Gadis Indigo

Gadis Indigo
GI: terror ayah nandira#end


__ADS_3

bersamaan dengan aura jahat dan suara raungan harimau yang meninggalkan rumah nya membuat anya sedikit bernafas lega,namun meski begitu hatinya kini malah dilanda rasa khawatir berlebih.


benar saja rasa khawatirnya langsung menjadi kala melihat sosok wanita cantik berpakaian hijau khas zaman kerajaan kuno dengan rambut tersanggul yang dihiasi mahkota kecil,dengan sedikit sisik berwarna hijau berada di beberapa bagian tubuhnya.


hanya melihat sekilas anya pun langsung tau makhluk apa itu,siluman ular hijau.


bagi orang lain itu tak akan berbahaya,namun anya yakin siluman ini berbahaya melihat dari aura negatif nya yang sangat kuat dan membuat sesak nafas.


"kambalikeun budak eta!,manehna teh tumbal abdi!(kembalikan anak itu!,dia tuh tumbal saya!)"ucap siluman ular hijau penuh penekanan sembari menatap tajam dan tak suka ke arah anya yang langsung memasang sikap waspada.


"maneh jeung budak eta atos beda dunia,ulah ngaganggu jelema nu hirup ti dunia manusia deui!(kamu dan anak itu sudah beda dunia,jangan menggangu orang yang hidup di dunia manusia lagi)"bentak anya yang tiba tiba tubuhnya terasa dikendalikan sesuatu hingga tak sadarkan diri.

__ADS_1


kini tubuh anya memancarkan sinar putih yang samar samar,namun memiliki energi kuat yang menekan siluman ular hijau itu.


(note:sorry sundanya agak kasar atau mungkin kasar?,karena author taunya sunda yang agak kasar kalau sunda halus bagi author itu susah secara udah jarang ditempat author untuk orang pake bahasa sunda halus palingan orang orang tua yang pake itupun nyampur sama bahasa indo).


"saha maneh?(siapa kamu?!)"tanya siluman ular hijau sembari menatap anya dengan tajam yang dibalas tatapan teduh dan tenang oleh anya.


"saha abdi,teu kudu maneh nyaho(siapa aku,tidak perlu kamu tahu)"jawab anya dengan suara yang berbeda,sangat jauh dari suara miliknya.


tak lama cahaya ditubuh anya semakin memancar terang membuat siluman ular hijau itu kelabakan namun seisi rumah tak menyadari cahayanya,saat hendak pergi siluman ular hijau itu justru terlambat karena cahaya yang memancar sudah lebih dulu menghancurkannya.


sedangkan dion dan yang lain baru saja sampi ditempat anya, langsung terkejut melihat tubuh anya yang terbaring lemah di atas lantai yang dingin.

__ADS_1


tiba tiba kakek rahmat melirik jam di dinding,betapa terkejutnya ia ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 subuh yang tak lama di susul suara adzan merdu dari masjid.


"sepertinya kita di sesatkan sehingga datang lebih lama dari perkiraan"ucap kakek rahmat sambil kembali melirik jam bersamaan dengan yang lainnya terkecuali dion yang berada di kamar anya sambil membaringkan tubuh pingsan anya di atas kasur.


sedangkan disebuah ruangan gelap yang hanya diterangi lilin lilin kecil dan sangat kental tercium aroma pembakaran dupa serta kemenyan yang memenuhi ruangan,terlihat tubuh seseorang yang terbaring kaku di atas lantai dengan kondisi wajah pucat dan mata yang melotot kaget yang tak lain adalah pak bahar ayahnya nandira.


flashback on


setelah siluman ular hijau itu musnah dari rumah anya,siluman itu pun kembali ke rumah pak bahar dan menatap tajam ke arahnya.


"gegara maneh,abdi jadi kos kie!(gara gara kamu, saya jadi kayak begini!)"bentak siluman ulah hijau yang kemudian mencekik leher pak bahar dengan ekor ularnya,hingga pak bahar meronta kesakitan karena kehabisan nafas.

__ADS_1


setelahnya pak bahar tak lagi meronta kini tubuhnya terbairng kaku dengan mata melotot,siluman ular hijau pun tersenyum puas dan mengambil sukma pak bahar kemudian membawanya untuk dijadikan budak.


sedangkan sukma pak bahar hanya bisa menekan amarahnya sambil mennyumpah serapahi anya dalam diam,karena menurutnya ini semua terjadi atas campur tangan anya yang mengganggunya padahal sedari dulu tak ada masalah besar mengganggunya sampai kehilangan nyawa begini.


__ADS_2