GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN

GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN
Bab 15


__ADS_3

Davin masuk, membanting pintu dan langsung menurunkan Aluna di sofa. 


"Apa kau gila? kau tidak malu apa di hadapan banyak karyawan, kamu menggendong ku seperti tadi!" Ucap marah Aluna membenarkan posisi duduk nya.


Davin tak menjawab, ia hanya menatap nyalang pada Aluna. 


Davin sungguh sangat marah kali ini.


"Apa kau menikmati nya?"


"Apa kau begitu suka di goda para pria itu?" Sarkas Davin marah.


"Kau senang di kerumuni banyak pria seperti tadi, hah?" Teriak marah davin mencengkram rahang Aluna.


"Ayo katakan Aluna? apa kau sengaja menggoda para pria brengsek itu hah?" Tuduh Davin kecewa.


Aluna kesakitan, dengan reflek ia mendorong tubuh Davin ke lantai.


"Ada apa dengan mu? Reflek Aluna mendorong Davin.


"Kau mau membunuhku hah?" Tanya Aluna ngos-ngosan.


"Dasar keterlaluan, apa kau tidak lihat? Jika aku tadi di sana mau makan. jahat sekali kau menuduhku seperti itu!" Teriak balik Aluna tak mau kalah.


"Bukan kah Aku sudah melarang mu, untuk tidak mendekati pria mana pun di sini?" Timpal Davin murka.


"Bahkan kau sendiri sudah sepakat dengan peraturan itu." Teriaknya lagi.


"Yak! bukan aku yang mendekati mereka, Tapi mereka sediri yang datang padaku, kenapa kau malah menyalahkan ku?" Teriak kesal Aluna.


"Mengapa kau tidak menolak mereka? Mengapa kau tidak pergi saja dari sana?" Sahut Davin lagi


"Aku sudah mencoba nya, tapi ka Rossi menahan ku untuk pergi." Ujar Aluna menjelaskan.


"Lagi pula kau juga seorang pria, itu artinya aku juga tidak boleh dekat dengan mu." Ucap Aluna lagi.


"Hey! Aku berdeda dengan mereka, aku atasan mu pemilik prusahaan ini. Jadi tidak ada larangan untuk ku di sini?" Sarkas Davin tak terima.


"Apa beda nya coba? Kalian sama-sama pria juga kan? Cibir Aluna mendelik tak suka.


"Sudah sana minggir! Aku mau mencari makan perutku sudah keram menahan lapar," Ujar Aluna mencoba bangkit dari tempatnya duduk.


"Tidak bisa! Reflek Davin menarik kembali tubuh Aluna.


"Ishh, Kau ini ya_____ucapan Aluna terhenti tatkala melihat makanan enak yang Davin sodorkan.


"Makan itu saja," sahut Davin menyodorkan makanan nya.


"Hahh! Kau serius? Makanan siapa ini?" Tanya Aluna bingung.


"Makanan ku, sudah kau makan saja." Jawab singkat Davin.


"Kau juga belum makan ya? Kenapa baru mau makan sekarang?"


"Memang nya dari tadi kamu tidak kelapan ya?" Tanya polos Aluna.


"Aku laparnya sekarng, Sudah makan lah, jangan banyak bertanya lagi." Ujar Davin seraya memasukan makanan kedalam mulutnya.


Aluna mengangguk, dan mulai memakan makanan yang ada di hadapan nya.


"Makan dengan perlahan sajah, aku tidak akan merebut nya." Ledek Davin dengan sedikit tersenyum.


"Ini sangat enak, Aku suka sekali." Jawab Aluna menggembungkan pipinya lucu.


Davin tidak tahan, melihat bibir mungil nan ranum yang nampak sangat manis itu. 


Davin begitu tergoda, sampai tak bisa lagi menahan dirinya lagi untuk tidak mencicipi bibir merah ceri itu.


Cup!


Satu kecupan, kilat mendarat di bibir mungil Aluna.

__ADS_1


Davin dengan tiba-tiba mengecup sekilas bibir merah itu.


Aluna yang kaget, seketika memelototkan matanya. dan menghentikan acara makan nya.


sementara Davin menjadi salah tingkah setelah melalukan itu.


"K-kenapa kau mencuri ciuman pertama ku?" Ucap Aluna pelan.


Davin tersadar, dan tiba-tiba saja wajah nya berbuah menjadi memerah seperti kepiting rebus.


"Sial! Mengapa aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri!?" Teriak batin Davin menyesal.


Davin mencoba menetralkan kembali ke gugupan nya.


"Selesaikan makan mu, aku ke toilet sebentar." Ucap Davin salah tingkah.


Aluna tak menjawab, ia masih terlalu syok dengan apa yang di lakukan Davin.


Aluna tak melanjutkan lagi acara makan nya, gegas ia meneguk air minum yang ada dihadapan nya hingga tandas.


"Ya Tuhan, Dia mencium ku." Monolog Aluna menutup wajah dengan telapak tangan.


Aluna bangkit dari duduknya, lalu mondar-mandir tidak jelas.


"Apa aku pura-pura tidur saja kali ya? biar aku tidak melihat wajah si mesum itu," Hah dasar menyebalkan!" Ujar Aluna lagi mengacak rambut indah nya.


Gegas Aluna kembali ke Sofa, dan berpura-pura tidur.


Davin kembali, dan lalu melihat Aluna sedang tertidur pulas.


Davin lalu mengangkat tubuh mungil Aluna, dan membawa nya masuk ke kamar pribadi nya.


"Tidurlah dulu di sini, aku keluar sebentar menyelesaikan pekerjaan ku dulu." Ucap Davin seraya mengelus pipi chubby milik Aluna.


Setelah mengatakan itu, Davin bangkit dan keluar dari kamar, meninggalkan Aluna sendiri yang tengah tertidur pulas.


Waktu pun berjalan dengan cepat, Davin sudah menyelesaikan pekerjaan nya.


Saat sedang asik dengan aktivitas nya, tiba-tiba saja. Davin mengingat kembali kejadian di kantin yang telah sukses membuat dirinya terbakar rasa cemburu.


"Akan ku buat semua orang tau jika kau hanya milik ku kelinci nakal!" Batin Davin tersenyum jahat.


Davin mulai mencumbu leher jenjang milik Aluna yang selama ini selalu menggodanya, sampai ia meninggalkan beberapa jejak kepemilikan nya di sana.


"Baik, Begini sudah benar, semua orang akan tahu jika kau adalah miliku Sagita Aluna." Ucap Davin tersenyum bangga. Dan lalu menyusul Aluna ke alam mimpi.


**********


Tepat pukul lima sore, Aluna terbangun dari tidur nyenyak nyah.


Hoammm.....


Dimana aku?" Tanya Aluna bingung.


"Astagaa! Teriak Aluna menepuk jidat nya.


"Jam berapa ini? kenapa aku Samapi tertidur beneran? Tadikan ceritanya aku hanya pura-pura tidur saja." Cicit Aluna mengacak rambut nya.


"Dasar bodoh! ujar Aluna merutuki kecerobohan nya.


" Ini juga aku ada dimna? Kenapa aku Samapi bisa tertidur disini?" Bingung Aluna lalu beranjak dari tempat tidurnya.


"Gawat sudah jam lima sore ternyata, habislah aku!? Tuan arogan itu pasti marah besar padaku." Monolog Aluna seraya bergegas untuk pergi dari ruangan itu.


Aluna ke luar dari kamar dengan cara mengendap-endap, sampai saat tiba-tiba terdengar suara bariton di belakang nya.


"Kau sudah bangun?" Tanya nya acuh.


Aluna kaget, sontak membalikan tubuhnya menghadap orang tersebut.


"Kau mengagetkan ku saja," Ucap Aluna salah tingkah.

__ADS_1


Davin tak hentinya mengembangkan senyum di bibir tipisnya.


"Ada apa dengan mu? Tumben sekali kamu senyum-senyum seperti itu?" Curiga Aluna memindai lekat wajah Davin.


Davin tak menjawab, ia terus berbasa basi pada Aluna.


"Sepertinya tidurmu sangat nyenyak Nona? Goda Davin seraya tersenyum manis.


"Tidak, aku hanya tertidur sebentar." Jawabnya spontan.


"Tiga jam itu sebentar ya?" Tanya Davin lagi.


"Baiklah-baiklah, aku minta maaf karna ketiduran di jam kerja ku." Sesal Aluna menahan malu.


"Baiklah kali ini aku maafkan, kau juga boleh pergi, silahkan." Pungkas Davin sangat ramah, membuat Aluna semakin penasaran.


"Terimakasih, kalau begitu aku kembali ke ruangan ku dulu." Pamit Aluna segera


"Hemmmz." Jawab Davin singkat.


Aluna gegas keluar dari ruangan Davin, dan langsung berlari menuju ruangan nya. Sesampainya di meja, Aluna di kagetkan dengan ke datangan Ajeng.


Brakk!


Ajeng tiba-tiba saja datang, menggebrak meja kerja Aluna.


"Sepertinya ada yang habis main nih sama pak bos," Sindir Ajeng melirik sinis pada Aluna.


Aluna bingung, dia melirik Kenan dan kiri mencari orang yang di maksud oleh Ajeng. 


"Kau mencari siapa?" Sungut Ajeng pada Aluna.


"Kau tidak lihat, aku bicara padamu hah?" Ujar Ajeng menahan marah.


"Maaf Nona, saya tidak mengerti dengan perkataan mu," Jawab Aluna singkat.


"Heh, Wanita murahan! Beraninya kau menggoda pak Davin! Sudah berapa kali kalian bermain hah?" Sarkas Ajeng emosi menjambak rambut Aluna.


"Awhh!" Pekik Aluna kesakitan.


Rossi panik melihat keributan di ruang kerjanya. ia sampai tak sadar jika melakukan panggilan pada Davin.


[Halo keaman! pak, tolong datang ke lantai empat, Disini sedang ada keributan.] Tut tlpon di matikan.


Rossi mencoba melerai keributan itu, ia sangat khawatir pada Aluna yang kini tengah di Jambak oleh Ajeng.


"Ajeng! Lepaskan dia! jaga kelakuan mu! Ini di kantor bukan di rumah mu. Kau tidak boleh memperlakukan orang lain seperti ini!" Teriak Rossi memisahkan Ajeng dan Aluna.


"Apa maksud mu Nona? Bingung aluna


"Hahh lucu sekali, kau malah berpura-pura tidak mengerti! Kau masih tidak mau mengaku hah? Cepat katakan padaku, sudah berapa kali kau bermain gila dengan pak Davin, Hah?" Teriak Ajeng murka.


"Apa kau malu mengatakan jika kau sudah sering menjajakan tubuh mu pada pak Davin ******?" Ucap Ajeng menghina Aluna.


Plakk!


Reflek Aluna menampar pipi mulus Ajeng.


"Jaga bicara mu Nona ulat! Aku tidak seperti yang kamu tuduhkan itu!" Sahut Aluna tak terima.


"Sekali lagi kamu menuduhku seperti itu, Aku tidak akan tinggal diam! Acam Aluna mendorong tubuh Ajeng sampai terhuyung.


"Sialan beraninya kau memukul ku wanita ******! Teriak Ajeng hendak menampar balik Aluna.


Ajeng begitu terbawa emosi, hingga ia melayangkan tangan nya bersiap untuk menampar Aluna. Namun, tiba-tiba saja tangan nya di tahan oleh seseorang.


"Jangan pernah kau menyentuh gadisku! Apalagi dengan tangan kotor mu itu." Ucap Davin penuh penekanan, seraya langsung menghempaskan tangan Ajeng dengan kasar.


"Pak d-a-v-i-n..,"


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2