
tak lama matahari sudah terbit dengan malu malu menampakkan sinarnya menyinari ruang kamar anya,sehingga anya yang sebelumnya pingsan mulai sadar karena terganggu oleh cahayanya.
"jam berapa sih?"tanya anya yang tak mendapatkan jawaban atau sahutan dari siapapun.
dengan cepat ia mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam netranya,tangannya melihat jam didinding samping kasur.
"5.30?!"kaget anya yang langsung melompat dari kasur dan berlari kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah membersihkan diri,ia pun mengenakan seragam lengkap dan langsung pergi ke ruang makan.
terlihat keluarga lainnya yang tengah sarapan,anya pun langsung mengambil Tupperware dan memasukkan sebagian makanan ke dalamnya setelah mendapat ijin dari raisya.
"anya berangkat dulu"ucap anya yang kemudian menyalami tangan anggota keluarganya.
__ADS_1
setelah itu ia pun segera berangkat sambil menaiki sepeda,karena jarak tempuh yang lebih cepat bila menggunakan sepeda.
"ada apaan rame rame bu?"tanya anya pada sapah seorang wanita yang baru saja keluar dari kerumunan.
"itu pak bahar,ditemukan mati diruangan biasa dia ngobatin orang orang mayatnya itu loh astaghfirullah sekali lehernya merah seperti dicekik matanya juga melotot terus gak mau tertutup padahal sama pak ustadz udah di bacain banyak doa doa"jelas ibu ibu tersebut panjang lebar.
"ohh gitu ya,kalau begitu saya permisi dulu bu"ucap anya kemudian mengayuh sepedanya menjauhi rumah pak bahar yang kini masih ramai dipadati warga desa yang berbondong bondong datang entah untuk membantu atau hanya untuk mencari tahu.
"akhirnya sampai"ucap anya ketika ia sudah sampai di parkiran sekolah.
setelah itu ia melangkahkan kakinya mennuju kelas,namun tatapan sinis dari orang orang disepanjang lorong kelas membuat anya merasa sangat tak nyaman.
"apaan sih lihat lihat ngefans klean sama diriku?"tanya anya dengan nada ketus sambil membalikkan badannya ke arah belakang dimana anak anak kelas lain menatapnya sangat sinis samapi membuat anya merasakan panas dibelakang punggungnya.
__ADS_1
jika saja tatapan mata itu bisa seperti peluru mungkin punggung anya sudah akan berlubang lubang ditembaki tatapan mata mereka.
"..."namun hening tak ada yang berniat menjawab atau menampik kata kata anya.
dengan mood yang sedikit menurun ia pun memasuki kelasnya dan berjalan menuju kursinya yang terlihat sudah ada William Peter dan Chris, terlihat wajah mereka langsung sumringah bahagia.
"kenapa?"tanya anya pelan hampir tak terdengar karena terlalu lirih dan pelan.
mata anya menatap mata ketiga hantu itu yang terlihat memancarkan sorot penuh kemarahan meski wajah mereka tersenyum sumringah.
"kami gak suka "jawab chris dengan mata yang tak hanya terlihat marah namun juga tampak menajam.
' apa yang gak kalian sukai? 'tanya anya dalam hatinya ketika melihat kelas yang mulai dimasuki beberapa murid.
__ADS_1
"kami gak suka tiba tiba ada yang nyebarin fitnah buat kakak "ucap william dengan sorot mata yang juga menajam menatap ke luar kelas tepatnya ke arah lapangan dimana seorang siswi dengan pakaian seperti bocah sd entah sudah berapa tahun tidak ganti seragam.
gadis itu terlihat mencolok dengan seragam kesempitan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya itu,saat william dkk menatap tajam ke arah perempuan itu si perempuan malah asyik tertawa dan tersenyum bahagiq menanggapi setiap celotehan serta ucapan dari murid murid yang menyapanya.