
Namun hal itu tak kuperdulikan lagi karena yang terpenting adalah keadaan nandira,segera kulemparkan air yang sudah dicampur dengan garam kasar.
Setelah aku melempar air tersebut sosok itu mulai meraung kesakitan tiba tiba dari arah belakang mbah yanto melempar sesutu berwarna putih kearah sosok itu lalu tak lama sosok tersebut menghilang.
Aku lantas segera berlari kearah nandira yang kala itu tiba tiba saja pingsan,aku segera menggendong nya keluar dari kamar.
~Raisa pov end~
Saat semua orang sudah keluar dari dalam kamar nandira,mereka dikejutkan oleh sesuatu berwarna merah menyala.
"Banaspati"ucap kakek rahmat spontan.
Brak!
Duar!
Banaspati tersebut pun terbang keatas lalu menabrak atap rumah hingga membuat getaran di hati ehh maksudnya di rumah hingga beberapa barang barang terjatuh dan pecah.
Orang orang yang ada didalam rumah pun mulai berlarian kerluar umah kecuali adnan yang berlari kearah berlawanan untuk menyelamatkan nandira.
Setelah menyelamatkan nandira adnan pun segera bergegas keluar dari rumah agar tidak tertimpa barang barang yang berjatuhan.
~Flashback off~
__ADS_1
"Jadi begitu ceritanya"ucap Raisa mengakhiri ceritanya.
"Kira kira kenapa banaspati itu menyerang rumah kita?"tanya anya dengan bingung sambil menatap kearah sang kakek meminta penjelasan.
"Dia disuruh tuannya untuk membalas dendam sama kalian sekeluarga"bukan kakek rahmat yang menjawab melainkan mbah yanto-lah yang menjawabnya.
"Tapi... Apa salah kami?saya rasa kami tidak membuat keributan atau masalah saat datang dikampung ini?"bingung anya ketika mendengar ucapan mbah yanto.
"Tuan nya itu dendam sama kalian sekeluarga karena kalian udah membawa anaknya yang akan dia jadikan tumbal sekaligus dia memang berniat menakut nakuti kalian agar kalian warga baru segera pergi dari kampung ini karena dia merasa terancam dengan kalian apalagi dengan kamu"jelas mbah yanto sambil menekan kalimat (warga baru) dalam ucapannya lalu setelahnya dia mengakhiri ucapannya dengan tangan yang menunjuk kearah anya.
"Saya?"bingung anya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya,kemampuanmu mengancam dirinya dan juga peliharaannya"ucap mbah yanto.
(Banaspati:Banaspati adalah sebutan bagi hantu atau roh jahat dengan ilmu hitam tingkat tinggi yang memiliki wujud seperti api dan berelemen utama api. Sosoknya bisa mengambil bentuk bola api atau pusaran api. Wikipedia)
"tapi semuanya udah baik baik saja kan?"tanya anya dengan ragu sambil menatap bergiliran orang orang yang ada diruangan.
"Sudah nak tapi mungkin untuk hari ini kalau untuk seterusnya tidak ada yang tau"ucap mbah yanto.
"Maksudnya untuk hari ini?"tanya anya tidak mengerti.
"Iya mungkin hari ini selesai tapi tidak tau apakah besok masih ada lagi atau tidak"jelas mbah yanto yang membuat anya khawatir seketika.
__ADS_1
"Jadi ini belum selesai?"tanya anya ragu ragu.
"Bisa dibilang begitu".
"Kamu mungkin sudah harus menjaga orang orang tersayangmu mulai sekarang,oh ya jangan terlalu ikut campur dengan masalah disekolahmu dia bukan tandinganmu jangan mencari masalah"ucap mbah yanto memperingati anya.
Anya pun dibuat terkejut oleh ucapan mbah yanto yang tau kalau anya hendak ikut campur urusan sekolah.
"Oh ya perkenalkan nama mbah,yanto temannya kakekmu"ucap mbah yanto memperkenalkan diri.
"O..ohh baik nama saya anya cucunya kakek rahmat"ucap anya yang ikut memperkenalkan diri juga.
Anggota keluarga yang lain mulai membubarkan diri terkecuali anya,kakek rahmat,dan mbah yanto yang masih tetap berada diruang tamu.
"Ya udah mat saya pulang dulu"pamit mbah yanto pada kakek rahmat.
"Oke to hati hati"ucap kakek rahmat.
"Hati hati ya mbah"ucap anya sambil menyalami tangan mbah yanto.
Setelah itu mbah yanto pun pergi meninggalkan rumah kakek rahmat,kakek rahmat pun segera masuk kekamarnya.
Sedangkan Anya segera mengambil sapu dan serokan sampah lalu mulai membersihkan pecahan pecahan benda benda tajam yang berserakan dilantai.
__ADS_1
lalu anya pun memasukkan pecahan pecahan benda tajam itu kedalam kantung plastik baru setelahnya ia membuang kantung plastik tersebut kedalam tong sampah.