GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN

GADIS POLOS PENAKLUK HATI TUAN AROGAN
Bab 4


__ADS_3

"Awwh, Sakit tuan!" Ringis Aluna.


"Duduk dan diam, jangan berisik." Sarkas Davin dingin.


"Bian ayo jalan." Titah Davin lagi.


"B-baik tuan!" Jawab bian cepat.


"Kumat lagi kan arogan nya." Batin bian.


"Sepanjang perjalan, tidak ada percakapan apapun dari ke duanya. Hening hanya itu yang terjadi, sampai di tengah perjalanan Davin bersuara dan meminta bian untuk mampir ke sebuah butik sebentar.


"Cari butik terdekat." Perintah davin.


"Baik tuan." Jawab bian di barengi anggukan kepalanya


Sementara Aluna hanya bisa terdiam dan menyibukkan dirinya melihat pemandangan di luar melalui jendela mobil.


"Kenapa kau diam saja? Suara bariton Davin membuyarkan lamunan Aluna.


 Aluna hanya menoleh sebntar, tanpa berniat menjawab pertanyaan davin.


"Hey apa kau tuli? Aku bertanya pada mu!" Lagi Davin bertanya pada Aluna.


CK." Aluna berdecak kesal, pasal nya tadi Davin sendiri yang meminta nya untuk jangan berisik, tapi sekarang saat dirinya diam Davin juga kesal padanya.


"Kamu tuh aneh ya, bukan nya tadi kamu sendiri yang menyuruh ku untuk tidak berisik! Terus kenapa sekarang kamu kesal saat aku tidak bersuara?" Jawab kesal Aluna.


"Itu tadi, sekarang beda. aku bertanya padamu, Kau harus menjawab nya!" Ujar Davin tak mau kalah.


"Dasar aneh, ya sudah kamu mau menanyakan apa? Tanyakan sekarang!" Balas Aluna sabar.


"Lupakan saja, Aku sudah malas bicara padamu." Kesal Davin.


"Ihh! Terserah lah, terserah padamu saja! Dasar tuan arogan menyebalkan." Gerutu Aluna yang masih bisa di dengar Davin.


"Jangan mengumpat ku, aku mendengar nya." Kata Davin dingin.


Aluna tak menjawab lagi, ia hanya memutar bola matanya malas. Aluna sungguh tidak mengerti dengan sikap laki-laki yang sekarang di samping nya itu.


"Tuan kita sudah sampai." Ucap bian.


"Hemmmz." Jawab Davin dingin.


"Ayo keluar." Titah Davin pada Aluna.


"Kita mau apa ke sini?" Tanya Aluna bingung.


"Mau makan! Ya beli pakaian lah, kau tidak lihat ini toko pakaian hah!?" Sarkas Davin.


"Ishh aku tau, tapi kamu mau beli baju untuk apa?baju mu masih bagus, kalau tidak penting jangan beli, itu nama nya pemborosan." Cerocos Aluna panjang lebar.


"Kau benar-benar cerewet, ikut saja tidak usah banyak protes!" sarkas Davin lagi.


Tanpa menunggu jawaban Aluna lagi, Davin dengan cepat menarik tangan aluna untuk keluar dari mobil.

__ADS_1


"Ishh pelan-pelan sakit tau, Kamu tidak bisa apa bersikap baik pada perempuan!?" Omel Aluna menepiskan tangan besar Davin.


"Jangan mengajari ku, Ayo masuk!" Perintah Davin lagi.


Tak mau berdebat lagi, Aluna masuk ke dalam toko tersebut sambil menghentak-hentakan langkah kaki nya.


Davin hanya tersenyum melihat tingkah Aluna yang menurut nya sangat lucu.


"Dasar bocah." Monolog nya.


"Selamat datang tuan, nona. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan toko.


"Berikan saya pakaian wanita terbaik yang ada di sini." Ucap Davin dingin.


"Maaf tuan, cari yang ukuran apa?" Tanya pelayan lagi.


"Tidak tau!? kau tanya saja pada nya." Tunjuk Davin pada Aluna.


"Baik tuan, Tunggu sebentar." ujar pelayanan itu lagi


"Hemmmz. Jawab Davin singkat.


"Permisi!? Maaf nona mari ikut saya." Ajak pelayan toko pada Aluna.


"Ada apa mbak?" tanya heran Aluna.


"Maaf nona, saya di suruh tuan yang duduk di sana untuk memilihkan pakaian terbaik toko ini pada nona." Jelas sang pelayan.


"Hah!? Tunggu sebentar ya mbak saya coba tanyakan lagi." Ucap Aluna.


 Aluna menghampiri Davin yang sedang terduduk di sofa sambil fokus pada ponsel nya.


"Tuan..." Panggil Aluna.


"Apa!?" Jawab Davin tanpa menoleh.


"Kenapa kamu meminta pelayan toko ini memberikan baju untuk ku, memang nya apa yang salah dengan baju yang ku pakai ini!?" Tanya Aluna keheranan.


Davin bangkit dari duduk nya, lalu melangkah maju mendekati Aluna. Aluna yang takut seketika berjalan mundur, ia beringsut pada salah satu cermin besar yang terdapat di toko tersebut.


"Kau, menanyakan di mana letak kesalahan pakaian yang kau kenakan ini hemm!?' Tanya dingin Davin.


"Me-memang nya apa yang salah?" Tanya Aluna takut.


"Ini!?" tunjuk Davin pada rok pendek yang Aluna kenakan.


"Dan juga ini!" tunjuk Davin lagi sambil menarik kemeja crop yang melekat pada tubuh Aluna.


Aluna seketika membulatkan mata indah nya, ia kaget dan tidak menyangka jika Davin akan memperhatikan penampilan nya.


"Apa!? Apa kau sengaja berpakaian seperti ini untuk menggoda ku Hem?" Goda Davin semakin melangkah lebih dekat.


Aluna seketika mengerajapkan mata nya, sungguh Aluna tidak habis pikir. dengan tunduhan yang di lontarkan laki-laki di hadapan nya, Aluna marah seketika mendorong jauh tubuh Davin.


"Mana ada aku berpikiran seperti itu, kamu mungkin yang terlalu ke pedean! Lagi pula untuk apa aku menggoga mu, tertarik pun aku tidak. Jadi buang jauh-jauh pikiran mesum mu itu." Sarkas Aluna kesal dan pergi meninggalkan Davin yang sedang tersenyum manis.

__ADS_1


"Kau sangat manis kalau sedang marah begitu." Batin Davin.


"Mbak, ayo berikan aku baju terbaik, termahal dan paling bagus di sini!? Aku ingin menguras habis kekayaan laki-laki itu." Gerutu Aluna yang di tertawai oleh pelayan di hadapan nya.


"Mbak kenapa tertawa?" Tanya heran Aluna.


"Hehee, maaf nona, Nona dan tuan memang sangat serasi kalian pasangan yang harmonis dan juga humoris." Jawab sang pelayan tersenyum manis.


"Apa nya yang serasi!? amit-amit deh ihh." ucap Aluna mengetuk-ngetuk kepala nya.


"Mbak, dia itu orang jahat bukan pasangan saya enak saja!" Timpal Aluna kesal.


"Hehee maaf nona, saya kira kalian pasangan." Ujar pelayan itu lagi.


"Sudahlah lupakan dia, ayo berikan baju bagus untuk ku." Pinta Aluna.


"Ini nona, silahkan nona pilih saja. Ini brand ternama yang kebetulan baru mendarat ke toko ini." Ucap sang pelayan.


"Ah aku hanya bercanda mbak, tidak perlu memberi ku yang ternama, Yang biasa sajah asal nyaman untuk ku pake." Pinta Aluna.


"Nona bisa coba yang ini, ini sepertinya cocok untuk nona yang cantik." Ujar sang pelayan ramah.


"Mbak bisa saja. Sini biar aku coba dulu," kata Aluna berlalu masuk ke ruang pas untuk mencoba pakaian nya.


Sesaat kemudian Aluna keluar dan langsung mengenakan dress cantik pilihan nya.


"Mbak, aku ambil yang ini saja ya." Ujar Aluna.


"Baik nona, mari ke kasir dulu untuk proses pembayaran nya." Ucap sang pelayan.


Aluna mengangguk dan gegas mengikuti pelayan toko tersebut, Davin ternganga kala melihat penampilan Aluna yang tampak anggun dengan balutan dress maroon selutut yang melekat pada tubuh putih nya.


"Tuan silahkan lakukan pembayaran nya di sini." Ucap pelayan toko itu


"Ambil ini, Ujar Davin mengeluarkan kartu ATM untuk membayar belanjaan Aluna.


"Sudah tuan, terimakasih sudah mampir ke toko kami." Ucap ramah pelayan lagi.


"Sama-sama mbak, terimakasih juga untuk baju nya sangat bagus, aku suka." jawab Aluna tersenyum manis.


"Ayo, tarik Davin pada salah satu tangan mungil Aluna.


"Ishh kamu bisa tidak sih!? jangan asal tarik tangan orang? Nanti kalau lepas bagai mana kamu mau tanggung jawab?" Omel Aluna kesal.


Davin sengaja menulikan pendengaran nya, dan terus menyeret Aluna kembali ke mobil.


"Ayo jalan bian." Titah Davin.


"Kita ke kantor sekarang tuan?" Tanya bian.


"Hemmmz." jawab Davin lagi.


"Awas kau bocil....! kalau sampai kau coba-coba menarik perhatian orang lain. Habis kau di ranjangku!?" Hahaaa...... Monolog batin Davin.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2