Gadis Indigo

Gadis Indigo
GI: musuh


__ADS_3

tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 malam,anya yang tengah tertidur disofa pun terbangun kala sebuah tepukan tangan mengenai pipinya.


ia yang tengah bermimpi tentang sesuatu tiba tiba harus terbangun karena tepukan nya semakin keras hingga pipinya terasa sakit.


"apaan sih?"tanya anya lirih dengan tangan berada di kepala dan mata yang masih belum terbuka karena kesadarannya hanya ada seperempat bahkan kini ia mulai tertidur lagi.


plak


suara tamparan memenuhi ruang rawat adnan membuat anya langsung terbangun memegangi pipinya yang sedikit terasa perih,matanya menatap tak percaya ke arah damar yang menatap tajam dirinya.


"ke..kenapa lo tampar gue?!"tanya anya yang meninggikan suaranya dengan mata yang berkaca kaca.


"ck!"damar pun berdecak malas kemudian memegang wajah anya yang tertunduk untuk menatap dirinya menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


"gue gak mau lo mati bodoh!"ucap damar yang tangannya langsung ditepis oleh anya.


"tapi lo gak harus tampar gue!"kesal anya.


"kalau gak dikasari lo gak akan sadar,lo tau tadi lo mimpi apa?"tanya damar yang dibalas gelengan oleh anya.


"lo tau arti mimpi itu?"tanya damar yang kembali dijawab dengan gelengan.


"lo yakin itu mimpi?"tanya damar yang membuat anya menatapnya bingung namun segera dibalas anggukkan.


"dan lo memilih ikut?"tanya damar yang kini dibalas anggukkan lagi.


"lo tau orang itu siapa?!"tanya damar dengan rahang yang mengeras membuat anya menunduk sembari menjawab dengan gelengan.

__ADS_1


"dia itu kiriman musuh yang mau bawa jiwa lo pergi kalau misal gue gak tampar lo supaya lo sadar mungkin lo udah gak akan bernyawa,lain kali jangan pernah mengikuti ajakan orang entah di mimpi atau dimanapun! lo harus waspada jangan mau mau aja! nyawa lo lagi terancam sekarang,paham lo?!!"tanya damar dia akhir dengan nada yang cukup tinggi.


"pa-paham.."ucap anya lirih.


"ini lo bilang mau bantu gue? nyawa lo sekarang aja udah terancam sampai begini! dam lo masih mau sok bantuin gue? selesaikan urusan lo dulu sampai tuntas setelah itu silahkan kalau lo mau bantu gue"ucap damar kemudian menghilang meninggalkan anya yang terdiam didalam ruangan yang seketika hening.


"kakak tau kamu punya kemampuan yang berbeda jauh dari manusia biasa,tapi bukan berarti kamu harus terus jadi orang baik dan membantu kami para makhluk ghaib kamu juga harus pentingin keselamatanmu berurusan dengan hal tak kasat mata terkadang dapat membuat mu kehilangan nyawa meski manusia lebih berbahaya dari makhluk tak kasat mata tapi tetap saja kau harus tetap waspada"ucap lenza yang tau tau sudah ada disamping anya.


namun anya masih tak bergeming dan masih berdiam,lenza yang merasakan keanehan pun melihat ke arah anya setelah nya dia langsung terkejut ketika melihat mata anya yang berkaca kaca dan sebuah asap hitam mencekik leher anya.


dengan cepat lenza berusaha sekuat tenaga menolong anya namun berakhir dia terlempar keluar dari ruangan dan tak bisa masuk kedalam,dengan cepat lenza pergi mencari william dkk yang tentu mempunyai kekuatan lebih banyak darinya.


saat hendak mencari,lenza langsung melihat william dkk dan juga damar ada disampingnya.

__ADS_1


lenza pun bergegas pergi menarik damar, William, Peter,dan Chris untuk masuk kedalam dan menolong anya yang saat sudah sampai di dalam masih tercekik dan kesulitan bernafas.


dengan cepat William dkk menarik asap itu sekuat tenaga sedangkan damar dan lenza mengamankan anya yang kini tubuhnya sangat lemah.


__ADS_2