jalan mereka menuju taman sekolah lagi.


dikelas~


"aneh"ucap cowok yang duduk disamping anya.


"pe..pergi dulu"ucap anya mencoba menjauh.


anya pov onn~


"pe..pergi dulu"ucapku panik sembari mencoba menjauhinya.


kenapa aku panik? masalahnya jika kondisiku sudah melemah begini akan berimbas mengambil energi orang lain dan itu bisa berbahaya apalagi ku lihat dia yang juga tampak kelelahan dan sedikit... lemah?.


"ogah"ucap cowok itu keras kepala.

__ADS_1


"pindah dulu"ucapku lagi.


aihhh sumpah pengen ku tendang aja nih cowok sampe ke mars kerasa kepala banget,nanti energi dia ke ambil setengah olehku terus pingsan bakalan aku juga yang repot.


"sini gue bantu"ucap damar yang tiba tiba muncul.


'apalagi ini ' aku membatin prustasi astaga kenapa damar datang disaat seperti ini apa dia ingin jiwanya menghilang karena energinya di serap oleh tubuhku.


namun ketika hendak prostes,tiba tiba dapat kurasakan sebuah energi memasuki tubuhku dan membuatku merasa jauh lebih baik.


"udah lebih baik?"tanya damar padaku dengan tangannya yang masi memegang bahuku.


' udah,makasih bantuannya 'batinku menjawab karena tak mungkin ku jawab langsung.


"sama sama"ucap damar sembari tersenyum padaku.


ehh kok aku malah jadi ge'er begini sih bisa aja dia senyum ke setan lain ihh apasih ganjen banget tuh setan udah jadi setan juga, sudahlah ngapain aku perduliin.


anya pov end~


anya pun merasa suasana kelas sudah sepi cowok tadi juga sudah menghilang,tak ambil pusing anya segera menenggak air minum miliknya.


"emm anya boleh kagak gue ikut lo ke rumah?"tamya damar tiba tiba membuat anya sedikit tersedak air yang ia minum.


"ngapain kerumah gue?"bingung anya.


"gapapa sih setidaknya gue ada tempat tinggal sementara sebelum gue ketemu raga gue"ucap damar sembari duduk dijendela.


"jadi lo belum mati?"tanya anya kebingungan namun tak mendapat jawaban karena damar sudah hilang begitu saja.

__ADS_1


"dasar setan"cibir anya.


__ADS_2