Gadis Kesayangan Duda

Gadis Kesayangan Duda
27. Fakta mengejutkan


__ADS_3

Lala mengambil kemoceng lalu membersihkan laci yang berada di samping tempat tidur ibunya. Saat Lala membersihkan laci laci itu Lala melihat sesuatu berwarna putih yang seperti surat di dalam laci itu. ia melihat ke arah ibunya, lalu kembali menurunkan pandangannya pada kertas itu.


Lala yang penasaran dengan kertas itu langsung membuka lacinya, ia juga melakukannya dnegan pelan pelan. Lala mengambilnya sehingga kertas yang ternyata dibungkus dengan amplos yang berlabel nama rumah sakit di kotanya itu.


“Rumah sakit? apa ini hasil pemeriksaan ibu waktu dibawa Kak Devan ke rumah sakit?” ucapnya dalam hati. Lala tidak langsung membukanya, ia tertarik pada nama rumah sakit itu. Lala merasa tidak asing dengan nama rumah sakit itu.


“Bukankah ini juga rumah sakit ayah dulu?”


Lala yang penasaran akhirnya mulai membuka surat itu, namun tiba tiba ibunya terbatuk batuk. Lala dengan reflek menaruh surat itu kembali lalu memeriksa keadaan Siti yang kembali tidur dengan pulas. Lala bernafas lega, setidaknya ia tidak diketahui oleh ibunya karena membuka barang di lacinya tanpa seizinnya,


Lala melanjutkan membersihkan rumahnya, ia tidak lagi penasaran dengan surat itu.


“Mungkin itu hanya surat biasa,” gumamnya dalam hati.


Setelah membersihkan kamar ibunya, Lala memutuskan untuk istirahat. Hujan di luar rumahnya masih belum berhenti juga. Alhasil Ia hanya bisa diam di rumah dan tak bisa kemana mana.


Karena itu Lala kembali ke kamarnya dan memilih untuk bermain ponselnya. Lala membuka sebuah berita yang tiba tiba saja muncul di pencarian ponselnya. Ia mengernyitkan keningnya ketika membaca sebuah judul yang menarik perhatiannya.


“Putra Direktur Xander, Devan Praditya Revanuel tengah berada di Korea bersama sang kekasih,”


Lala yang penasaran akhirnya membuka situs berita itu, matanya langsung membulat saat melihat siapa yang ada di balik berita itu. ditambah lagi di foto itu ada Devan yang merangkul pinggang seorang wanita dengan begitu mesra.


“Devan yang statusnya sebagai seorang duda, kini kembali menjalin kedekatan bersama seorang wanita. Lebih menariknya lagi, wanita yang bersamanya lagi itu adalah mantan istrinya, Clarisa Anggreyta Selly, seorang model ternama di indonesia yang menjadi seorang ambassador untuk produk skincare di Korea. Keduanya bahkan dikabarkan mendatangi salah satu rumah sakit untuk memeriksa kandungan. Lalu bagaimana kah berita selanjutnya? Apa benar mereka akan kembali rujuk? Lalu mengapa keduanya dikabarkan untuk memeriksa kandungan. Saksikan berita selanjutnya hanya di Berita terbaru.cpm/


“Ini... apa ini? Ini tidak mungkin kak Devan kan?”


Lala merasa panik setelah membaca berita itu, ia kembali mencari fotonya dan melihatnya lagi. Namun yang ia lihat masih sama. Itu adalah foto Devan bersama Clarisa. Seketika nafas Lala tercekat, ia merasa syok dengan berita itu. Lala pikir Devan benar benar serius padanya karena nekat mendatangi ibunya dan mengatakan semua hal manis tentangnya.


Air matanya turun perlahan, ia tidak menyangka Devan hanya mempermainkannya. Ia memang sudah mengetahui kalau Devan adalah duda. Namun Lala tidak mengetahui alasan Devan menjadi duda kenapa.


“Tega banget sih, Kak. Kalau memang mau balikan sama mantan istrimu kenapa kamu harus melibatkan aku. Kenapa juga bersikap seolah olah kamu serius untukku,” ucapnya sambil memandangi foto Devan.

__ADS_1


Lala mengusap air matanya dengan kasar, ia merasa kecewa dengan Devan karena semua ini. Lala meletakkan ponselnya begitu saja, ia membaringkan tubuhnya dan menutupi wajahnya dengan bantal.


Saat Lala sibuk menangis, ponselnya tiba tiba saja bergetar. Lala yang masih dalam perasaan bersedih hanya membiarkannya saja. Ia memilih untuk mengabaikan telfon itu. Namun ponselnya terus saja berbunyi, Lala mengambil ponselnya dengan wajah yang masih ditutupi bantal itu. ia menurunkan bantalnya dan melihat siapa orang yang menghubunginya itu.


Nama Devan terpampang dengan jelas di layar ponselnya. Lala langsung mereject telfonnya. Ia tidak mau mendengar suara Devan terlebih dulu.


“Dia pasti mau minta maaf,” ucapnya pada dirinya sendiri


.


.


Sedangkan di Korea, Devan terlihat uring uringan karena berita tentangnya sudah tersebar ke indonesia. Hal ini karena apa yang dilakukannya bersama Clarisa tadi.


Flasback


Setelah menemui investor dari Korea itu, Devan berniat untuk kembali ke hotelnya. Namun entah bagaimana caranya, Clarisa tiba tiba saja sudah ada di dalam mobilnya dengan kondisi pahanya yang sudah berlumuran darah. Saat itu Devan sebenarnya ingin mengusirnya, tapi melihat raut wajah kesakitan dari Clarisa ia jadi tidak tega.


“Kamu kenapa?” tanya Devan penasaran.


“Ceritanya panjang, Dev. Yang penting sekarang kamu antarin aku ke rumah sakit dulu.”


Devan mengangguk, sebelum pergi ia mengirimkan pesan terlebih dahulu pada Aris agar pulang dengan taksi saja. Ia juga mengatakan kalau ada urusan penting padanya. Setelah itu, Devan menaruh ponselnya kembali dan menjalankan mobilnya.


Devan tidak bisa fokus menyetir karena Clarisa terus merintih kesakitan sambil tangannya memegang perutnya. Matanya sesekali melirik ke arah paha Clarisa yang sudah penuh dengan darah.


“Devan...sakit Dev...tolong ngebut saja. Aku sudah tidak kuat,” rintih Clarisa.


“Sabar, sebentar lagi kita juga akan sampai,” jawab Devan, ia juga ikutan panik karena Clarisa.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya Devan membelokkan mobilnya pada rumah sakit terbesar yang ada di Korea. Devan segera memarkirkan mobilnya lalu turun. Ia membukakan pintu untuk Clarisa dan membantunya untuk turun. Namun karena kondisi tidak memungkinkan akhirnya Devan menggendong Clarisa saja.

__ADS_1


Devan tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya mengundang perhatian, ada beberapa orang yang mengambil fotonya. Devan tidak menyadarinya karena ia sedang panik.


Ia masuk ke dalam rumah sakit itu dengan membawa Clarisa dalam gendongannya.


Sesampainya di dalam, Devan berteriak memanggil suster yang biasa melayani pasien yang baru datang. Salah satu suster pun datang dengan membawa kursi roda rumah sakit. Devan mendudukkan Clarisa di kursi roda itu.


“Cepat tangani dia,” ucap Devan akan tetapi menggunakan bahasa Korea yang fasih.


Suster itu mengangguk lalu mendorong kursi roda itu dan membawanya ke salah satu ruang di rumah sakit itu. Devan mengikutinya dan menunggunya di luar saja. Ia merasa khawatir karena tiba tiba saja Clarisa seperti itu.


“Sebenarnya apa yang terjadi padanya?”


.


.


Setelah menunggu beberapa lama, dokter yang menangani Clarisa keluar dengan memakai jas putih dan stetoskop di tangannya. Devan berdiri dan langsung menanyakan kondisi Clarisa pada dokter itu.


“Dokter? Bagaimana kondisi teman saya?” tanyanya.


Dokter yang mempunyai name tag kim jeon kook itu melepaskan maskernya seraya menoleh ke arah Devan.


“Anda suaminya?” tanya dokter itu.


 


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca


Jangan lupa like+komentar

__ADS_1


__ADS_2