
Tak terasa waktu sudah berlalu dengan cepat nampak mentari yang sudah mulai terbit menampakkan sinarnya.
Anya yang tengah tertidur pun mulai merasa terganggu dengan cahaya silau mentari yang mengarah pada wajahnya.
Dengan perlahan ia mulai bangun dari tidurnya yang tidak nyaman itu akibat tertidur disofa,ia pun mendudukkan dirinya disofa sembari menunggu nyawanya terkumpul.
Setelah dirasa sudah lebih baik,anya pun segera bergegas menuju kamar mandi yang ada dikamarnya.
Setelah selesai mandi ia pun segera berpakaian,setelahnya ia pergi menuju dapur dan mulai memasak seadanya dari bahan bahan yang tersedia dia kulkas.
Saat sedang sibuk memotong bawang merah,anya tiba tiba dikejutkan dengan bau harum semerbak bunga mawar yang sangat pekat.
"Udah cukup deh lagi masak ini jangan iseng tini!"kesal anya pada sosok hantu wanita yang dulu sempat membuatnya bertengkar dengan dion.
"Gak asik si zefa!"ketus tini kesal.
"Udah gak usah nyari gara gara mending diam aja dah"ucap anya acuh.
"Dahlah"dengan wajah cemberut tini pun menghilang menembus tembok rumah yang mengarah kekebun belakang.
__ADS_1
"Udah jadi setan juga masih aja banyak gaya"cibir anya yang heran dengan sikap para hantu yang selalu banyak gaya dan cari masalah dengannya terutama tini.
"Oke siap"ucap anya yang sudah menyelesaikan masakannya.
Ia pun segera membawa nasi goreng buatannya itu ke meja makan, setelahnya ia segera bergegas menuju kamar para penghuni rumah untuk membangunkan mereka semua satu persatu dari mimpi indahnya.
Tak lama para penghuni rumah sudah berkumpul dimeja makan dan siap menyantap hidangan yang tersaji.
"Lah anya mana?"tanya dion bingung ketika tidak mendapati sosok adik perempuan nya itu dimeja makan.
"Udah berangkat ke sekolah tadi"ucap raisa,dion yang mendengarnya pun hanya ber 'oh' ria saja.
Sedangkan anya yang saat ini sudah sampai disekolah nya dengan berjalan kaki sedang terjebak dengan tatapan para anggota osis dan sahabatnya yang mempertanyakan perihal kepergiannya yang tiba tiba tadi malam.
"Ada masalah keluarga yang mendesak makanya harus buru buru pulang"ucap anya dengan wajah datarnya.
"Nya ikut kita dulu"ucap jina dan Lastri yang langsung menarik anya menjauhi kerumunan anggota osis.
Setelah dirasa cukup jauh jina pun segera bertanya dengan wajah yang sangat amat serius itu.
__ADS_1
"Jelasin kekita apa yang sebenarnya terjadi"paksa jina.
"Kalian berdua tau nandira kan?"tanya anya.
"Bocil yang waktu itu kita tolong dan saat ini ada dirumah lo itu kan?"tebak jina.
"Iya,kalian ingat kan bapaknya pernah bicara sama gue sebelum pergi kalau dia bakalan balas dendam ya kan?"tanya anya dan dibalas anggukan kepala oleh jina dna Lastri.
"Tunggu tunggu jangan bilang...."saat mengucapkan itu lastri pun segera menutup mulutnya kaget.
"Iya semalam karena bapaknya nandira yang balas dendam karena kita udah mau ambil nandira yang akan dijadikan tumbal makanya bapaknya nandira kesal dan ngirim ✌️ tanda kutip buat ambil nandira tapi karena gagal dia akhirnya kirim banaspati kerumah dan bikin rumah jadi kayak kapal pecah"ucap anya sambil membentuk jarinya menjadi peace untuk menyebutkan sosok tersebut (hantu).
"Emak gue orang!"latah jina yang kaget saat mendapat tepukan dibahu nya dari arah belakang yang ternyata adalah vero.
"A..ada apa ya kak?"tanya jina gugup.
"Ayo kumpul dilapangan yang lain udah kumpul cuma kalian bertiga yang belum"ucap vero.
"Baik kak"ucap anya lalu segera mengajak Lastri dan jina menuju lapangan sekolah.
__ADS_1
Tring!
Tiba tiba.....