Gadis Indigo

Gadis Indigo
GI: Farhan #1


__ADS_3

1 minggu kemudian


Tak terasa anya masih tertidur tanpa ada niatan terbangun selama 1 minggu,wajahnya pucat dan pipinya yang sedikit berisi berubah menjadi tirus.


"Nak kapan kamu bangun?"tanya raisa dengan penuh kesedihan.


"Tante yang sabar anya pasti sadar kok"ucap jina mencoba memberikan semangat pada raisa yang tengah dilanda kesedihan.


"Mama gak boleh nangis,kakak pasti sadal"ucap nandira disamping raisa.


"Eungh..."suara lenguhan terdengar dari mulut anya bersamaan dengan tubuhnya yang bergerak gelisah dan matanya yang perlahan mengerjap pelan menyesuaikan cahaya didalam ruangan mengundang atensi seluruh penghuni yang ada dikamar mengarah kepadanya.


"Akhirnya kamu sadar"ucap raisa bahagia.


"A..ir"ucap anya lirih,ia merasa tenggorokan nya sangat kering.


Dengan cepat jina menuangkan segelas air dari teko yang ada diatas nakas dan membantu anya meminumnya perlahan lahan.


"Ini kenapa?"tanya anya masih dengan suara yang lirih.


"Lo pingsan anya,kata mbah yanto sukma lo sempet lepas dari raga tapi pas udah balik ke raga,lo malah gak sadarkan diri udah 1 minggu"ucap jina,membuat anya tersadar dan mengingat beberapa kejadian.

__ADS_1


"Tunggu... Jadi sekolah udah mulai dong?"tanya anya dengan mata yang membola kaget.


"Iya,tapi gapapa guru guru juga udah tau kemarin bang dion yang minta ijin dengan alasan lo sakit"ucap jina menjelaskan dibalas anggukan kepala oleh anya.


"Kamu istirahat dulu ya,mama mau masak bubur dulu buat kamu makan"ucap raisa dan berdiri dari kursi yang sebelumnya ia duduki.


"Enggak,anya gak mau bubur"ucap anya menolak,uhh dia sangat membenci bubur mendengar kata bubur saja rasanya ia ingin muntah.


"Tapi kamu belum bisa makan yang keras keras,anya nurut jangan membantah"ucap raisa tanpa bisa diganggu gugat membuat anya mau tak mau pasrah.


"Nandila ikut"ucap nandira kemudian menyusul raisa yang sudah berjalan didepannya.


"Udah mau Maghrib nih gue pulang dulu ya"ucap jina ketika melihat jam sudah menunjukkan jam 15:25.


"Seingat gue,gue kelelahan karena makhluk hitam yang melewati tubuh gue terus gue ada disebuah tempat gelap dan berusaha keluar dibantu sebuah suara"gumam anya sambil mengingat ingat.


"Sakit...."ringis anya menahan rasa sakit dikepalanya kala kilasan beberapa kejadian yang acak memasuki kepalanya.


"Bodoh"cibir anya ketika melihat kilasan berisi tentang farhan yang diganggu sosok korban kecelakaan selama 1 minggu ini membuatnya sakit beberapa hari sampai hari ini.


Tak memperdulikan kilasan kejadian yang ia dapatkan,anya berjalan memasuki kamar mandi dan segera membersihkan dirinya.

__ADS_1


************


Tak butuh waktu lama kini anya sudah selesai mandi dan memakai bajunya,bersamaan dengan itu bubur yang dibuat raisa juga telah matang membuatanya mau tak mau harus segera memakannya selagi hangat.


"Udah"usai menghabiskan 3 suapan bubur anya segera menyudahi karena rasa mual mulai terasa diperutnya dan menjalar ke mulut.


"Ya sudah nanti jangan lupa dimakan lagi kalau lapar"ucap raisa kemudian berjalan keluar.


"Ehh walaikumsalam ada apa?"tanya raisa dari teras depan rumah yang suaranya dapat anya dengar.


"Siapa?"bingung anya, kemudian ia memutuskan pergi kedepan.


Setelah berada di teras,anya melihat seorang wanita yang tengah berbincang dengan raut khawatir pada raisa.


"Tolong anakku ra.."ucapnya lirih sembari menggenggam kedua tangan raisa.


"Maaf bukan gak mau bantu Astrid tapi masalahnya anakku juga baru aja bangun dari koma,dia masih lemah gak bisa bantu apa apa dan aku gak mau dia kenapa kenapa"ucap raisa mencoba memberi pengertian pada wanita didepannya.


"Ada siapa ?"tanya anya kebingungan.


"Anya kamu masih ingat tante kan?ini tante astrid mamanya Aquila,tante mohon tolongin anaknya tante hiks tante gak mau dia kenapa kenapa"astrid tiba tiba berlari dan berlutut dengan tangannya menggenggam kedua tangan anya.

__ADS_1


"Ta..tante bangun dulu jangan gini"ucap anya tak enak ketika melihat astrid yang lebih tua darinya berlutut.


"Ayo tante cerita pelan pelan ada apa kalau anya bisa bakalan anya bantuin"ucap anya membantu Astrid duduk pada bangku yang ada diteras.


__ADS_2