
"jadi gimana ceritanya?"mbah yanto pun bertanya kala mereka semua sudah duduk didalam ruangan.
"jadi..."anya mulai menjelaskan cerita dari awalnya hingga saat ia mengunjungi rumahnya farhan.
...****************...
"jadi begitu" mbah yanto tampak mengangguk mengerti.
"jadi gimana mbah?"tanya anya khawatir.
"kita harus ambil raga farhan dulu tak baik jika sukma farhan terlalu lama diluar raganya"jelas mbah yanto.
"tapi bagaimana caranya?"tanya rio.
"kalian bisa bantu doa dan serahkan lainnya pada saya,anya,dan fahri biar kami yang menjalankan penyelamatan raga farhan nya"ucap mbah yanto.
"tapi mbah anakku..."raisa tampak menunjukkan penolakan diraut wajahnya.
"gapapa"ucap anya sembari tersenyum untuk menenangkan kekhawatiran mamanya.
"kita pergi besok,gak bisa malam bakalan bahaya"ucap mbah yanto diangguki semuanya meski beberapa tampak menolak.
"farhan ikut mbah,yang lain di sini saja menginapnya"ucap mbah yanto kemudian pergi meninggalkan rumah anya.
skip~
pagi harinya mereka semua sudah bersiap siap dan memakan sarapan masing masing,om rio dan tante astrid tertahan dirumah anya tanpa bisa ikut karena khawatir mereka berdua akan kenapa kenapa.
"siapa yang akan menyetir mobilnya?"tanya anya bingung.
"biar saya saja"ucap fahri menawarkan diri.
__ADS_1
"baik terimakasih"ucap anya memberikan kunci mobil milik om rio pada fahri.
akhirnya mereka pun masuk ke mobil dengan posisi mbah yanto disebelah fahri dikursi depan sedangkan anya dikursi belakang untuk penumpang.
jalanan yang lumayan lenggang membuat mereka dapat dengan cepat sampai kerumah farhan,mbah yanto yang turun terlebih dahulu disusul anya dan fahri tampak melihat lihat kesekitar rumah yang sangat sangat memancarkan aura negatif kuat.
"rumah ini memang memiliki sesuatu yang salah"ucap mbah yanto.
"ayo kita masuk"ajak mbah yanto berjalan terlebih dahulu.
mereka semua berhasil masuk dengan selamat tanpa ada apapun yang menyambut mereka,aneh? tentu.
'seolah ada yang mengawasi ' batin anya melirik sekitar yang nampak sepi.
"disana!" anya berteriak sembari menunjuk arah kamar farhan dimana sosok noni belanda yang anya lihat ditangga muncul dan menatap tajam mereka.
"ga benen(pergilah kalian)!"ucapnya kesal,sosoknya dapat dilihat oleh anya dan Mbah yanto kecuali ustadz fahri yang hanya dapat mendengar suaranya.
"kembalikan raganya dulu,dan biarkan keluarga yang memiliki rumah ini untuk hidup tenang hidup kalian sudah selesai bukan disini rumah kalian"ucap anya menatap tajam hantu tersebut.
flashback onn
anya tidak tau ia ada dimana,tempatnya berada dihutan.
"Gaan! vermoord me niet! Ik vraag!(pergi! jangan bunuh aku! aku mohon!)"seorang wanita dengan perut buncit berlarian dihutan dengan bahasa asing yang anya sedikit sulit fahami.
entah keberanian darimana anya berlari mengikuti wanita itu,namun yang aneh adalah kecepatannya yang tiba tiba meningkat pesat dan kini ia sudah berada didepan wanita tersebut dengan jarak 3 meter.
"彼を殺せ、オランダ人を死なせて(bunuh dia,biarkan orang belanda itu mati)"perintah seseorang dengan membawa katana ditangannya mengejar wanita yang terus berlari.
(terjemahan dari google-san)
__ADS_1
bruk!
"akhh! zi-ziek hiks, mijn man helpt me hiks(sakit,suamiku tolong aku)" wanita itu terjatuh ke tanah karena tersandung akar pohon,dirinya menangis menahan rasa sakit yang membuatnya tak sanggup lagi berdiri untuk sekedar berjalan.
"夫が助けてくれることを期待しているこの女性を見るのはとても哀れです(lihat wanita ini mengharapkan suaminya menolongnya kasihan sekali)" seorang pria yang tadi membawa katana,temannya tampak tak perduli dan menunjuk perut wanita tersebut.
pria yang memegang katana itu mengangguk dan menan**pkan katananya diperut wanita tersebut.
"mijn baby hiks, waarom?!, waarom heb je hem vermoord?!hiks(bayi ku,kenapa?!kenapa kalian membunuhnya?!)"wanita itu terisak sembari memegangi perut nya yang sudah berlubang dan mengeluarkan darah karena luka tusukan tersebut.
"omdat hij het verdiende te sterven, zouden niet alle Nederlanders nog in leven moeten zijn, ook hun nakomelingen niet(karena dia pantas mati,semua orang belanda tak boleh ada yang hidup termasuk keturunannya sekalipun)!"bentak pria itu kemudian mengeluarkan senapannya dan menembak* tubuh wanita tersebut sampai tak bernapas lagi.
"hiks..."anya menangis melihat pemandangan menakutkan itu.
flashback off
"hahh hahh hahh"anya terengah engah mengambil napas sebanyak banyaknya,ia merasakan sesak ketika melihat pemandangan tadi.
"Gaan! stoor mijn leven niet, laat me nu gelukkig dit huis bewonen met mijn kind(pergilah! jangan ganggu kehidupanku biarkan kini aku bahagia menempati rumah ini bersama anakku)"ucapnya dan melembutkan pandangannya pada anya.
"maar geef het lichaam van de man terug, hij mag niet van zijn lichaam worden gescheiden(tapi kembalikan raga laki laki itu,dia tidak seharusnya berpisah dengan raganya)"ucap fahri menimpali meski tak ia lihat sosol disisi manapun namun ia dpaat mendengar suaranya.
"moeten! hij is slecht! hij heeft de zielen gekwetst van de twee koppels die het slachtoffer waren van een ongeluk, slechte mensen moeten de gevolgen aanvaarden(harus! dia jahat! dia sudah melukai jiwa kedua pasangan yang jadi korban kecelakaan,orang jahat harus menerima akibatnya)"sosok noni belanda itu tampak kesal.
"laat hem vrij zijn, het arme ding, hij heeft nog steeds een gezin, stel je voor dat dat met je kind zou ge..gebeuren!(biarkan dia bebas,kasihan dia masih memiliki keluarga bayangkan jika itu terjadi pada anakmu!)"ucap anya mencoba berkomunikasi meski ia sedikit tersendat,ia tau dari nada bicaranya hantu noni itu menolak mengembalikan raga farhan.
"Het kan me niet schelen! Voor mij moet de schuldige gestraft worden(aku tidak perduli! bagiku orang bersalah harus mendapat hukumannya)"ucapnya kekeuh tak ingin merubah keputusan.
"wil je ruw zijn?(kau mau cara kasar?)"tanya anya geram.
"oké, ik zal hem bevrijden, maar laat dit huis onze verblijfplaats zijn terwijl we in de wereld zijn voordat we naar de plaats van de eeuwigheid gaan(baiklah,akan ku bebaskan dia,tapi biarkan rumah ini menjadi hunian kami selama didunia sebelum pergi menuju tempat keabadian)"ucap nya dengan sebuah syarat yang mau tak mau harus mereka patuhi.
__ADS_1
"maar... laat ze maar één dag terugkomen om hun spullen op te halen en op te ruimen(tapi...,biarkan mereka kembali dulu satu hari saja untuk mengambil dan membereskan barang barang mereka)"ucap ustadz fahri yang dibalas anggukan noni tersebut,kemudian hantu tersebut hilang lalu tak lama kembali dengan tubuh farhan ditangannya.
"we nemen het aan, bedankt. Later vanmiddag komt de eigenaar van het huis terug om de boel op te ruimen, stoor hem alsjeblieft niet en verwond hem niet(kami ambil, terimakasih. nanti siang pemilik rumah kembali untuk membereskan barang barang tolong jangan diganggu atau dilukai)"ucap anya yang entah sejak kapan tanpa ia sadari dirinya jadi fasih berbahasa belanda.