
Tak lama nandira mulai membuka matanya,tampak tercetak jelas raut kebingungan diwajahnya.
"Gimana perasaannya nak udah membaik?"tanya pria tua yang sebelumnya mencegah anya mendekati nandira.
"Emm"angguk nandira pelan.
"Syukurlah"ucap pria tua itu bernafas lega.
"Hiks kak anya takut"nandira tiba tiba saja berteriak histeris dan berlari kearah anya,dia pun tiba tiba memeluk anya dengan sangat erat.
"Hei ada apa hmm?"anya dibuat kebingungan dengan sikap nandira ini terlebih lagi dari antara mereka semua belum ada yang mau menjelaskannya.
"hiks takut hiks takut nandira takut"nandira pun menangis kencang didalam pelukan anya.
Perlahan lahan anya memantapkan dirinya untuk melihat kejadian yang terjadi sebelumnya,ia mulai mengangkat tangan kanannya keatas kepala nandira.
"Berhenti"pria tua itu kembali mencegah tindakan anya.
"Kenapa?"sungguh anya dibuat benar benar bingung kali ini ia ingin tahu dan mengerti situasi yang terjadi tapi tak ada yang mau menjelaskannya ingin menggunakan kekuatannya pun ia dilarang jadi bagaimana caranya dia dapat tahu dan mengerti situasi sekarang.
"Jangan nanti bisa berbahaya"pria itu pun mencoba membuat anya mengerti dengan beberapa penjelasan singkatnya itu.
Anya pun hanya bisa mengangguk pasrah mengikuti keinginan pria tua itu,tak lama anya sudah tidak merasakan air mata yang membasahi bajunya dan suara tangisan nandira lagi.
Anya pun mencoba melihat nandira dengan perlahan,ia pun mendapati nandira yang sudah tertidur lelap.
Nandira terlihat mulai terusik dari tidurnya,anya dengan segera mengusap usap kepala nandira dengan pelan hal itu membuat nya kembali tenang dan melanjutkan tidurnya.
"Tunggu sebentar ya"setelah mengatakan hal itu anya pun bangkit dari duduknya dengan posisi tangan yang masih menggendong tubuh nandira,ia pun pergi menuju kamar nandira dan menidurkan nya diatas kasur.
Setelahnya Anya pun segera bergegas kembali keruang keluarga,ia pun duduk disamping ibunya.
__ADS_1
"ma,dira kenapa?"anya dengan ragu ragu mulai memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Jadi...."
~Flashback on~
Saat anya,jina,dan lastri telah meninggalkan pekarangan rumah untuk pergi kesekolah,nampak keadaan rumah yang masih baik baik saja.
Namun ketika menjelang azan Maghrib yang berkumandang keanehan keanehan mulai terjadi dengan diawali bau anyir darah dan bau pekat kemenyan yang mengganggu serta semerbak harum bunga kamboja disertai melati yang silih berganti.
Awalnya satu keluarga hanya menganggap hal itu sebagai hal biasa yang sering terjadi sebab kakek rahmat pernah bilang memang bila hari hari tertentu hal ini sering terjadi.
Namun tak lama terdengar suara teriakan dari kamar nandira yang mengejutkan satu keluarga yang kala itu sedang berkumpul bersama salah seorang sesepuh desa yang bernama mbah yanto teman dari kakek rahmat.
~Nandira pov~
Saat ini aku tengah tiduran diatas kasurku menutup mata dan mencoba memasuki alam mimpi,namun sebuah suara yang mengalun dengan merdu membangunkan aku.
Aku akhirnya turun dari kasur dan mencoba mencari asal suara itu berasal,namun saat aku sedang mencari asal suara tersebut tiba tiba saja kaca dikamar pecah.
Prank!
Suaranya sangat keras sampai mengejutkan aku yang kala itu tengah fokus melihat siluetnya sosok seorang gadis yang memiliki rambut hitam panjang serta acak acakan dan tengah berdiri dijendela.
"Si..siapa"dengan gemetar dan takut perlahan lahan aku mencoba mendekati sosok tersebut tanpa memperdulikan kaca yang pecah tersebut.
Krak!
Saat aku mendekat sosok itu tiba tiba melihat kearahku dia memutar kepalanya begitu saja sampai suara tulang retak terdengar bersamaan dengan kepalanya yang terus berputar membuatku merasa ngilu saat mendengarnya.
"Aaaaaaa!"tanpa sadar aku malah berteriak dan membuat sosok hantu wanita tersebut bergerak kearahku dengan cepat.
__ADS_1
Lari! Aku harus berlari tapi tubuhku malah tidak bisa diajak kerja sama,tiba tiba saja sosok itu sudah ada tepat didepan wajahku.
Wajahnya yang hancur dengan beberapa kulit terkelupas dan hewan hewan kecil berwarna putih menggeliat geliat dibagian kulit wajahnya yang terkelupas itu membuat diriku merasa ingin memuntahkan apa yang baru saja aku makan,perlahan namun pasti tangannya yang memiliki kuku kuku panjang terulur kearah wajahku.
Aku ketakutan mencoba berteriak namun sia sia suaraku tidak bisa keluar ingin berlari pun tubuhku tidak bisa bergerak,aku ingin menangis saja kurasa hanya itu yang bisa kulakukan saat ini.
'Kak Anya aku membutuhkan bantuanmu'aku hanya bisa berkata dalam hatiku sambil memanggil nama kak anya berulang kali berharap mungkin dia bisa datang secepatnya.
Saat tangan hantu itu hampir sepenuhnya menyentuh tanganku,tante raisa tiba tiba masuk ke kamarku sambil melempar sebuah air yang dia bawa menggunakan gayung kearah sosok hantu itu.
Tampak sosok tersebut menggeliat kesakitan,aku tidak perduli lagi dengan sosok tersebut,aku hanya terus berusaha berlari menjauh dari sosok tersebut kearah tante raisa.
Namun sebelum sampai ketempat tante raisa yang ada didepan pintu kamarku,dapat kurasakan sebuah tangan dengan kasar mencengkram erat kedua bahuku.
Aku tidak tau apapun semuanya tiba tiba saja menggelap dan aku tidak tau apalagi yang terjadi setelahnya.
~Nandira pov end~
~Raisa pov~
Aku tidak tau apa yang terjadi,kala itu aku sekeluarga tengah berbincang bincang dengan sesepuh desa yang tak lain mbah yanto yang bisa dibilang adalah teman dari ayah.
Saat sedang asik bercengkrama tiba tiba kami dikejutkan dengan suara teriakan dari kamar nandira.
Aku hendak pergi kesana namun mbah yanto tiba tiba menghentikan langkahku.
"Nak tolong kamu ambil garam kasar didapur dan campurkan dengan air dan gunakan wadah apa saja yang ada untuk menampungnya"ucap mbah Yanto secara tiba tiba membuat aku kebingungan.
Tapi aku tak ingin ambil pusing dengan segera melakukan ucapannya itu,setelah itu mbah yanto mengajak kami semua untuk pergi kekamar Nandira.
Ia lalu memintaku membuka pintu kamar nandira,saat aku membuka pintu tersebut pemandangan dibalik pintu membuat aku sangat terkejut.
__ADS_1
Bagaimana tidak terkejut bayangkan saja sesosok hantu menyeramkan ada didepanmu,sosok yang tak dapat kamu bayangkan akan muncul tepat didepan mata kepalamu.