
Akhirnya mereka pun masuk kedalam mobil dan pak haryo a.k.a supir astrid segera menjalankan mobil menuju rumah rio.
Butuh waktu tempuh lumayan lama untuk sampai dirumah rio lantaran rumahnya yang dekat jalan raya sehingga lumayan jauh dari desa lembanyu.
Mobil yang melaju pun melewati kawasan hutan,anya menutup mata agar tidak melihat apapun yang tak ingin ia lihat.
'permisi'ucap anya dalam hati ketika mobil sudah melewati gerbang masuk dan keluar desa.
Mata anya terbuka dan melihat jendela yang memperlihatkan sekolahnya karena memang jalur yang digunakan melewati lokasi sekolah.
'suram' batin anya ketika melihat kondisi sekolah yang sangat suram pada malam hari terlebih lagi tak ada lampu yang menyala dan penjaga sekolah yang bertugas sangat sepi bila dipandang mata biasa orang lain.
namun tidak bagi anya,yang ia lihat justru keramaian makhluk makhluk yang tengah berkeliaran dan berkumpul bersama entah merayakan apa,tak ingin melihat lagi ia pun mengalihkan pandangannya ke depan.
Tak butuh waktu lama setelah menempuh perjalanan 2 km dari arah sekolah,mobil pun berhenti tepat disebuah pekarangan rumah yang lumayan besar dengan cat yang didominasi warna putih dan cream.
"Ayo anya udah sampai"astrid mengajak anya keluar dari mobil yang dituruti anya.
__ADS_1
"Ayo masuk"ucap astrid ketika melihat anya malah terdiam dan menatap balkon lantai dua yang menjadi tempat kamar putranya berada.
"Tante,bisa tante telepon ustadz yang sempat tante panggil buat bantuin Farhan waktu itu?"ucap anya dibalas anggukan oleh astrid yang segera menelepon sang ustadz.
"Katanya dia bakalan datang nak,mau tunggu atau langsung masuk?"ucap astrid ketika sudah mengakhiri teleponnya.
"Masuk saja dulu,anya mau lihat kondisi anak tante"ucap anya.
Setelahnya mereka pun memasuki rumah,bersamaan dengan itu anya merasakan banyak aura tak mengenakkan sejak menginjakkan kakinya dikediaman astrid.
'kenapa banyak makhluk disini?apa rumah ini sebelumnya adalah rumah kosong yang tidak dirawat?atau ada suatu hal?'anya membatin kebingungan melihat banyaknya sosok yang berdiam didalam rumah.
"Assalamualaikum"belum sempat anya mengutarakan apa yang mengganjal di hatinya, sebuah ucapan salam terdengar dari arah pintu dan memotong ucapannya.
"Walaikumsalam"jawab anya dan astrid bersamaan.
"Anya ini ustadz Fahri, ustadz fahri ini anya"ucap astrid mengenalkan.
__ADS_1
"Anya"ucap anya mengatupkan kedua tangannya mau bagai manapun mereka bukan muhrim.
"Fahri"ucap ustadz fahri sembari melakukan cara yang sama.
"Anya silahkan naik ke lantai 2 pintu coklat buat ngecek kondisi farhan"ucap astrid mempersilahkan.
Setelah mendengar hal itu anya berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 2,matanya waspada menatap sekeliling yang dipenuhi makhluk tak kasat mata.
'energi dirumah ini bentrok sama makhluk tak kasat mata,bikin hawa rumah jadi pengap dan panas'batin anya.
Tak butuh waktu lama anya sudah menemukan kamar farhan,namun saat menyentuh gagang pintu dan hendak membukanya.
Anya langsung mengurungkan niatnya, ketika merasakan hawa tak enak seolah sesuatu tengah menunggunya dibalik kamar.
Dengan langkah tergesa gesa anya segera berlari menuruni anak tangga,hampir saja ia terjatuh ketika dikejutkan sebuah sosok hantu wanita belanda dengan luka tusukan diperut serta sebuah samurai yang masih menempel diluka tusukan tersebut.
"Ada apa anya?"tanya astrid ikutan panik melihat raut wajah anya yang cemas.
__ADS_1
"Ayo naik ke atas"ucap anya,membuat astrid dan ustadz fahri ikut naik ke lantai atas bersama anya.