
Tak butuh waktu lama untuk anya mengalahkan para bodyguard tersebut hingga tersungkur di tanah semua.
Setelah semua bodyguard milik veleri dia bereskan,anya pun langsung bergegas berjalan mendekati valeri yang langsung bergerak mundur ketakutan.
Para bawahan veleri yang melihat ada kesempatan untuk kabur pun langsung lari tunggang langgang meninggalkan veleri yang terpojok ketakutan.
"Ma-mau apa kamu?"tanya veleri dengan nada penuh ketakutan hingga suara nya menjadi bergetar dan tergagap.
"Banyak bicara,pak polisi silahkan kalian tangkap dan jebloskan mereka semua ke dalam sel tahanan penjara,sekaligus cari lah pemimpin dia lalu tangkap"perintah anya pada beberapa polisi yang baru tiba.
Para polisi yang baru tiba pun langsung bergerak cepat menggunakan borgol untuk meringkus para pelaku termasuk veleri yang sempat hendak kabur.
Setelah veleri dan antek antek nya tertangkap,anya pun langsung mengucapkan banyak terimakasih pada sang polisi yang sudah mau datang menyanggupi panggilan dari nya.
Sang polisi pun tak merasa keberatan karena membantu masyarakat adalah tugas para abdi negara yang baik,para anggota polisi tersebut hanya mengucapkan sama sama dan langsung pergi meninggalkan lokasi sembari membawa para penjahat.
Sebelum pergi, seorang polisi mendekat ke arah anya dan memberitahu anya untuk datang ke kantor polisi pada sore hari supaya memberikan keterangan informasi agar kasus dapat diproses secara hukum.
Anya yang mendengar nya pun hanya mengiyakan sehingga polisi tersebut pergi,setelah seluruh anggota polisi sudah pergi tanpa sadar anya menghela napas lega.
Setelah itu anya lanjut berkeliling dan mencari bungkusan bungkusan putih lain nya,setelah di rasa sudah tak ada lagi bungkusan mencurigakan atau hal apapun yang merugikan di lokasi konstruksi.
Anya lantas berjalan menuju tempat sampah yang terbuat dari tong besi dan melempar bungkusan putih tersebut kedalam tong,tak lupa anya mengambil korek dan menyalakan api untuk membakar bungkusan bungkusan tersebut.
Sehabis itu,anya pun memilih untuk bergegas kembali ke rumah nya.
Sembari menikmati suasana siang hari yang tidak terlalu ramai,anya pun menyempatkan diri pergi ke supermarket dan membeli beberapa keperluan rumah dan diri nya.
Lalu ia pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaan nya,dan langsung pergi menuju parkiran.
Namun sepertinya perjalanan nya tak akan mulus,ketika ia hampir melewati halte bus yang cukup ramai.
Ia justru melihat seorang pria yang tengah melecehkan wanita yang tanpa di sadari oleh orang orang di sana.
Anya yang melihat itu pun tak tinggal diam,ia menghentikan laju kendaraan nya lalu turun dan menghampiri si wanita yang kelihatan tak nyaman dengan kelakuan si pria namun tak bisa melakukan apapun karena kondisi halte yang ramai dan sulit untuk membuat nya bergerak ke tempat lain.
Dengan cepat anya pun berjalan memecah kerumunan hingga sampai ke tempat si wanita.
__ADS_1
"Kamu kak Dewi kan? wah udah lama kita gak ketemu kalau gak salah terakhir ketemu saat aku SMP,kakak apa kabar?ehh kakak mau pergi kerja ya? mumpung aku lagi bawa motor,ayo aku antar aja"ucap anya yang langsung menarik kuat tangan wanita itu untuk pergi dan naik ke motor nya.
"Ehh iya,oke deh maaf udah ngerepotin kamu"ucap wanita tersebut sembari tersenyum sungkan.
"Enggak ngerepotin kok"ucap anya.
"Tempat kerja kakak di mana?"tanya anya.
"Di perusahaan Erlangga"ucap wanita tersebut.
Mendengar hal itu,anya yang kebetulan tau arah perusahaan tersebut pun langsung menjalankan motor nya meninggalkan halte bus.
Sedang kan pria yang melecehkan wanita tadi pun merasa marah dan tidak terima.
'cih sial,bisa bisa nya dia ketemu kenalan nya' batin pria tersebut.
Anya yang mengantarkan wanita tersebut pun akhirnya sampai di parkiran perusahaan Erlangga tempat wanita tersebut bekerja.
"Di sini kan kak?"tanya anya.
"Sama sama kak,itu pun kebetulan aja aku sempat melihat nya"ucap anya.
"Lain kali kalau situasi tempat nya sedang ramai,usahakan berdiri nya di bagian yang banyak wanita nya kak dan jangan terlalu ke belakang"ucap anya.
"Iya dek,oh ya kenalin nama kakak Citra Erlangga"ucap citra mengulurkan tangan kanan nya.
"Zefanya,kakak bisa panggil aku Anya atau Zefa aja"ucap anya membalas uluran tangan citra.
"Ohh oke deh,aku panggil kamu Zefa aja"ucap citra mengangguk.
"Iya kak,ini mungkin bisa kakak gunakan"ucap anya yang langsung merogoh tas nya dan menyerahkan sebotol semprotan merica+cabai berukuran seperti tangan bayi ke tangan citra.
"E-ehh tapi.."citra yang merasa tak enak pun hendak menolak namun tak jadi ketika anya sudah langsung menaruh semprotan tersebut ke tangan citra.
"Makasih ya"ucap citra.
"Sama sama kak,kalau begitu aku pamit pergi duluan sampai jumpa ohh ya nanti kalau misal kakak pengen pergi ke toilet usahakan ajak perempuan lain ya jangan sendiri"ucap anya.
__ADS_1
"Ehh oke"ucap citra yang sebenarnya kebingungan namun tetap memilih menurut saja.
Setelah itu anya pun menganggukkan kepala nya pelan dan bergegas pulang ke rumah.
Tak butuh waktu lama untuk anya sampai di rumah nya.
Ketika sampai di rumah,dia langsung disambut tatapan kebingungan penuh tanya dari Dion.
"Dari supermarket tadi"ucap anya yang paham arti dari tatapan dion.
Dion yang mendengar nya pun lantas mengangguk mengerti dan pergi memasuki kamar nya.
Anya yang melihat itu hanya menggelengkan kepala nya dan memilih bergegas memasak makanan untuk kedua nya makan nanti.
Setelah masakan nya selesai,anya pun memasukkan sebagian makanan ke dalam Tupperware berukuran sedang lalu mengemas nya ke dalam Tote bag.
Sehabis itu anya pun memanggil dion untuk makan,namun justru panggilan nya itu tak kunjung mendapatkan sahutan dari Dion.
Dengan langkah kaki yang agak cepat,anya pun akhirnya sampai di depan pintu kamar dion.
tok
tok
tok
Setelah mengetuknya tiga kali masih saja tidak terdengar jawaban,dengan khawatir anya mencoba membuka pintu.
Beruntung pintu kamar dion tidaklah terkunci,setelah anya masuk ia justru melihat dion yang ketiduran dengan handphone yang masih menyala menampilkan game yang sempat dion main kan.
Anya pun langsung berkacak pinggang karena kesal,dengan cepat anya membangunkan dion untuk makan karena ia yakin pemuda tersebut belum makan malam.
"Bang.. Bang dion woyy bang! bangun buruan lo gak mau makan malam gitu?"tanya anya.
"Hmm"dehem dion yang langsung kembali tidur.
"Dahlah terserah lo aj"ucap anya yang langsung pergi keluar dan makan malam.
__ADS_1