Gadis Indigo

Gadis Indigo
GI:keadaan anya¹


__ADS_3

tak butuh wkatu lama sekarang anya sudah sampai di rumah,tampak keadaan rumah yang cukup sepi mengingat suanya sudha sibuk dengan urusan masing masing.


ting!


dering notifikasi dari handphone berhasil mengalihkan perhatian anya,setelah menaruh tasnya di kursi ruang tamu ia pun segera membuka notif yang tertera.


......jina jin🗿......


anya!!!!!


p


p


p


p


pren kerumah kuy


nobar drakor,film horor,anime,atau


apapun gue bosen dirumah terus :v


^^^2in^^^


^^^bentar ya gue kesitu tungguin aja okey👌^^^


okey


...end...

__ADS_1


setelah membalas pesan dari jina naya segera bergegas pergi menuju rumah jina tak lupa ia membereskan barang barangnya dan mengganti bajunya terlebih dahulu.


dalam perjalanan anya melihat sekelebat bayangan hitam menembus tubuhnya dengan cepat,namun hal itu berdampak sangat parah pada tubuhnya karena bayangan hitam itu seolah olah membawa banyak energi yang anya miliki bersama kepergiannya.


anya mau tak mau segera duduk di sebuah kursi kayu disebuah warung lantaran tubuhnya langsung terasa lemas seketika seolah tak memiliki energi sedikit pun.


"neng kenapa toh?"tanya ibu pemilik warung sembari menghampiri anya.


"gapapa bu cuma tadi pusing dikit mungkin darah rendah saya kambuh,ijin istirahat sebentar ya bu"ucap anya beralasan dan segera meminta ijin.


"ndak apa apa nak duduk aja,mau ibu carikan obat?"tawar sang ibu pemilik warung.


"gak usah bu bentar lagi juga baik kan"ucap anya menolak.


"ya sudah kalau ada apa apa panggil ibu ya,ibu masuk kedalam dulu soalnya lagi masak neng mau makan tidak?takutnya belum makan"tawar sang ibu dibalas gelengan kepala dan senyum canggung.


"gak usah bu"anya menolaknya lantaran tak enak hati.


"oooh baik lah,ibu pergi dulu"ucapnya lalu beranjak pergi.


tangannya merogoh handphone dan mengetikkan pesan pada kakaknya dion untuk menjemputnya diwarung persimpangan jalan menuju rumah jina.


setelah mengetikkan pesannya, centang biru langsung terlihat,dion membalasnya dnegan kalimat tunggu membuat anya akhirnya menunggu seperti apa yang dion ucapkan.


15 menit kemudian


dion pun sampai dan segera berjalan ke arah anya.


"gapapa kan?"tanya dion dengan nada khawatir.


"anter pulang capek"ucap anya yang dibalas anggukan mengerti dion.

__ADS_1


"bu saya ijin pergi ya"ucap anya ketika melihat ibu itu keluar.


"ehh iya nak,udah dijemput pacarnya ya"goda sang ibu.


"ehh bukan bu saya abangnya"ucap dion menjelaskan.


"mari bu permisi"ucap dion dan membawa anya memasuki mobil.


"lo beneran gapapa?"tanya dion memastikan kembali setelah mereka berada didalam mobil.


"gapapa tolong bawa gue pulang aja gue butuh istirahat"ucap anya dengan suara yang nyaris tidak terdengar.


dion hanya membalas dengan anggukan kepala kemudian melajukan mobilnya menuju rumah.


flashback onn


setelah dion mendapatkan pesan dari anya ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi dan ekspresi khawatir yang sangat kentara, kebetulan dia memang hendak pulang kerumah mengambil berkas penting milik ayahnya yang tertinggal.


ya entah kenapa waktunya justru bisa pas,andai saja dion sednag dikantor ayah nya mungkin dia akan sampai dalam waktu 1 jam dan anya akan keburu pingsan.


flashback off


kini mereka sudah memasuki pekarangan rumah bersamaan dengan nandira yang kebetulan baru saja pulang bersama nek sita dari pasar.


"kakak anya kenapa?"tanya nandira penuh kekhawatiran menatap tubuh anya yang sudah tak sadarkan diri dalam gendongan dion.


"kak anya gapapa kok cuma tidur nandira gak boleh ganggu kakak anya ya"ucap dion beralasan dan dibalas anggukan patuh oleh nandira.


setelahnya dion membawa anya yang berada dalam gendongannya untuk ke kamar mliknya(kamar anya)dan merebahkan tubuh gadis itu secara perlahan,setelahnya dion bergegas pergi.


namun langkahnya harus terhenti ketika nek sita memanggilnya. "dion ada apa dengan anya?"tanya nya kebingungan.

__ADS_1


"dion juga gak tau,tadi anya chat dion buat jemput pas dion sampe dia udah kondisi lemah pas sampe rumah malah pingsan"ucap dion menjelaskan dengan singkat.


"dion panggil mbah yanto serta kakekmu disawah sepertinya ini bukanlah hal sepele bisa saja anya dalam bahaya"perintah nek sita dibalas anggukan dion yang segera pergi ke sawah kakek rahmat.


__ADS_2