Gadis Indigo

Gadis Indigo
GI: Penjelasan? #1


__ADS_3

"fitnah?maksudnya fitnah apaan?"tanya anya kebingungan.


"iya fitnah,mereka fitnah kakak yang enggak enggak apalagi cewek itu dia bilang kakak sudah bully dia"ucap peter kesal.


"a-apa?"tanya anya kaget.


"oyy kang bully sini lo"ucap seorang siswi yang tengah duduk di atas meja.


namun kelas tetap hening,anya bahkan masih sibuk mendengarkan penjelasan dari william tentang apa yang sedang terjadi.


"woy lo budek apa gimana?!"tanya siswi bername tag Kalista.


"siapa yang lo panggil?"tanya anya dengan wajah datar.


"ya elo lah siapa lagi,yang suka membully di sini kan cuma elo gimana sih pake pura pura gak tahu"ucap siswa bername tag ardan.


"jaga bicara lo"ucap anya.


"biar kita beresin kak"bujuk william.


"kenapa?gak suka? itu kan kenyataannya"cibir agni,siswi yang masih duduk di atas meja.


"kak?biar kami aja yang beresin"ucap peter mencoba membujuk.


"DIAM!!!"bentak anya menutup kedua telinganya dengan kesal.


kelas pun seketika sening tanpa ada yang berani mengeluarkan suara sedikit pun,melihat itu anya melepaskan kedua tangan yang ia gunakan menutupi telinga ya.

__ADS_1


"punya bukti apa lo semua kalau gue udah membully?punya bukti?"tanya anya.


"korban udah cukup buat jadi saksi"ucap faren.


"cukup?inilah contoh contoh manusia bodoh yang gampang di permainkan"ucap anya.


prang


sebuah vas kaca kecil yang sebelumnya ada di atas meja guru pun kini sudah berubah menjadi serpihan serpihan kecil di lantai karena dilempar oleh anya.


"gimana dia pas dibully?"tanya anya.


"gak usah pura pura lupa,lo kan nyiram kepala dia pakai air"ucap agni kesal.


"air?"anya pun mengambil botol air minum berwarna pink milik agni yang berisi air mineral dan menuangkannya ke kepalanya.


"gila"cibir kalista.


"lihat dulu"ucap anya bersmirk sambil meletakkan botol air minum agni pada tangan kalista.


"astaga apa apaan ini kalian?"tanya seorang guru yang baru memasuki ruang kelas.


"zefanya Agathis jelasin ke ibu apa yang terjadi?"tanya guru tersebut.


"dia membully saya bu hiks"ucap anya sembari menangis dan menunjuk ke arah Kalista yang masih memegang botol air minum.


"astaga Kalista Puspita ibu gak nyangka ya kamu suka membully orang lain"ucap guru itu.

__ADS_1


"enggak bu saya gak membullynya"ucap kalista menjelaskan dengan cepat.


"pernyataan korban gak mungkin salah"ucao bu guru.


"bu dia pembohong"ucap ardan mencoba membela kekasihnya itu.


"ibu tidak mau tau,kalista kamu akan mendapatkan hukuman berat atas apa yang kamu lakukan ini"ucap guru itu.


"hahaha,see? kalian orang bodoh sampah gak berguna"ucap anya tertawa.


"pernyataan bohonganku pun bisa dipercaya guru asal aku bermain drama dengan baik,jika sudah begini apa kalian masih yakin aku yang membully gadis itu?"tanya anya menunjuk ke arah gadis yang ada dibelakang murid murid.


"anya apa apan ini?"tanya guru itu yang seketika bingung.


"saya hanya mencari bukti bu,mereka menuduh saya membully sampah sepertinya disaat saya bahkan sedang sibuk menjaga ayah saya di rumah sakit apa itu terlihat logis?"tanya anya sembari menunjuk ke arah gadis yang sama.


"lihat saya korban yang sekarang jadi korbannya,korban palsu untuk drama ini lihat? guru bahkan percaya lantas bagaimana jika dia melakukan hal seperti yang saya lakukan sebelumnya?"tanya anya.


namun kelas hening tak ada yang berani menjawab,mereka semua mengalihkan pandangan maisng masing berusaha tak melihat wajah anya.


"diam?apa hanya itu yang bisa kalian lakukan?"tanya anya.


"anna? lo bener dibully anya kan? lo gak bohong kan?jawab gue!!"ucap kalista.


"...."namun anna hanya bisa terdiam dan tak menjawab ucapan kalista.


"l-lo bohong?, sialan! gara gara lo!!! gara gara lo gue hampir aja kena masalah asal lo tau bokap gue itu sejahat apa sama gue kalau sampe kena masalah disekolah? sialan lo bohongin gue! teman macam apa lo!!!"bentak kalista tak terima

__ADS_1


__ADS_2