GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN

GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN
Bab 9


__ADS_3

Bab 8


"lain kali jangan mengulangi nya lagi! Bagai mana jika tadi hewan itu memakan mu? apa kau tidak takut?" Ujar Davin begitu khawatir.


"Baiklah aku berjanji tidak akan mengunjungi nya lagi tanpa seizin mu." Ucap Aluna mengangkat dua jari tangan nya membentuk huruf v.


"Bagus! Ayo pergi." Ajak davin ingin memegang tangan Aluna, namun dengan buru-buru Aluna menepis nya.


"Tunggu sebentar." Ucap Aluna lalu kembali masuk ke dalam kandang Leon.


Nona...! Teriak semua orang.


Mereka seketika melongo melihat Leon yang biasanya selalu bersikap ganas dan tidak suka jika melihat orang asing mendekati nya. Tapi kali ini beda Leon begitu patuh pada gadis kecil yang bahkan belum ada seharipun tinggal di mansion.


Begitu juga Davin, yang sekali lagi di buat sport jantung oleh kelakuan Aluna yang menurut nya terlalu bar-bar.


"Yak Aluna! apa yang kau lakukan!? dasar bodoh," Teriak Davin tak percaya.


"Sebentar saja tuan, Aku hanya mau berpamitan saja padanya." Jawab Aluna memelas.


"Astagaaa....! Gadis ini benar-benar membuatku gila." monolog Davin mengacak rambut nya frustasi.


Sementara Aluna di dalam sana hanya sibuk berbicara dengan hewan buas itu, tanpa memperdulikan semua orang di luar kandang yang menghawatirkan nya.


"Tuan patuh, apa kau tau nama tuan king ini? Tanya Aluna pada Bian.


Dengan sedikit takut bian mulai mendekat jeruji penghalang antara mereka dan hewan buas itu.


" Leon, namanya Leon nona." Jawab Bian pelan yang langsung di balas Auman oleh Leon. Dan itu berhasil membuat Bian ketakutan dan mundur kembali.


"Hahaaa, apa kamu takut tuan patuh? Ledek Aluna menertawakan ketakutan Bian.


"Baiklah tuan Leon yang manis, terimakasih untuk hari ini ya? Maaf ya jika nanti aku tidak bisa menemui mu lagi, karna tuan mu sepertinya tidak akan menyukai jika aku mengunjungi mu lagi." Pamit Aluna panjang lebar.


"CK! manis apa nya hewan buas itu." Cibir Davin kesal.


"Tapi jika kamu mau, kamu bisa datang ke kamar ku, itupun jika kamu bisa memanjat. Karna kamar ku terletak di lantai atas." Ujar Aluna lagi yang langsung di balas dengan jilatan sayang dari Leon.


"Tidak bisa! Aku tidak akan pernah menginginkan mu untuk berkeliaran di rumah ku, kau mengerti Leon!?" Sarkas Davin lantang.


"Ishh, jahat sekali dia padamu, kau jangan dengarkan dia oke?" Pekik Aluna tidak suka.


"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu ya? Kau jaga dirimu baik-baik, makan yang banyak biar badan mu semakin tumbuh besar oke?" Ujar Aluna mengelus-elus kepala hewan buas itu.


"Ya Tuhan nona." Sedih Lisa karna mendengar ucapan rendom Aluna pada hewan buas itu.


"Bagai mana bisa kau se akrab ini dengan Leon, kami para pelayan yang sudah lama di sini saja masih ketakutan untuk melihat nya, kau malah bisa bermanja begitu dengan nya." Batin Lisa tak percaya.


"Sudah? Tanya Davin yang masih setia menunggu drama Aluna selesai.

__ADS_1


"Hemmmz! Sudah, ayo!?" Balas Aluna menganggukan kepala nya.


"Cepat lah!" Teriak Davin lagi.


"Iya, iya aku datang! Ishh dasar tuan arogan, Tidak sabaran banget sih jadi orang." Gerutu Aluna kesal.


Aluna bangkit dan langsung berjalan keluar meninggalkan Leon.


"Bay-bay tuan Leon!" Ucap Aluna melambaikan ke dua tangan nya pada hewan buas itu.


Davin yang merasa cemburu dengan tidak sabaran menarik tangan aluna, dan membawa nya kembali ke dalam mansion. Begitu juga para penjaga dan pelayan yang gegas berpencar kembali pada pekerjaan nya masing-masing.


"Kau terlalu berlebihan tau tidak!?" Ujar Davin kesal.


"Apa nya yang berlebihan?" Bingung Aluna.


"Sudah lupakan saja." Timpal Davin lagi.


"Ishh dasar aneh." Cibir Aluna kesal.


Akhirnya, mereka berdua sudah kembali ke mansion, dan Davin langsung meminta Aluna untuk menyiapkan air hangat untuk nya mandi.


"Bagai mana perut mu sekarang?" Tanya lembut Davin.


"HAhhh...?" Bingung Aluna.


"Dia ini kenapa sih sebenarnya? Tadi ajah marah-marah terus, sekarang ko tiba-tiba jadi baik begini sih?" Batin Aluna merinding.


"Ah iya, itu anu apa sih? maksud ku iya perut ku sudah lebih baik sekarang." Sahut Aluna cengengesan.


"Baguslah! kalau begitu sekarang kau pergilah ke kamar ku, dan siapkan air hangat untuk ku mandi malam ini." Perintah Davin pada Aluna.


"Ingat letak kamar nya ada di ujung lorong! pintu berwarna hitam pekat, Kau paham.? Ujar Davin memberitahu.


"Iya baiklah aku tau tuan aro.., maksudku tuan Davin. Heheee," Balas Aluna dengan senyum yang dipaksakan.


Tak mau berlama-lama Aluna gegas berlari menuju kamar Davin, Sesampainya di dalam kamar. Aluna begitu terperangah melihat desain kamar Davin yang serba mewah dan elegan itu.


" Ya Tuhan, dia benar-benar kaya raya ternyata, lihatlah kamar nya saja semegah ini, Beruntung lah wanita yang akan menjadi pasangan nya nanti." Ucap Aluna terharu karena kagum.


"Eh tapi tunggu! Memangnya ada ya yang mau dia? Pria arogan, yang hobinya hanya marah-marah saja." Monolog Aluna yang mencibir sifat asli Davin.


"Aihss! Mengapa juga aku repot-repot mikirin dia, terserah lah dia mau punya pasangan atau tidak, juga bukan urusan ku huh." Pekik Aluna lagi.


Dengan buru-buru Aluna mengisi air hangat ke dalam bethap, saat di rasa sudah cukup Aluna pun keluar dari kamar mandi.


Namun alangkah kagetnya Aluna, saat tanpa sengaja melihat Davin yang sedang bertelanjang dada di depan nya.


"Astagaaa....! Kenapa kamu tidak menunggu di luar dulu sih tuan!? dan itu kemana perginya baju mu? Kenapa kau tidak memakainya?" Teriak Aluna menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya.

__ADS_1


"Aku mau mandi, bukan nya aku harus melepaskan pakaian ku?" Tanya heran Davin.


Aluna takut. dan berjalan mundur sampai badan nya membentur tembok di belakang nya, Davin yang tidak mau melewatkan kesempatan untuk menggoda Aluna, segera mengungkungnya dengan kedua tangan panjang nya.


" Hey! Ka-kamu mau apa? Panik Aluna karna di antara mereka kini hampir tak berjarak.


"Menurut mu? Jika seorang seorang pria berlaku begini pada wanita kira-kira mau apa hem?" Ucap Davin menggoda Aluna.


" Minyingkirlah! jangan terlalu dekat seperti ini!? Aku sesak tau?" Pekik Aluna yang semakin ketakutan.


Davin terus menggoda Aluna, kini bibir seksi milik pria jangkung itu sudah berada di sebelah telinga Aluna dan tiba-tiba saja Davin membisikan sesuatu padanya.


" Apa kau mau menemaniku mandi gadis kecil?" Goda Davin semakin menjadi.


"Yakk. tuan arogan! kenapa kamu mesum sekali!? Minyingkirlah aku mau keluar." Berontak Aluna segera.


Setelah mendengar penuturan Aluna, Davin semakin merapatkan tubuh nya pada gadis kecil itu.


"Aku tidak mesum gadis kecil, hanya sekedar menawarkan saja. Siapa taukan kau mau mandi bersama denganku Hem?" Goda Davin yang hampir mencium bibir merah milik Aluna.


 Aluna semakin panik dan langsung menginjak sebelah kaki Davin. Seketika saja, Davin berteriak menahan sakit.


Awwh....!


"Kenapa kau menginjak ku?" Pekik Davin kesakitan.


"Siapa suruh kamu terus menggoda ku!? Jadi rasakan itu! Dasar menyebalkan." Jawab Aluna kesal dan berlalu meninggalkan Davin yang tengah kesakitan.


"Hey! Kau mau kemana? Tugas mu masih belum selesai gadis kecil." Ujar Davin memanggil Aluna.


"Kau lakukan sendiri saja, aku tidak mau berlama-lama di dalam sini. Kau sangat berbahaya!" Teriak Aluna membalas panggilan Davin.


"Yak Aluna! Kau berani melawan ku? Selangkah saja kau keluar dari kamar ini, aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu padamu!" Ancam Davin, yang berhasil menghentikan langkah kaki pendek Aluna.


Dengan terpaksa Aluna kembali mematuhi perintah Davin, kembali Aluna membalikan badannya menghadap Davin. Dengan wajah yang di tekuk, Davin sudah bisa melihat dengan jelas bahwa Aluna begitu kesal padanya.


Davin tersenyum penuh kemenangan, kala ia berhasil menahan gadis itu untuk tidak pergi dari kamarnya.


"Cepat siapkan pakaian untuk ku pakai, jika sudah kau boleh keluar dan bantu Lisa menyiapkan makan malam untuk ku." Perintah Davin lagi.


Aluna tak menjawab, dia hanya mematuhi perintah Davin dengan mulut terus berkomat Kamit mengumpati Davin tanpa suara.


Sekali lagi Davin tersenyum kegirangan, saat ia kembali berhasil membuat Aluna kesal padanya.


 Davin langsung masuk ke dalam kamar mandi dan memulai ritual mandinya.


Berbeda dengan Davin, aluna nampak kesal dan menggerutu mengingat perlakuan Davin yang telah menggoda nya tadi.


"Aishhh! menyebalkan. kenapa aku ingat kejadian itu terus! Awas saja ya kau tuan arogan, aku akan membalas perbuatan mu padaku." Ujar Aluna penuh dendam.

__ADS_1


Bersambung.............


__ADS_2