
tak butuh waktu lama kini dion sudah kembali dengan kakek rahmat dan mbah yanto dibelakangnya,mbah yanto dan kakek rahmat yang sudah mengetahui kejadian singkatnya dari penjelasan dion segera bergegas memasuki kamar anya.
tampak anya yang terbaring lemah tak sadarkan diri,hanya melihat sekilas Mbah yanto dan kakek rahmat langsung mengerti.
setelah mereka keluar nek sita langsung bertanya "apa yang terjadi pak?"tanya nya dengan wajah penuh kebingungan.
"energinya diambil makhluk ghaib bu"ucap kakek rahmat memberikan penjelasan.
"ta..tapi gapapa kan?".
"gapapa asalkan sebelum tengah hari sukma nya sudah kembali kedalam raga,dia hanya kelelahan membuat sukmanya terlepas dari raganya jadi kita hanya tinggal menunggu dia sadar jika sampai tengah hari terlewati dan tidak sadar maka saya yang akan mencari sukmanya"terang mbah yanto dibalas anggukan nek sita.
"adek saya akan bangun kan mbah?"tanya dion memastikan.
"mudah mudahan"ucap mbah yanto.
dion hanya bisa menghela nafas pasrah tak ada yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan adiknya,ia hanya bisa berdoa dan berharap agar adiknya segera sadar.
"(mengucap salam(ucap sesuai agama masingmasing) Raisa pulang"ucap raisa yang baru memasuki rumah disusul adnan dibelakangnya.
"ini ada apa kenapa rame rame kumpul?"tanya adnan yang baru memasuki rumah dengan raut kebingungan ketika melihat beberapa orang berkumpul diruang tamu.
"gapapa kok"ucap nek sita agar adnan dan raisa tidak khawatir tentang kondisi anya.
"anya mana bu?aku dapat kabar hari ini sekolah libur karena osis ada urusan,dia udah dirumah?"tanya raisa sambil perlahan membuka pintu kamar anya.
bruk!
"a..anya?"kaget raisa ketika melihat tubuh anya yang sudah ada di udara.
"minggir dulu"ucap mbah yanto ketika merasakan energi yang agak negatif dari tubuh anya.
semuanya segera mendengarkan ucapan mbah yanto dan mengambil jarak sedikit menjauh.
__ADS_1
"siapa kamu?"tanya mbah yanto penuh kebingungan tak lupa dengan tatapan nya yang menajam.
" ndak ada urusannya denganmu saya cuma mau jaga raga ini,sukma nya hilang diambil suruhan orang yang membencinya selamatkan saja biar saya jaga raganya "ucap sosok di tubuh anya.
"saya tak yakin kamu akan sebaik ini?"tanya mbah yanto tak yakin karena merasakan sedikit energi negatif yang menguar dari tubuh anya.
" hahaha tua bangka kamu cukup tau yang ku inginkan,cukup bantu aku menyelesaikan urusanku dulu "ucap sosok tersebut dan tak lama tubuh anya kembali ke kasur dan berbaring tenang seolah tak terjadi apapun.
"aku yakin dia pasti ayahnya nandira"ucap adnan.
"jangan menuduh sembarangan,anakmu itu suka ikut campur urusan orang bisa saja ada yang baru dia singgung"ucap mbah yanto.
"anak saya akan baik baik saja kan?"tanya raisa dengan pandangan mata yang mengabur tertutup oleh air mata yang siap meluncur.
"mudah mudahan saja,ini sudah tengah hari tapi dia belum sadar saya akan mencari sukmanya jaga tubuh anya, saya sedikit tidak yakin dengan sosok yang mengaku akan menjaga tubuh anya"perintah mbah yanto sebelum duduk bersila dan memulai pencarian jiwa(sukma) anya.
saat mbah yanto sedang fokus mencari tiba tiba seperti ada sesuatu yang menolaknya mendekati tempat jiwa anya berada.
brak!
"kenapa yan?"tanya kakek rahmat.
"saya tidak bisa mencari sukma anya,ada sebuah energi yang menolak kehadiran saya mendekati tempat anya"jelas mbah yanto.
jderr!
bagaikan sambaran petir di siang bolong,semua orang yang tengah berkumul diruang tamu tersebut sangat terkejut ya terkecuali nandira yang masih terdiam tak bisa berbicara apapun karena tidak mengerti hal yang sedang terjadi.
"lalu bagaimana caranya membuat cucuku terbangun?"tanya kakek rahmat kebingungan.
"kita hanya bisa berdoa meminta bantuan yang maha kuasa atau anya mau tak mau harus mengandalkan dirinya sendiri untuk menemukan jalan pulang kedalam raganya"terang mbah yanto.
semuanya merasa sangat sedih mendengar ucapan mbah yanto namun mereka sadar tak dapat melakukan apapun untuk membantu selain dengan doa.
__ADS_1
ditempat sukma anya
terlihat anya terbangun ralat lebih tepatnya jiwa anya terbangun dan dia tengah kebingungan mendapati dirinya berada disebuah ruangan gelap gulita tanpa ada cahaya apapun.
"apa ada orang?"tanya nya dengan bingung.
tak ada sahutan sama sekali tempatnya berada sangat sunyi hanya suara anya yang terdengar.
" lari "sebuah suara tanpa wujud menginstrupsi anya untuk segera lari,tanpa aba aba tubuhnya seolah dikendalikan dan kakinya langsung berlari.
entah berapa lama anya berlari kakinya tidak merasa kelelahan namun nafasnya tampak tersengal sengal,ia masih terus berlari hingga mendapati sebuah cahaya putih terang dikejauhan.
entah dorongan dari mana anya langsung mempercepat langkah kakinya menuju cahaya terang tersebut,namun naas sedikit lagi ia sampai sesuatu menariknya kebelakang.
sekuat tenaga anya mencoba melepaskan benda yang melilit kakinya dan terus menariknya "kumohon aku ingin kembal.."lirih anya dan memaksakan kakinya melangkah.
disisi lain tepatnya dikanar anya,memar kebiruan muncul di kedua pergelangan kaki anya membentuk lingkaran yang sangat jelas.
"kenapa ini?"bingung Raisa ketika melihat memar dikaki anya.
" buarkan saja dia tengah berjuang "ucap sosok yang memasuki tubuh anya.
"mungkinkah dia akan gagal? "ucap sosok tersebut bersmirk membuat beberapa orang didalam kamar menatap tajam dirinya.
"tutup mulut lo!"kesal dion dan hendak menghampiri anya namun ditahan oleh ayahnya.
"jangan macam macam kita gak tau dia seperti apa"ucap adnan memperingati dibalas helaan nafas pasrah dion.
sosok didalam tubuh anya tersenyum membuat tubuh anya turut tersenyum "hebat juga anak kalian berani melawannya langsung "ucap nya membuat adnan dan raisa kebingungan.
"gapapa kita tunggu disini bantu doa anya pasti kembali"ucap kakek rahmat menenangkan seluruh anggota keluarganya.
" yang terpilih tak akan pergi sekalipun kematian meminta jika tugas tak selesai tak ada jalan kembali "ucap sosok ditubuh anya yang didengar oleh seluruh keluarga anya.
__ADS_1
"apa maksudmu?"tanya kakek rahmat.
" dia sudah kembali,tugasku menjaga raganya sudah selesai "ucap sosok tersebut dan langsung menghilang meninggalkan tubuh anya tanpa menjawab pertanyaan dari kakak rahmat.